web analytics
  

Jangan Sebut Anak Anda ‘Gendut’, Ini Dampaknya

Jumat, 29 Maret 2019 13:33 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Sehat, Jangan Sebut Anak Anda ‘Gendut’, Ini Dampaknya, psikologi anak, perkembangan anak, Gendut, gemuk, anak, Dampak, berat badan,

Ilustrasi. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Jangan sebut anak Anda gendut. Berdasarkan studi, julukan tersebut bisa menimbulkan luka psikologis pada anak. Mereka pun punya kemungkinan lebih gemuk saat dewasa.

Eric Robinson dari Liverpool University dan Angelina Sutin dari Florida State University melakukan studi perkembangan anak.

Studi pertama yakni Longitudinal Study of Australian Children, melacak berat badan anak dari 4.983 keluarga dari usia empat atau lima hingga 14 atau 15 tahun.

Selama studi berlangsung, orang tua ditanya apakah mereka menganggap anak mereka terlalu kurus, berat badan normal, sedikit gemuk, atau kegemukan.

AYO BACA : Anak Ingin Main PUBG, Ini Strategi Orang Tua

Penulis itu mengungkapkan, "Anak yang disebut kegemukan pada usia 4 atau 5 menjadi lebih gemuk pada dekade berikutnya, karena mereka menganggap mereka memang terlalu gemuk."

Anak-anak itu juga, "Berusaha mengurangi berat badan lebih sering lewat diet pada usia 12 atau 13 ketimbang mereka yang dianggap punya berat badan normal saat kecil."

Satu dari lima anak dalam studi termasuk kategori kegemukan atau obesitas, meski 86 persen dari orang tua mereka menganggap anaknya punya berat badan normal.

Dalam studi kedua, pada 8.568 keluarga di Irlandia, perkembangan anak dilacak pada usia 9 dan 13 tahun.

AYO BACA : Anak Takut Dokter Gigi? Ikuti Tips Ini

Saat berusia 9 dan 13 tahun, orang tua diwawancara dan ditanyai apakah mereka menganggap anaknya punya berat badan normal, terlalu kurus, atau terlalu gemuk.

Studi kedua punya hasil serupa dengan studi di Australia.

Dibandingkan dengan anak yang dianggap punya berat badan normal oleh orang tuanya, anak yang dianggap kegemukan pada usia 9 punya berat badan lebih berat pada usia 13 tahun.

Seperti studi pertama, anak-anak yang dijuluki gemuk juga lebih sering berusaha diet, seperti dilansir Daily Mail, Jumat (29/3/2019).

Banyak dari orang tua yang tidak menganggap anaknya gemuk, meski indeks massa tubuh sepertiga anak-anak menunjukkan mereka kegemukan atau obesitas.

Dari anak-anak yang kegemukan, lebih dari setengah (55%) dianggap punya berat badan normal oleh orang tuanya, sementara 44 persen dianggap kegemukan.

AYO BACA : Keren! 2 Aplikasi Karya Anak Indonesia Masuk Apple Store

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers