web analytics
  
Banner Kemerdekaan

DLH Cimahi Akan Terapkan Program Pilah Sampah di 40 RW

Selasa, 26 Maret 2019 20:11 WIB Faqih Rohman Syafei

Kepala DLH Kota Cimahi M. Ronny. (Faqih Rohman/Ayobandung.com)

CIMAHI SELATAN, AYOBANDUNG.COM—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi berencana menerapkan program pilah sampah di 40 RW se-Kota Cimahi. Program ini diyakini dapat memangkas biaya pengelolaan sampah.

Kepala DLH Kota Cimahi M. Ronny mengatakan, biaya untuk pengelolaan sampah cukup mahal. Diharapkan dengan adanya pemilahan sampah organik dan anorganik oleh warga mampu menekan biaya untuk pengadaan tempat pembuangan sampah.

Sebenarnya TPS bisa direduksi atau tidak digunakan. Jika warga sudah bisa memilah sampah, ujarnya kepada Ayobandung.com di Cimahi Technopark, Selasa (26/3/2019).

Dia menyebutkan, salah satu RW di Kelurahan Pasir Kaliki telah menerapkan program pilah sampah organik dan anorganik. Hasilnya, sampah tersebut dapat memberikan manfaat bagi warga untuk keperluan sehari-hari.

Sampah organic, sambungnya, bisa dijadikan biodigester untuk menghasilkan energi terbarukan atau biogas. Sedangkan, untuk sampah anorganik seperti botol plastik minuman dan lain-lain bila dikumpulkan dan kemudian dijual ke pengepul sehingga memberikan nilai ekonomis. 

Kalau bisa diolah kan punya nilai ekonomis, dan mengurangi anggaran untuk pengelohan sampah. Nah, dari satu minggu cuma 15 kg residunya, program zero waste ini sedikit mungkin buang sampah ke TPS, katanya.

Ronny menjelaskan anggaran besar untuk biaya pengelolaan sampah ini akan lebih bermanfaat jika dialokasikan untuk program lainnya. Dengan begitu, hal ini akan berdampak bagi warga Kota Cimahi. 

Karena biayanya mahal untuk kumpul, angkut, dan buang sampah sampai miliaran, mending kita alokasikan program lain. Kalau bisa diolah punya nilai ekonomi bisa kita manfaatkan, anggaran buat ngolahnya buat yang lain pendidikan misalnya dan kesehatan, pungkasnya.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers