web analytics
  

Simak 5 Tips Kembangkan Bisnis di Era Digital

Sabtu, 16 Maret 2019 18:27 WIB Nur Khansa Ranawati

Dosen Marketing Binus University, Ridho Mulya.

ANDIR, AYOBANDUNG.COM--Bila Anda hendak memulai bisnis di era digital seperti saat ini, modal rupiah saja tidak cukup. Otak yang kreatif dan inovatif juga menjadi hal teramat penting yang dapat menjadi senjata bisnis Anda untuk tetap eksis di tengah persaingan.

Hal tersebut disampaikan pebisnis sekaligus dosen Marketing Binus University, Ridho Mulya.

Dalam seminarnya bertajuk 'CreativeThinking in Digital Business," yang diselenggarakan di kampus Binus bandung, Sabtu (16/3/2019), dia membeberkan sejumlah hal yang perlu dikuasai orang untuk mengembangkan bisnisnya di era digital. Lima di antaranya adalah :

1. Mengetahui keunggulan bisnis Anda

Agar dapat dilirik oleh orang, bisnis Anda harus memiliki keunggulan yang jelas dan membawa manfaat bagi khalayak sasaran.

"Apa yang membuat bisnis kita berbeda dan dibutuhkan orang, itu yang harus ditemukan pertama-tama," jelas Ridho. 

2. Siap berkomitmen jangka panjang untuk berinovasi

"Bisnis kreatif bisa pudar karena perkembangan zaman," ungkap Ridho. Untuk itu, dia menekankan pentingnya komitmen kuat seseorang dalam berbisnis sehingga tak akan lelah memikirkan inovasi anyar yang terus dikembangkan sesuai zaman.

"Komitmen untuk berinovasi itu sangat penting agar orang tidak jenuh dengan bisnis kita. Sentuhan inovasi bisa menggeser orang untuk memperhatikan kita," jelasnya.

3. Menguasai strategi pemasaran online

Ridho mengatakan, seorang pebisnis saat ini sudah harus mengembangkan kapasitas dirinya untuk menguasai pemasaran secara daring. Pasalnya, berbagai saluran media sosial saat ini banyak digunakan orang untuk mencari referensi mengenai hal apapun.

"Ternyata 77% orang Indonesia mencari informasi dan melakukan transaksi sudah via online. Sekarang kalau mau belajar pemasaran online sudah bisa lihat online course atau Youtube dan sebagainya," jelasnya. 

4. Memiliki Cara Pemasaran yang Inovatif

Dari hasil mempelajari pemasaran secara daring, Ridho mengatakan, lama kelamaan seseorang dapat banyak mempelajari berbagai perilaku orang lain di media sosial. Hal tersebut dapat dikembangkan menjadi strategi pemasaran yang inovatif.

"Kita masuk ke komentar viral (dan melakukan promosi dengan cara unik) pun sudah tergolong inovatif. Bagaimana caranya bisa diomongin orang dan menjadi sesuatu yang mudah diingat orang tanpa harus terang-terangan menjual siapa kita," ungkapnya.

5. Menciptakan hubungan yang baik dengan pelanggan

Berbisnis secara daring sangat erat kaitannya dengan menjalin interaksi dengan pelanggan via daring juga seperti lewat aplikasi chat atau email. Kunci untuk mengambil hati pelanggan, Ridho mengatakan, adalah dengan senantiasa merespon chat pelanggan dengan cepat.

"Fast respons ini bisa sangat membangkitkan trust (kepercayaan)," ungkapnya. 

Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers