web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Cara Jitu Hitler Tangani PSK

Jumat, 15 Maret 2019 14:15 WIB Anya Dellanita

Sejumlah PSK di Jl Oto Iskandardinata, Bandung, Rabu (13/3/2019) dini hari. Kawasan tersebut sering dijadikan tempat mangkal bagi mereka mencari para hidung belang. (Danny/ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Siapa tak kenal Adolf Hitler? Pendiri Nazi ini memang dikenal dengan kekejamannya semasa hidup.

Namun dibalik kekejamannya, Hitler menyimpan suatu gagasan yang manjur dalam menangani satu masalah di negaranya. Masalah tersebut adalah pekerja seks komersial (PSK).

AYO BACA : Prostitusi Bandung: Pendampingan Rumah Cemara untuk ODHA

Menurut sejarawan Bandung, Ahmad Mansyur Suryanegara, gagasan tersebut ditulis Hitler dalam buku karangannya, Mein Kampf. Dalam buku tersebut, Hitler mengungkapkan untuk menekan bisnis prostitusi, wanita harus dirumahkan.

"Hitler berpendapat wanita yang menjadi PSK itu dampak susah dapat pekerjaan, mereka cari yang gampang. Gara-gara ini laki-laki juga jadi jajan PSK," kata Mansyur saat ditemui di kediamannya, Rabu, (27/2/2019).

AYO BACA : Dampak Positif PSK, Menjadi Mata-mata Negara

Menurut Mansyur, Hitler menganggap jajannya para laki-laki  itu dampak dari mereka tidak berani menikah. Alasannya, karena mereka sendiri tidak punya pekerjaan, jika ada pun pekerjaannya tak memadai. 

Untuk mengatasi hal tersebut, Hitler berpendapat wanita seharusnya tidak berkerja, agar lapangan pekerjaan bisa diisi oleh laki-laki. Dengan begitu, tidak akan ada wanita yang jadi PSK, dan otomatis laki-laki tidak bisa menyewa jasa PSK.

Selain itu, gagasan ini dibuat Hitler karena Jerman memiliki prisip uber alles atau ras tertinggi. Jerman menganggap mereka adalah orang terhormat, karena itu, lahir dari seorang PSK adalah hal yang tabu. Untuk itu, para wanita harus dijaga kehormatannya dengan dirumahkan.

Mansyur juga mengungkapkan Hitler berpendapat keturunan yang bagus itu didapat dari wanita yang berpendidikan tinggi. Oleh karena itu, sekolah-sekolah ditingkatkan kualitasnya untuk mendidik para wanita.

“Pada masa itu, semua harus sekolah. Wanita juga. Jadi biar nanti setelah lulus bisa mendidik anaknya jadi orang berkualitas,”tuturnya.

AYO BACA : Prostitusi Bandung: Bisnis Esek-esek Mulai Rp150 Ribuan

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers