web analytics
  

Revolusi Industri 4.0: Manusia dapat Digantikan Robot?

Senin, 11 Maret 2019 05:40 WIB Fira Nursyabani
Bandung Raya - Bandung, Revolusi Industri 4.0: Manusia dapat  Digantikan Robot?, SBM ITB, revolusi industri 4.0

Logo SBM ITB.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Perkembangan teknologi pada berbagai bidang telah banyak membantu manusia dalam menyelesaikan permasalahan, terutama dalam bidang industri. Kini perkembangan teknologi tersebut dapat mengaburkan batas antara fisik, digital, dan biologis.

Seminar ID 4.0 “Towards Indonesia 4.0”  yang digelar oleh School and Business Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), pada Jumat (8/3/2019) memaparkan bagaimana Indonesia dan para pemuda bersiap menghadapi revolusi industri keempat tersebut.

AYO BACA : Begini Cara Hadapi Indonesia Era 4.0

Revolusi industri keempat atau yang dikenal dengan Industri 4.0 merupakan babak baru rangkaian perkembangan industri dari abad ke abad yang memanfaatkan teknologi dan mengubah industri konvensional menjadi industri digital.

Sebelumnya, tahap revolusi pertama terjadi pada abad ke-18 dengan ditemukannya mesin uap dan manufaktur. Revolusi ini diikuti revolusi industri kedua pada abad ke-19, yang ditandai dengan munculya mesin listrik.

AYO BACA : Hadapi Era 4.0, Fintech Bantu Bisnis Pengusaha

Revolusi industri ketiga pada abad ke-20 merupakan revolusi industri yang hingga kini masih dirasakan dan akan segera tergeser. Komputer dan teknologi informasi akan digantikan oleh rekayasa kecerdasan dan automasi di revolusi industri keempat.

Adanya teknologi dan rekayasa kecerdasan yang memungkinkan proses industri secara automasi tersebut dapat melipat gandakan produktivitas dan efektivitas. Bahkan kemampuan yang dilakukan manusia secara berulang dapat digantikan oleh robot.

Sehingga dalam menghadapi revolusi industri ini, akan banyak kemampuan yang dapat digantikan oleh mesin, tetapi juga akan banyak kemampuan baru yang dibutuhkan.

Hardskill baru yang dibutuhkan dalam menghadapi industri 4.0 ini di antaranya adalah kemapuan literasi informasi, media, dan teknologi. Beberapa kemampuan yang akan banyak dibutuhkan di masa yang akan datang adalah analisis data, pengembangan aplikasi, keamanan siber, strategi inovasi, dan kemampuan terkait pengumpulan dan pengolahan data.

Kemampuan lainnya yang sangat pentng dalam menghadapi revolsi industri keempat adalah softskill yang tidak akan digantikan oleh robot, di antaranya adalah komunikasi, kolaborasi, kemampuan berfikir dalam berwirausaha, management, dan kemampuan lainnya yang meliputi insting dan kemampuan manusia yang tidak dapat digantikan oleh mesin atau robot.

AYO BACA : Kemenristekdikti: Politeknik Jadi Tumpuan Era 4.0

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

5 Fakta Menarik Bandros: Bus Klasik Kebanggaan Kota Bandung

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 21:40 WIB

Jalan-jalan di Kota Bandung rasanya belum lengkap jika tidak mencoba menaiki Bandros (Bandung Tour on Bus).

Bandung Raya - Bandung, 5 Fakta Menarik Bandros: Bus Klasik Kebanggaan Kota Bandung, Bandros,Bus Klasik,Bandung Tour on Bus,Kota Bandung,wisata

Ridwan Kamil Serahkan Bantuan Masyarakat Jabar Rp1,5 Miliar bagi Rakya...

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 20:04 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1,5 miliar untuk rakyat Palestina yang saat i...

Bandung Raya - Bandung, Ridwan Kamil Serahkan Bantuan Masyarakat Jabar Rp1,5 Miliar bagi Rakyat Palestina, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Bantuan Masyarakat Jabar,Bantuan Untuk Palestina,Bantuan bagi Palestina

Cepat dan Tanggap Darurat, Berikut Layanan dan Cara Menghubungi Call C...

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 19:05 WIB

Anda melihat peristiwa kecelakaan, kebakaran, atau kejadian darurat lainnya yang perlu bantuan oleh ahlinya? Tenang, And...

Bandung Raya - Bandung, Cepat dan Tanggap Darurat, Berikut Layanan dan Cara Menghubungi Call Center 112, Call Center 112,Cara Menghubungi 112,Layanan Tanggap Darurat,Layanan Situasi Darurat

Diamankan Polisi, Pengemudi Avanza Tabrak Lari Masih Berstatus Saksi

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 18:53 WIB

Pengemudi mobil Toyota Avanza yang berkendara ugal-ugalan dan menabrak sejumlah pengendara Kamis, 10 Juni 2021, diamanka...

Bandung Raya - Bandung, Diamankan Polisi, Pengemudi Avanza Tabrak Lari Masih Berstatus Saksi, Mobil Tabrak Lari di Bandung,Pelaku Tabrak Lari di Bandung,Mobil Toyota Avanza Putih Tabrak Lari,Kasus Tabrak Lari di Bandung,Mobil Ugal-ugalan di Bandung

Setiap Kelurahan di Kota Bandung Harus Punya Tempat Isolasi Mandiri

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 18:27 WIB

Kasus Covid-19 di Kota Bandung mengalami kenaikan. Berdasarkan data covid19.bandung.go.id, per tanggal 13 Juni 2021, ter...

Bandung Raya - Bandung, Setiap Kelurahan di Kota Bandung Harus Punya Tempat Isolasi Mandiri, Kelurahan di Kota Bandung,Tempat Isolasi Mandiri,Tempat Isolasi Mandiri di Kota Bandung,Kasus Covid-19 Kota Bandung

Catat! Ini Syarat Donor Plasma Darah Konvalesen Bagi Penyintas Covid-1...

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 15:09 WIB

Ada beberapa syarat untuk mendonor plasma darah konvalesen bagi penyintas Covid-19.

Bandung Raya - Bandung, Catat! Ini Syarat Donor Plasma Darah Konvalesen Bagi Penyintas Covid-19, plasma darah konvalesen,Penyintas Covid-19,Donor Plasma Darah Konvalesen,Syarat Donor Plasma Darah Konvalesen,pendonor plasma darah konvalesen

2 Kali Terpapar Covid-19, Masih Bisa Donor Plasma Darah Konvalesen?

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 14:46 WIB

Penyintas Covid-19 dua kali masih bisa mendonorkan plasma darah konvalesen, asalkan masih dalam keadaan sehat dan kondis...

Bandung Raya - Bandung, 2 Kali Terpapar Covid-19, Masih Bisa Donor Plasma Darah Konvalesen?, Penyintas Covid-19,plasma darah konvalesen,Ciri Terpapar Covid-19,PMI Kota Bandung,cara  donor ke PMI,Pasien Covid-19,Donor Plasma Darah Konvalesen

Tingginya Angka Gizi Buruk Melahirkan Gerakan Berikan Protein di Bandu...

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 14:26 WIB

Kondisi stunting dan malnutrisi yang semakin tinggi di Indonesia seharusnya menjadikan hal tersebut fokus utama dalam pe...

Bandung Raya - Bandung, Tingginya Angka Gizi Buruk Melahirkan Gerakan Berikan Protein di Bandung, Angka Gizi Buruk Melahirkan,Angka Gizi Buruk,Gerakan Berikan Protein,Bank Protein Ikan

artikel terkait

dewanpers