web analytics

Kemenristekdikti: Politeknik Jadi Tumpuan Era 4.0

clockSabtu, 9 Maret 2019 11:26 WIB userFathia Uqimul Haq
Umum - Nasional, Kemenristekdikti: Politeknik Jadi Tumpuan Era 4.0, Polman, Kemenresdikti

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ismunandar mengunjungi Kampus Polman Bandung dalam rangka Dies Natalis ke-42 Polman, Jumat (8/3/2019). (Dok Belmawa Kemenristekdikti)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Politeknik menjadi salah satu tumpuan pemerintah untuk meningkatkan keterampilan sumber daya manusia, terutama dalam era otomatisasi revolusi industri 4.0 dan masyarakat 5.0.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Ismunandar mengatakan Indonesia berpotensi menjadi negara terbesar keempat di dunia. Namun saat ini masih berada dalam posisi 16.

AYO BACA : Genbi UIN Bandung Disiapkan Hadapi Revolusi Industri 4.0

"Penyebabnya ialah karena kita kekurangan tenaga kerja yang memiliki keterampilan andal. Kedua, karena inovasi kita masih rendah. Politeknik ini mesti menjadi jawaban untuk peningkatan kualitas keterampilan sumber daya manusia Indonesia,” ujar Ismunandar saat memberikan kuliah umum di Politeknik Manufatkur (Polman), Jumat (8/3/2019).

Melalui sepak terjangnya puluhan tahun, Ismunandar mengapresiasi peran Polman dalam mengembangkan kualitas dan kemampuan peserta didik yang dapat bersaing untuk memajukan negara. Setelah berkunjung ke beberapa laboratorium kerja Polman, ia yakin kemampuan mahasiswa Polman mampu mengikuti persaingan zaman.

AYO BACA : Begini Cara Hadapi Indonesia Era 4.0

“Tugas pendidikan tinggi ialah untuk mendidik generasi agar orang yang tidak tergantikan oleh robot. Ada buku berjudul ‘Robot-Proof: Higher Education in the Age of Artificial Intelligence’, karangan Joseph E.Aoun, itu membahas bagaimana masyarakat tidak tergatikan oleh robot. Misalnya empati, inovasi, hal-hal yang bukan rutin, kepemimpinan, itu masih perlu dilakukan manusia,” paparnya.

Tantangannya, kata Ismunandar, perguruan tinggi saat ini lambat merespon perkembangan teknologi dan inovasi yang cepat. Sehingga, banyak industri besar yang menyediakan kursus atau pelatihan, misalnya Microsoft.

Pemerintah akan meningkatkan kuantitas Politeknik di Indonesia. Meskipun pembukaan politeknik mahal, tetapi hal ini  harus dilakukan. "Jadi kalau ada yang mau buka universitas baru, pemerintah menahan. Namun, jika ada yang ingin membuka politkenik, kami akan sangat mendorong,” ucap Ismunandar.

Pengembangan Politeknik juga telah tercantum dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No. 54 Tahun 2018 yang membahas tentang penyelenggaraaan pendidikan vokasi dalam sistem yang terbuka dengan fleksibilitas dan waktu penyelesaian pendidikan. 

Kemudian, Ismunandar  menekankan politeknik untuk memerhatikan hasil riset McKinsey Global Institute tentang pekerjaan yang baru dan yang hilang berkaitan dengan otomatisasi. Dalam survey tersebut dijelaskan bahwa pada tahun 2030, 12 persen pekerjaan yang ada saat ini akan digantikan otomatisasi.

Direktur Polman, Dede Buchori Muslim, menjelaskan  telah terjadi pergeseran pekerjaan akibat otomatisasi tetapi Polman terus bersiap untuk mencetak lulusan yang mampu berinovasi di era disrupsi ini. 

“Satu sisi ada pergeseran industri yang tadinya itu masif produksi, menjadi produk yang cepat berganti, life cycle produk itu cepat. Misalnya gadget. Perubahan itu mengubah permintaan tenaga kerja, mengubah juga teknologi yang ada,” ujar Buchori. 

Teknologi foundry secara global, Jepang dan Eropa, negara maju itu satu per satu tutup, karena foundry itu untuk produksi masal. Munculnya  teknologi baru 3D scanning dan 3D printing membuat   teknologi  cepat terjadi dari perencanaan hingga  produk keluar. 

“Jadi sekarang ini untuk membuat satu komponen itu bisa unik, bisa dibuat satu saja,” jelasnya.

Teknologi 3D itu pun sudah dimiliki Polman. Meskipun  terengah-engah,  Polman terus meningkatkan teknologi terapan agar mahasiswa lebih paham perkembangan terkini. Begitupun dalam pembelajaran, Polman sudah memberikan kewajiban kepada seluruh mahasiswa akan diberikan terkait perancangan pemograman, atau algoritma.

“Jadi semua mahasiswa punya nalar untuk merancang pemograman. Contohnya saja kalau untuk maintenance, profesi yang memastikan bahwa mesin-mesin itu siap digunakan. Nah saat ini, mesin-mesin itu akan terkoneksi dengan internet, sehingga pengguna bisa memonitor performa mesin, dan mendeteksi kerusakan pada mesin. Itu tantangan dan kita tengah siapkan,” tuturnya.

Ke depan, Direktur Polman berharap dapat menjadikan lulusan Polman mampu menghadapi kemungkinan-kemungkinan   dunia yang memang telah berubah. Melalui pendidikan hard skills dan soft skills dalam kegiatan kemahasiswaan.

AYO BACA : Hadapi Era 4.0, Fintech Bantu Bisnis Pengusaha

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Momentum Pertumbuhan Kredit Tinggal Tunggu Waktu

Nasional Jumat, 30 Juli 2021 | 20:40 WIB

Di tengah tantangan pandemi Covid-19, fungsi intermediasi perbankan mulai mengalami pertumbuhan positif.

Umum - Nasional, Momentum Pertumbuhan Kredit Tinggal Tunggu Waktu, Momentum,Pertumbuhan Kredit,intermediasi perbankan,Bank Indonesia

Skema Vaksin Booster Disiapkan untuk Calon Jemaah Umrah

Nasional Jumat, 30 Juli 2021 | 15:03 WIB

Kementerian Agama (Kemenag) mengatakan akan menyusun skema mengenai vaksinasi dan booster bagi calon jemaah umrah.

Umum - Nasional, Skema Vaksin Booster Disiapkan untuk Calon Jemaah Umrah, Jemaah Umrah,Vaksin Booster Calon jemaah umrah,vaksinasi Calon jemaah umrah,Covid-19 di Indonesia

Kemenkes Impor Remdesivir-Tocilizumab, Untuk Apa?

Nasional Jumat, 30 Juli 2021 | 14:51 WIB

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya memenuhi kebutuhan pasokan obat-obatan untuk terapi Covid-19 yang semakin lang...

Umum - Nasional, Kemenkes Impor Remdesivir-Tocilizumab, Untuk Apa?, Remdesivir,Obat Remdesivir,Fakta Obat Remdesivir,obat covid-19,tocilizumab covid-19,Obat Tocilizumab,Obat Tocilizumab Covid-19,Tocilizumab obat Covid-19,Tocilizumab,Kemenkes Impor Obat Covid-19,obat covid-19 impor

Jika Aturan Karantina 14 Hari Diterapkan, Ini Estimasi Biaya Umrah

Nasional Jumat, 30 Juli 2021 | 12:09 WIB

Arab Saudi mewajibkan wisatawan untuk menjalani karantina sebelum menjelajahi negerinya. Lantas berapakah biaya umrah, j...

Umum - Nasional, Jika Aturan Karantina 14 Hari Diterapkan, Ini Estimasi Biaya Umrah, jamaah umrah,estimasi biaya,estimasi biaya umrah,karantina jamaah umrah,estimasi biaya umrah karantina

Jokowi Sebut Lockdown tak Jamin Pandemi Covid-19 Berakhir

Nasional Jumat, 30 Juli 2021 | 11:03 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan keputusan pemerintah yang tak mengambil kebijakan lockdown untuk menurunkan lo...

Umum - Nasional, Jokowi Sebut Lockdown tak Jamin Pandemi Covid-19 Berakhir,  Pandemi Covid-19,Lockdown  Pandemi Covid-19,Vaksinasi nasional Covid-19,lonjakan kasus Covid-19,lonjakan kasus covid-19 di Indonesia,kebijakan lockdown

Jokowi Sebut Kasus Covid-19 Bisa Direm

Nasional Jumat, 30 Juli 2021 | 10:23 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, lonjakan kasus positif Covid-19 yang sangat tinggi dalam satu bulan terakhir...

Umum - Nasional, Jokowi Sebut Kasus Covid-19 Bisa Direm, Kasus Covid-19,Kasus Covid-19 di Indonesia,Kasus Covid-19 Indonesia,lonjakan kasus positif Covid-19,PPKM Darurat,Kebijakan PPKM Darurat

Anggota DPR Sindir Sekjend DPR Soal Layanan Isoman Hotel : Seharusnya...

Nasional Kamis, 29 Juli 2021 | 23:05 WIB

Kebijakan itu dinilai berlebihan karena saat ini tidak sedikit masyarakat yang kesulitan memperoleh layanan kesehatan.

Umum - Nasional,  Anggota DPR Sindir Sekjend DPR Soal Layanan Isoman Hotel : Seharusnya Kita Empati, fasiitas isolasi DPR,Isolasi DPR,Hotel Isolasi Covid-19,Hotel untuk DPR

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Ungkap Perlunya Kontribusi Riset...

Nasional Kamis, 29 Juli 2021 | 21:40 WIB

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Ungkap Perlunya Kontribusi Riset Sosial di Masa Pandemi

Umum - Nasional, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Ungkap Perlunya Kontribusi Riset Sosial di Masa Pandemi, COVID-19,Airlangga Hartarto,ekonomi
dewanpers
arrow-up