web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Diduga Jadi Korban Malpraktik RS Bekasi, Sopir Transjakarta Surati Menkes

Selasa, 5 Maret 2019 15:21 WIB Ananda Muhammad Firdaus

Ira Puspita Rahayu, sopir bus Transjakarta yang diduga menjadi korban malpraktik sebuah rumah sakit di Bekasi. (Ananda M Firdaus/Ayo Media Network)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Ira Puspita Rahayu (38) seorang sopir bus Transjakarta diduga menjadi korban malpraktik salah satu rumah sakit swasta di Kota Bekasi. Ia telah mengirimkan surat kepada Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek pada 27 Februari lalu untuk meminta perlindungan.

Ira menceritakan, awal mula dugaan itu berkembang saat ia menjalani proses operasi usus buntu dengan menggunakan fasilitas BPJS pada 11 Januari lalu. Setelah operasi, ia kembali ke ruang perawatan dan menyadari adanya luka di bagian perut sebelah kiri seperti luka bakar, padahal operasi usus buntunya berada di perut sebelah kanan.

"Luka di kulit seperti melepuh dan rasanya panas seperti terbakar," kata Ira saat ditemui di rumahnya, Jalan Bonang Baru Blok A2, Jatiasih, Kota Bekasi, Selasa (5/3/2019).

AYO BACA : Dokter RSHS: Pembedahan Bariatrik Belum Ditanggung BPJS

Ira melanjutkan, usai luka operasi usus buntunya sembuh, luka pada perut kirinya justru semakin membesar dan memburuk. Dia mengaku sudah tiga kali berobat ke rumah sakit tersebut, namun lukanya tak kunjung membaik.

Setiap melakukan pengobatan ke rumah sakit itu, Ira selalu bertanya untuk mencari tahu penyebab lukanya. Akan tetapi, dia tidak pernah mendapatkan penjelasan.

Sebagai bahan perbandingan, ia kemudian mencoba berobat ke rumah sakit lain di daerah Galaxy dan di Bekasi Timur. Dokter bedah kedua rumah sakit tersebut menyimpulkan telah terjadi kerusakan jaringan kulit dan Ira disarankan untuk menjalani operasi plastik.

AYO BACA : 40 Rumah Sakit Indonesia dalam Proses Dapatkan Sertifikasi Syariah

"Karena kondisi kesehatan yang memburuk akhirnya saya operasi tanggal 25 Februari kemarin," ungkapnya.

Atas kejadian yang dialaminya, Ira merasa sangat keberatan. Pasalnya setelah menjalani pengobatan dan operasi sejak Januari, Ira belum sama sekali kembali bekerja. Padahal ia harus menanggung biaya hidup ketiga anaknya dan kedua orangtuanya.

Ira mengungkapkan, usai operasi plastik, dia sempat mengadukan masalah yang dialaminya ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi. Manajemen rumah sakit terkait juga sempat mengundang Ira untuk bertemu, namun tak mengeluarkan solusi konkret.

Ira bahkan ditemui pihak BPJS Kesehatan yang berencana untuk memfasilitasi pertemuannya dengan pihak rumah sakit untuk menyelesaikan masalah tersebut. "Jadi sekarang kita lagi menunggu BJPS, barusan baru ketemu. Mudah-mudahan ada solusi. Saya ingin rumah sakit memberi penjelasan, kalau perlu meminta maaf," ungkapnya.

AYO BACA : Ratusan Orang Jadi Korban Miras Rumahan Produksi Ibu dan Anak

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers