web analytics
  

Jokowi Pesan 100.000 Sabun Cuci dari Garut Senilai Rp2 Miliar

Jumat, 1 Maret 2019 11:12 WIB Fira Nursyabani
Umum - Nasional, Jokowi Pesan 100.000 Sabun Cuci dari Garut Senilai Rp2 Miliar, Jokowi pesan sabun cuci, Jokowi Garut, sabun cuci Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memesan 100.000 botol sabun cuci kepada kelompok usaha Program Keluarga Harapan (PKH) di Banjarwangi, Kabupaten Garut. (Istimewa)

GARUT, AYOBANDUNG.COM -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata telah memesan 100.000 botol sabun cuci kepada kelompok usaha Program Keluarga Harapan (PKH) di Banjarwangi, Kabupaten Garut. Pemesanan ini dilakukannya saat melakukan kunjungan kerja ke Garut pada 19 Januari lalu.

Eli Liawati, salah seorang produsen sabun cuci di PKH Banjarwangi, Garut, mengatakan pesanan Jokowi itu sudah dikirim ke Jakarta pada Rabu (27/2/2019) lalu. Alhamdulillah selesai, semuanya 100.000 botol sesuai dengan pesanan Pak Presiden, kata Eli, Kamis (28/2/2019).

Nilai pesanan sabun cuci tersebut cukup mengejutkan, yakni Rp2 miliar. Menurut Eli, semua kelompok usaha langsung bekerja bersama-sama agar permintaan tersebut dapat terpenuhi sesuai pesanan dan dapat dikirim tepat waktu.

AYO BACA : Jokowi Hadiri Laga Pembuka Piala Presiden, Kiper Persib Bidik Poin Penuh

Akhirnya sabun bisa selesai dan hari Rabu pesanan telah dikirimkan ke Jakarta, ujarnya.

Ia mengungkapkan, awalnya ia tidak percaya telah mendapatkan pesanan dari Presiden Jokowi. Dia bahkan sempat khawatir pesanan yang banyak itu tidak dapat terpenuhi.

Namun hasil kerja keras Eli yang dibantu oleh 40 anggota PKH dan beberapa orang tetangganya yang tidak menerima PKH, akhirnya tak sia-sia. Kepikiran terus, takut tidak memenuhi target, tapi alhamdulillah bisa, ungkap Eli.

AYO BACA : Jokowi: Pemerintah Siap Buka 1.000 Balai Latihan Kerja

Dia mengatakan, dana awal untuk pembuatan sabun cuci itu sudah diterimanya sekitar 75% atau sebesar Rp1,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan baku, membayar pekerja, termasuk ongkos mengirim sabun.

Setelah mendapatkan pesanan dari Jokowi, Eli mengundurkan diri sebagai penerima PKH. Ia mengaku akan terus melanjutkan usaha sabun untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

Eli menambahkan, hasil penjualan sabun itu akan digunakan untuk pemberdayaan anggota PKH dan memperbaiki madrasah di depan rumahnya yang terbakar pada tahun lalu. Nanti juga kalau masih ada uangnya mau buat umroh orang tua dan mertua saya, dan sama modal usaha, katanya.

Sebelumnya, Eli bersama anggota PKH lainnya dari beberapa daerah di Kabupaten Garut diundang untuk memamerkan produk usahanya dalam acara PKH yang diselenggarakan Kementerian Sosial di Gedung Serba Guna Mandala, Kecamatan Garut Kota.

Presiden Jokowi yang menghadiri acara itu sempat berkeliling melihat hasil karya usaha penerima PKH, termasuk melihat produk sabun cuci produk rumahan yang diproduksi Eli. Saat itu juga Presiden Jokowi memesan 100.000 sabun cuci kemasan botol yang per botolnya dihargai Rp20.000.

AYO BACA : Soal THR Dipercepat, Jokowi Belum Tahu

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers