web analytics
  

Ini Alasan Kepsek SMAN 19 Gunakan Edubox

Kamis, 28 Februari 2019 12:12 WIB Fathia Uqimul Haq
Bandung Raya - Bandung, Ini Alasan Kepsek SMAN 19 Gunakan Edubox, aplikasi edubox, SMAN 19

Kepala Sekolah SMAN 19 Bandung, Arief Achmad. ( Fathia Uqimul Haq/ayobandung.com)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Kepala Sekolah SMAN 19 Bandung,  Arief Achmad  menerangkan penggunaan Edubox. Layanan yang diluncurkan oleh Mantan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil pada 2016 lalu ini merupakan pembiasaan bagi guru dan siswa-siswi untuk menghadapi ujian berbasis komputer.

Edubox merupakan aplikasi pembelajaran daring yang mempermudah proses administrasi guru. Aplikasi ini juga dijadikan sebagai wadah pembelajaran seperti ujian berbasis daring untuk para siswa.  

"Kita gunakan itu karena layanan yang diluncurkan Pak Ridwan Kamil saat itu, terus kan menghadapi UNBK, kita bisa mengurangi penggunaan pulpen pensil, ya bisa menghemat banyak kalau diterapkan," katanya,  Kamis (28/2/2019). 

AYO BACA : Diwajibkan Iuran Rp50.000 per Bulan, Siswa SMAN 19 Bandung Unjuk Rasa

Dengan adanya layanan daring tersebut, para siswa dibiasakan untuk membawa laptop atau gawai supaya bisa menggunakan Edubox. Hal ini juga untuk melatih siswa saat menghadapi UNBK. 

"Kalau yang enggak ada (laptop atau gawai), kita sediakan di Labkom (Laboratorium Komputer). Ternyata hanya sedikit (yang tidak punya laptop dan gawai), pas kita coba UKK, hanya empat orang. Mayoritas punya smartphone,"  jelasnya. 

Namun, Arief menjelaskan masalah yang terjadi dalam penggunaan Edubox adalah para guru yang belum mengunggah soal-soal ke Edubox. Padahal guru seharusnya 
mengunggah  materi  dan soal-soal pelajaran sesuai  kompetensi dasar. 

AYO BACA : Kepsek SMAN 19 Bandung Bantah Siswa Tak Dapat Nomor Ujian Jika Tak Bayar Edubox

"Mayoritas pada enggak upload ke sana. Pas anak membuka itu enggak muncul (soal)," ujarnya.  

Arief menilai guru-guru sulit berubah ketika dibawa ke arah kemajuan. Apalagi banyak guru yang hendak pensiun sehingga mereka masih menggunakan pola lama yang telah menjadi zona nyaman mereka. 

Tetapi, Arief mencoba untuk terus memanfaatkan Edubox dengan mendorong para guru supaya bisa mengunggah soal-soal tersebut. "Kita mencoba  itu kan harus (mengunggah)  nilai (siswa)  ada di komputer, itu sudah kita lakukan. Artinya mereka (sebenarnya) bisa kalau dipaksa," katanya.  

Arief mengaku sekolah sudah memberikan pelatihan dan sosialisasi terkait penggunaan Edubox sebanyak tiga kali. Ia pun telah memberikan pelatihan dari staf sekolah kepada pengguna untuk menjalankan aplikasi ini. 

Di sisi lain, keluhan Edubox yang beberapa kali mati disebabkan oleh jaringan yang sedang tidak baik. Apalagi cuaca dan kondisi musim hujan yang sedang melanda Kota Bandung membuat Edubox terkena masalah. 

"Edubox mati karena jaringan, kita sudah panggil beberapa kali dari Telkom, itu kan di luar wewenang kami, ya akibat musim hujan dan sebagainya sehingga  sering  trouble Edubox,"  jelasnya.

AYO BACA : Kota Depok Butuh Ruang Kelas dan Sekolah Baru

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers