web analytics
  

8 Tanda Remaja Akan Bunuh Diri

Minggu, 24 Februari 2019 20:59 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Sehat, 8 Tanda Remaja Akan Bunuh Diri, bunuh diri, tanda bunuh diri, atasi stres, atasi bunuh diri, bunuh diri karena narkoba,

Ilustrasi. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COMBunuh diri terjadi karena banyak alasan. Beberapa di antaranya karena tekanan ekonomi, merasa gagal dalam hidup, bahkan karena putus cinta. Tidak jarang, para pelaku, terutama remaja, menunjukkan tanda-tanda mereka akan bunuh diri.

Menurut Benny Prawira, Pendiri dan Ketua Koordinator Into The Light, komunitas yang mendorong kesadaran masyarakat terkait pencegahan bunuh diri, ada delapan tanda remaja akan melakukan bunuh diri.

1. Membicarakan keinginan bunuh diri

Tanda ini muncul secara implisit misalnya, “Aku menyesal telah dilahirkan” atau secara eksplisit “Aku ingin mati saja”.

2. Mencari cara mematikan untuk bunuh diri

Biasanya pelaku berusaha mendapatkan racun, pistol, atau mencari tahu tempat tinggi yang dapat digunakan untuk percobaan bunuh diri.

AYO BACA : Kecanduan Gawai dan Potensi Bunuh Diri pada Remaja

3. Putus asa akan masa depan

Mengutarakan perasaan tidak berdaya dan putus asa, merasa terjebak, dan merasa hidup tidak akan lebih baik di masa depan.

4. Membenci dan menghujat diri sendiri

Mungkin ada peristiwa yang tidak membuatnya nyaman, lalu mengungkapkan perasaan malu, bersalah, dan beban bagi orang lain.

5. Mengatur segala hal untuk ditinggalkan

Membuat wasiat dan memberikan benda-benda kesayangan pada orang terdekat.

AYO BACA : Psikolog: Cegah Bunuh Diri dengan Mencintai Diri Sendiri

6. Mengucapkan perpisahan

Ia bisa datang tiba-tiba lalu mengucapkan selamat tinggal seolah-olah tidak ingin bertemu lagi. Ada juga yang mengungkapkannya melalui media sosial.

7. Menarik diri dari orang lain

Ia merasa tidak nyaman bersama orang lain dan keinginan untuk sendiri jadi meningkat. Bahkan, beberapa di antaranya, sulit untuk dihubungi.

8. Perilaku merusak diri sendiri

Penggunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif atau NAPZA meningkat, juga perilaku yang membahayakan seperti menyetir ugal-ugalan.

Kecenderungan melakukan bunuh diri adalah masalah kesehatan jiwa yang sebenarnya bisa diantisipasi. Jika menemui tanda-tanda tersebut, orang tua atau orang-orang terdekat bisa mengajaknya mencari pertolongan ahli untuk memperbaiki kesehatan mentalnya, misalnya menemui psikiater atau dokter. 

AYO BACA : Unpad Sinyalir Kasus Bunuh Diri 2 Mahasiswanya Bukan Karena Skripsi

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers