web analytics
  

Yuk, Wisata ke Hutan Mangrove Muara Gembong

Minggu, 24 Februari 2019 16:41 WIB Ananda Muhammad Firdaus
Gaya Hidup - Wisata, Yuk, Wisata ke Hutan Mangrove Muara Gembong, Hutan Mangrove, Muara Gembong, Wisata Alam, Liburan,

Hutan Mangrove Muara Gembong. (Ananda M Firdaus/Ayobekasi.net)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Menyebut Bekasi, maka yang muncul dibenak adalah kemacetan. Ruas-ruas jalan penuh dijejali kendaraan, mulai dari kendaraan pribadi, angkutan massa, hingga angkutan-angkutan industri. Suasana hening hanya bisa didapat saat malam hari. Pun itu hanya cukup untuk melepas penat.

Namun jangan salah, di belahan utara, wilayah Bekasi mempunyai segudang lahan yang cocok dijadikan tempat berekreasi. Tepatnya di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Di sana terdapat sejumlah tempat yang bisa memanjakan mata, jauh dari hilir mudik kendaraan.

Kecamatan Muara Gembong terdiri dari enam desa. Dua di antaranya yakni Desa Pantai Mekar dan Pantai Bahagia memiliki berhektare-hektare hutan mangrove yang cocok dijadikan tempat berlibur. Untuk memasukinya, pengunjung hanya tidak mengeluarkan kocek sekira Rp5.000.

AYO BACA : 5 Tempat Piknik dan Wisata Alam di Bandung

Di Desa Pantai Mekar sendiri, Hutan Mangrove bahkan sudah diresmikan menjadi objek wisata bertajuk ekowisata. Tempat ini mulai dilirik pemerintah selain sebagai tempat konservasi, juga sebagai sarana edukasi akan pentingnya hutan mangrove.

Di sana pengunjung bisa menggunakan jembatan yang dicat berwarna-warni untuk menyusuri hutan mangrove. Walau tidak terlalu luas, sekitar tiga hektare, ekowisata mangrove di Pantai Mekar sangat cocok dikunjungi, apalagi untuk kaula muda yang tidak pernah puas mengabadikan momen lewat satu dua foto kala berlibur.

Disamping pohon bakau, terdapat beragam jenis pepohonan lokal Muara Gembong yang bisa dilihat di sana, misalnya pohon api-api, pidada, atep, dan jeruju.

AYO BACA : Bandung Barat Surganya Wisata Alam di Jabar

Disamping itu, daya tarik wisata alam Bekasi ini dikarenakan menjadi habibat beragam fauna. Jika beruntung, meski di luar hutan lindung, pengunjung bisa melihat monyet ekor panjang, lutung Jawa, biawak. Lalu terdapat puluhan jenis burung lokal, maupun migrasi dari Australia, misalnya kuntul besar, raja udang kalung biru, dan cangak abu.

Berbeda dengan wisata di Pantai Mekar, di desa sebelahnya, yakni Desa Pantai Bahagia, pengunjung bisa menyusuri hutan mangrove menggunakan perahu. Meski masih dikelola secara mandiri oleh warga setempat, namun pemandangan hutan mangrove tak kalah menarik daripada ekowisata mangrove Pantai Mekar.

Pengunjung tinggal menyewa perahu yang  banyak disediakan di sekitar permukiman warga. Kebanyakan penyewa perahu tidak mematok harga pasti. Namun sekalinya pengunjung mulai menaiki perahu untuk menyusuri sungai di sekitar hutan mangrove, rasa dahaga berlibur tergenapi.

Apalagi, setelah menyusuri hutan mangrove yang berjarak sekitar 30 menit tersebut, pengunjung akan dibawa ke satu pulau tempat satu pantai berada. Pantai tersebut masih terbilang perawan. Hanya perahu yang bisa mengaksesnya.

Ketika tiba di bibir pantai, hanya pemandangan alam yang terlihat. Pulau ini sangat dipenuhi pepohonan dan pasir sepanjang pantai, tak ada satupun bangunan. Pengunjung mungkin sama sekali tak akan percaya bahwa objek wisata ini memang benar-benar berada di Bekasi.

Untuk berkunjung ke dua tempat ini, pengunjung perlu menempuh jarak sekitar 50 kilometer dari arah Kota Bekasi atau sekitar 70 kilometer dari arah Jakarta. Rasa lelah, dua sampai tiga jam perjalanan dipastikan terbayar lunas jika pengunjung sudah melihat objek-objek wisata ini.

AYO BACA : Hidden Valley Hills, Wisata Alam yang Instagramable Banget

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers