web analytics
  

Puntung Rokok Jadi Sampah Terbanyak di Bumi

Minggu, 24 Februari 2019 14:29 WIB M. Naufal Hafizh

Ilustrasi. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COMPuntung Rokok jadi jenis sampah terbanyak di bumi yang ditemukan di lautan. Hal ini diketahui atas penemuan dari kelompok konservasi kelautan, Ocean Conservancy, yang berbasis di Whasington DC.

Ocean Conservancy mulai mengumpulkan sampah sejak 1986. Kelompok itu telah mengumpulkan lebih dari 60 juta punting rokok hanya di pantai sekitar Washington DC.

AYO BACA : Kang Pisman: Warga Riung Bandung Sulap Sampah Jadi Paving Block

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebiasaan membuang punting rokok sembarangan dilakukan oleh jutaan orang. Setidaknya dua pertiga puntung rokok ditemukan berserakan di trotoar atau selokan, dan akhirnya berujung di lautan.

Melansir CNN, Minggu (24/2/2019), sekira 6 triliun rokok diproduksi setiap tahun. Lebih dari 90 persen filternya mengandung plastik. Artinya, ada lebih dari 1 juta ton sampah plastik setiap tahun yang berasal dari rokok.

AYO BACA : Mang Mpud, Bukti Dedikasi dan Ketabahan Seorang Pengangkut Sampah

"Banyak perokok berasumsi penyaring rokok terbuat dari bahan yang bisa terbiodegradasi atau bisa diolah. Padahal, filter rokok terbuat dari selulosa asetat (jenis plastik yang butuh sekitar satu dekade untuk bisa terurai)," jelas Elizabeth Smith yang bekerja di kebijakan pengendalian tembakau di Universitas California San Francisco.

Selain itu, jenis sampah yang banyak ditemukan di laut adalah kemasan makanan.

Sepanjang 2015, Our World in Data mengklasifikasikan berbagai jenis sampah yang paling banyak di dunia. Urutan teratas ditempati oleh sektor kemasan makanan dan minuman dengan total lebih dari 146 juta ton per tahun.

Di urutan ketiga ada sampah kantung plastik. Keempat sedotan plastik yang baru bisa teruai setelah 500 tahun, dan kelima styrofoam yang banyak digunakan sebagai alternatif wadah makanan.

AYO BACA : Miris, 15% Pelajar di Kota Bogor Perokok

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers