web analytics
  

Ini 4 Inovasi yang Hantarkan Posyandu Sekeloa Jadi Terbaik Se-Indonesia

Kamis, 21 Februari 2019 16:29 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Ini 4 Inovasi yang Hantarkan Posyandu Sekeloa Jadi Terbaik Se-Indonesia, posyandu terbaik di Indonesia, Posyandu Sekeloa

Posyandu Wijaya Kusuma yang terletak di RW 13, Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. (Nur Khansa Ranawati/ayobandung.com)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Sudah enam kali Posyandu Wijaya Kusuma yang terletak di RW 13, Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, menyabet predikat posyandu terbaik di tingkat kota maupun nasional dalam rentang waktu 2004 hingga 2017. Prestasi terbaru ditorehkan di level nasional pada 2017 lalu sebagai posyandu terbaik se-Indonesia.

Usut punya usut, hal tersebut berhasil diraih karena inovasi yang dilakukan pengurus Posyandu Wijaya Kusuma dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat sekitar.

Berdasarkan keterangan Ketua Posyandu Wijaya Kusuma, Imas Marsiah, ada beberapa inovasi khas yang dilakukan posyandu ini secara konsisten. Salah satunya yang paling dikenal adalah Kasaba (Kader Sayang Bayi dan Anak), alias layanan pijat bayi keliling.

"Posyandu kami adalah posyandu multifungsi, atau posyandu generasi ketiga yang tidak hanya mampu memberikan pelayanan kesehatan, tapi juga mampu memberikan pelayanan pendidikan dan informasi sebanyak-banyaknya pada masyarakat," ungkap Imas kepada ayobandung.com, Kamis (21/2/2019).

Berikut menurut Imas empat inovasi yang dilakukan Posyandu Wijaya Kusuma.

1. Pijat Bayi

Tak sekedar penimbangan gizi dan imunisasi, posyandu ini juga memiliki fasilitas pijat dan spa bayi yang diberikan secara cuma-cuma oleh para kader terlatih. Pelatihan dilakukan bekerja sama dengan rumah sakit swasta Santo Borromeus. Imas mengatakan, setelah munculnya fasilitas ini, animo masyarakat sekitar untuk rutin datang ke posyandu semakin meningkat.

"Kader posyandu diberikan pelatihan oleh RS Borromeus untuk melakukan pijat bayi. Animo masyarakat juga bertambah untuk mulai rutin datang ke posyandu," jelas Imas.

2. Kasaba Online

Pijat dan SPA bayi tersebut bahkan bisa dilakukan door to door guna memudahkan para ibu dan bayi untuk mendapat fasilitas tersebut di luar jadwal operasional posyandu yang terbatas lewat Kasaba Online. Kota Bandung bahkan memberikan hibah motor operasional bagi Posyandu Wijaya Kusumah untuk melangsungkan program ini.

Teknisnya, para ibu dari bayi anggota posyandu digabungkan dalam satu grup WhatsApp bersama para kader. Nantinya, para ibu dapat memesan langsung pijat bayi di rumah mereka kepada para kader via aplikasi tersebut. 

"Kader memijat bayi yang mau dipijat ke rumahnya, serta mengajarkan cara memijat pada keluarganya karena yang paling baik untuk memijat adalah keluarganya, agar tali kasih sayang terjalin lebih erat," ujar Imas.

Bayi yang dipijat biasanya berusia 0 hingga 3 tahun. Hingga saat ini, jumlah bayi dan balita yang tergabung dalam Posyandu Wijaya Kusuma adalah 120 orang, dan yang telah memanfaatkan fasilitas ini ada sebanyak 40 orang sejak 2016. 

3. E-posyandu

E-posyandu merupakan aplikasi yang dapat digunakan untuk memantau tumbuh kembang dan kesehatan bayi serta balita yang tergabung dalam Posyandu Kenanga secara daring. Sehingga, apabila ada keganjilan dalam tumbuh kembang seorang anak, hal tersebut dapat dideteksi dengan segera.

"Sistem pelaporannya dilakukan secara online, tapi sekarang sedang offline," ungkapnya.

4. Dana Upaya Kesehatan Masyarakat (DUKM)
DUKM merupakan program urunan seluruh masyarakat yang ada di RW 13 Kelurahan Sekeola untuk dibelanjakan hal-hal yang berkaitan dengan fasilitas kesehatan untuk digunakan di posyandu. Program ini bisa dibilang merupakan program terlama yang dimiliki Posyandu Wijaya Kusumah. Setelah belasan tahun berjalan, DUKM telah berhasil dibelikan sebuah mobil ambulans.

"Besarannya adalah Rp500 per-bulan untuk setiap jiwa di RW 13," kata Imas.

Dia mengatakan, selain program-program inovasi di atas, posyandunya juga saat ini telah menjalankan program gagasan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Bandung, yakni Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PLIPA).

"Di dalamnya ada pelayanan informasi kepada masyarakat seputar HIV, human trafficking, KDRT, dan lain sebagainya," ungkapnya. 

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers