web analytics
  

Keluarga Owa Jawa Dilepasliarkan ke Habitatnya

Rabu, 20 Februari 2019 01:00 WIB Dadi Haryadi

Owa Jawa. (istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Lima ekor Owa jawa dilepasliarkan di hutan lindung Gunung Malabar, setelah direhabilitasi di Javan Gibbon Center, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Pelepasaliaran ini dilakukan kepada dua keluarga yaitu keluarga Jowi-Cuplis dan anaknya Maral yang lahir di pusat rehabilitasi serta pasangan Mimis-Cika. Sebelum dilepasliarkan mereka menjalani proses habituasi selama tiga bulan di Gunung Puntang, Hutan Lindung Gunung Malabar.

Owa jawa merupakan spesies karismatik, memiliki peran penting dalam merestorasi hutan secara alami dengan menyebarkan benih untuk membantu menjaga kesehatan hutan yang sangat penting untuk menunjang kehidupan manusia sebagai sebagai daerah resapan air dan menjaga siklus air, mencegah banjir dan bencana alam lainnya, penyuplai oksigen dan penyerap karbon, menjadi lokasi penelitian, sumber mata pencaharian, sumber obat-obatan dan lain-lain.

AYO BACA : BBKSDA Jabar Selamatkan Hewan Langka

Dengan perannya yang demikian besar sebagai sistem penyangga kehidupan, maka diperlukan upaya-upaya konservasi dengan pelibatan masyarakat. Salah satu upaya konservasi dimaksud adalah pelestarian Owa jawa dari ancaman kepunahan di habitat alaminya akibat perburuan, perdagangan serta kehilangan habitat melalui  pelepasliaran. 

Inisiatif pelepasliaran ini merupakan implementasi kerjasama Yayasan Owa Jawa dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang didukung Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Perum Perhutani, Conservation International Indonesia, Silvery Gibbon Project dan Pertamina EP Subang asset 3 Subang Field.

Pelepasliaran ini adalah yang keenam kalinya yang sebelumnya telah dilepasliarkan 19 individu sejak tahun 2013. Upaya pengembalian Owa jawa ke habitatnya bukanlah perkara mudah. Oleh sebab itu, kemitraan dan dukungan berbagai pihak sangat diperlukan untuk menyelamatkan primata ini dari kepunahan.

AYO BACA : Kukang Mati Korban Perburuan Ilegal Bertambah, IAR Indonesia Dorong Hukuman Maksimal

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Wahju Rudianto, mengatakan Owa jawa merupakan salah satu dari 25 satwa prioritas yang menjadi target sasaran strategis Ditjen KSDAE yang tertera pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2019 untuk ditingkatkan populasinya.

Program rehabilitasi Owa jawa di Javan Gibbon Center merupakan kerjasama Yayasan Owa Jawa dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang berperan penting dalam mempersiapkan Owa jawa yang pernah dipelihara masyarakat, kemudian dilepasliarkan untuk penguatan populasi di alam. 

Kepala Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Ahmad Ibrahim menjelaskan bahwa beberapa kawasan hutan lindung Perum Perhutani merupakan habitat owa jawa, tidak hanya di Jawa Barat namun juga di sebagian di Jawa Tengah. 
Oleh sebab itu, Perhutani berkomitmen untuk melestarikan owa jawa sekaligus mempertahankan habitatnya. Selain perlindungan terhadap owa jawa, sebagai entitas bisnis, Perhutani telah membuktikan kepada masyarakat nasional maupun internasional bahwa kepedulian kepada satwa-satwa yang dilindungi dan terancam punah lainnya juga telah dilakukan secara nyata berkat dukungan dan peran serta masyarakat setempat.

Armand Mel I, Subang Field Manager PT Pertamina EP Asset 3, menyatakan perusahaannya berkomitmen mendukung kegiatan pelestarian owa jawa dan habitatnya.

"Pertamina telah mendukung dan bekerja sama dengan Yayasan Owa Jawa sejak 2013 dalam program reintroduksi owa jawa dan penyadartahuan konservasi," ujarnya seperti dalam keterangan resmi yang diterima Ayobandung, Rabu (20/2/2019).

Selain itu PT Pertamina EP Asset 3 mendukung dalam pemberdayaan masyarakat melalui Program Melintang (Masyarakat Pecinta Alam Puntang) yang terfokus pada pemberdayaan ekonomi berupa budidaya tanaman kopi kepada warga Desa Campaka Mulya yang berada dibawah naungan LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Bukit Amanah yang lokasinya berbatasan langsung dengan area konservasi Owa jawa di Gunung Puntang.

AYO BACA : Lutung Jawa

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers