web analytics
  

Cerpen: Tentang Kami yang Harus Memendam Rasa

Kamis, 7 Februari 2019 08:06 WIB Netizen Netizen
Netizen, Cerpen: Tentang Kami yang Harus Memendam Rasa, cerpen, cerita pendek, cerpen ayobandung,

Ilustrasi.

Perangainya yang periang membuat siapapun yang dekatnya betah berlama-lama. Belum lagi wajahnya yang manis dan potongan rambut bob-nya , sungguh enak dipandang mata. Memang tidak secantik Dian Sastro, tapi parasnya memiliki daya magis.

Kami adalah mahasiswa tingkat dua, ilmu bahasa sebuah perguruan tinggi negeri di Jatinangor. Kami sudah berteman lama sejak menjadi mahasiswa baru. Seiisi kampus menuding kami pacaran karena sering terlihat berdua dan mesra.

Kami tidak memungkiri jika kami terlihat seperti sepasang kekasih.

Seperti sore ini saat kuliah memasuki jam ketiga. Kebiasaan, dia selalu duduk di barisan depan dan saya di belakang. Sering kedapatan kami masing-masing mencuri pandang.

"Apa sih, liat-liat," katanya tak bersuara dengan mata melotot.

Di lain kesempatan giliran, dia selalu mencariku. Namun selalu menolak mengakuinya.

"Kenapa cari-cari, kangen!?" tanyaku

"Ih geer, siapa yang nyari kamu. Traktir aku dong," balasnya, menyembunyikan sesuatu.

Ya begitulah keseharian kami. Saling ledek.

Sampai suatu hari, sehabis kuliah terakhirsekitar jam 4 sore, aku sengaja mengajaknya jalan terpisah dari geng kelas.

"Vi, aku mau ngomong serius," pintaku

"Ihh, emang bisa serius. Tumben, kerasukan setan apaan kamu," balasnya.

"Beneran ini serius. Penting banget," balasku lagi

"Apaan sih? bikin deg-degan,"

"Aku suka sama kamu, Vi," ku berusaha mengatakannya secepat mungkin.

"Whaattt!," balasnya diakhiri tawa meledak.

"Aku serius Vi,"

"Kamu ngomong apaan sih, aku nggak ngerti," timpalnya dengan sisa-sisa tawa.

"Beneran aku serius," jelasku sambil kupegang wajahnya dengan telapak tangan mengarahkan pandangan.

"Ini kamu beneran ngomong serius," katanya lagi. Kali ini mimiknya serius dan memandangku.

"Ya aku serius. Aku sayang kamu Vi," aku mengulang lagi.

Suasana menjadi diam. Jantungku berdetak lebih cepat.

Untuk pertama kalinya kulihat Vina yang kukenal selama dua tahun terakhir berkaca-kaca.

Dia menatapku lama dan dalam.

"Aku tau kamu menyimpan perasaan itu. Aku juga sayang kamu, tapi aku nggak bisa. Kamu lebih dari pacar," katanya dengan suara yang lirih bergetar.

Genangan air matanya mulai menetes. Kami berpandangan lama, tak berucap.

Aku diam tak menimpalinya. Cukup. Tak ada kata lagi yang harus kusampaikan.

Pandanganku terbuang jauh, sementara Vina tertunduk.

Hari semakin sore. Kami berjalan menuju pangkalan bus, masih diam tak bersapa dan bertatap. Hanya dua tangan bergandengan yang mengungkapkan apa yang kami rasakan. Gandengan tangan yang pertama dan untuk yang terakhir kalinya.

Di pangkalan Damri, aku menunggu hingga dia naik bus pulang. Kami baru bisa bertukar pandang, sesaat bus bergerak meninggalkan tempatnya. Dari luar kulihat matanya masih sembap.

"Ya kami tidak bisa meneruskan hubungan ini, karena kami berbeda agama."

- Triani Dewi

 

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

terbaru

Manajemen Kualitas Terpadu untuk Wajah Baru Pariwisata Indonesia

Netizen Jumat, 25 Juni 2021 | 10:35 WIB

Di tengah situasi pandemi Covid-19, pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak.

Netizen, Manajemen Kualitas Terpadu untuk Wajah Baru Pariwisata Indonesia, Manajemen Kualitas Terpadu,Wajah Baru,Pariwisata,Indonesia,COVID-19

Pandemi, Pendidikan Secara Daring, Lupa Sejarah

Netizen Kamis, 24 Juni 2021 | 11:02 WIB

Pandemi, Pendidikan Secara Daring, Lupa Sejarah

Netizen, Pandemi, Pendidikan Secara Daring, Lupa Sejarah , Pendidikan,Pandemi,COVID-19

Almarhum Markis Kido, Christian Eriksen, dan Buaian Indeks Pembangunan...

Netizen Kamis, 24 Juni 2021 | 09:35 WIB

Beberapa saat sebelum Markis Kido menghembuskan nafas terakhir, terdengar kabar kolapsnya Christian Eriksen.

Netizen, Almarhum Markis Kido, Christian Eriksen, dan Buaian Indeks Pembangunan Manusia, Markis Kido,Christian Eriksen,Indeks Pembangunan Manusia,IPM,Henti Jantung,Cardiac Arrest

Gelembung Renang Ikan Tuna Sirip Kuning: Bermanfaat untuk Manusia?

Netizen Kamis, 24 Juni 2021 | 09:25 WIB

Ikan Tuna begitu populer dikalangan masyarakat, karena memiliki banyak manfaat bagi kelangsungan hidup manusia.

Netizen, Gelembung Renang Ikan Tuna Sirip Kuning: Bermanfaat untuk Manusia?, Gelembung Renang,Ikan Tuna Sirip Kuning,Kesehatan,asam amino

Trend Minum Kopi di Indonesia dan Manfaat Gizinya

Netizen Rabu, 23 Juni 2021 | 15:39 WIB

Eksistensi kopi di Indonesia bermula dari budaya minum kopi pada masa kedatangan bangsa Belanda pada abad ke-17, ke Ind...

Netizen, Trend Minum Kopi di Indonesia dan Manfaat Gizinya, Minum Kopi,manfaat  minum kopi,sejarah kopi,trend minum kopi

Perokok Terburuk Adalah yang Orang Merokok Saat Berkendara

Netizen Rabu, 23 Juni 2021 | 13:05 WIB

Banyak orang masih melakukan tindakan yang mengganggu orang disekitarnya. Salah satunya dengan merokok saat mengendarai...

Netizen, Perokok Terburuk Adalah yang Orang Merokok Saat Berkendara, Rokok,Merokok,Perokok,Berkendara,mengendarai sepeda motor,pasal 283 UU Nomor 22 Tahun 2009

Memasuki Masa Pensiun

Netizen Rabu, 23 Juni 2021 | 10:41 WIB

Secara resmi, Raden Kartawinata dihentikan sebagai zelfstandig patih Sukabumi pada tanggal 8 Oktober 1905.

Netizen, Memasuki Masa Pensiun, raden kartawinata, sejarah sunda,tempo dulu

Begini Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Netizen Rabu, 23 Juni 2021 | 08:00 WIB

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita.

Netizen, Begini Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh, Daya Tahan Tubuh,Kesehatan,Tips,Gaya Hidup,Pola Makan

artikel terkait

dewanpers