web analytics
  

Mengapa Tanaman Hias Bisa Mati Jika Diberi Banyak Air?

Minggu, 3 Februari 2019 15:41 WIB Fira Nursyabani
Umum - Unik, Mengapa Tanaman Hias Bisa Mati Jika Diberi Banyak Air?, Tanaman Hias, Tanaman Hias Kering, Tanaman Hias Mati, Merawat Tanaman Hias

Tanaman Hias. (Pixabay)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pernahkah Anda tiba-tiba menemukan tanaman hias Anda yang awalnya begitu subur dan hijau kemudian menjadi layu dan berjamur? Bisa jadi hal itu disebabkan oleh kesalahan Anda dalam memberikan asupan air.

Untuk bisa memiliki tanaman hias yang cantik, Anda harus mengetahui apakah tanaman Anda cukup mendapatkan air. Namun, apakah Anda tahu, ternyata memberi air dalam jumlah banyak juga ternyata akan mematikan tanaman. Mengapa demikian?

Dilansir di Readers Digest, Anda dapat mengenali tanaman yang terlalu banyak air dari daunnya yang kuning, ujung daunnya yang coklat, dan penampilan daun yang lemas. Tanaman yang terlalu banyak air secara kronis juga akan mulai menggugurkan daunnya.

Akar tanaman akan menyedot semua air yang Anda berikan dan menyebarkannya melalui batang ke pembuluh di daun. Ketika daun sudah jenuh, sel-selnya akan meregang untuk menampung air tambahan. Jika air terus ditambahkan lebih banyak, maka sel-sel itu akan meledak.

Pada titik ini, beberapa akar akan membusuk dan mati. Jika akar mati, dedaunan di atasnya juga akan mati.

Ada beberapa yang mengatakan tanaman hias harus disiram seminggu sekali. Ternyata hal ini tidak benar. Tanaman membutuhkan air ketika sedang haus, dan tingkat kehausan mereka bervariasi berdasarkan spesies tanaman, musim pertumbuhan, dan kelembaban relatif tempat tanaman itu hidup.

Cara sederhana untuk menentukan apakah tanaman Anda membutuhkan air adalah dengan menyentuh tanahnya. Jika terasa kering, berarti tanaman itu membutuhkan air.

Namun jika Anda tidak mempercayai metode sentuhan ini, Anda dapat membeli alat ukur kelembaban. Jangan biarkan alat pengukur disimpan di bawah tanah sepanjang waktu. Masukkan saja ketika Anda berpikir tanaman itu mungkin siap untuk diberi air

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers