web analytics
  

Mang Mpud, Bukti Dedikasi dan Ketabahan Seorang Pengangkut Sampah

Rabu, 30 Januari 2019 16:26 WIB Fathia Uqimul Haq
Bandung Raya - Bandung, Mang Mpud, Bukti Dedikasi dan Ketabahan Seorang Pengangkut Sampah, Mang Mpud, Tukang sampah, TPS Andir, PD Kebersihan Kota Bandung, dedikasi, dedikasi rakyat kecil, dedikasi orang kecil, petugas sampah, petugas kebersihan

Mpud, pengangkut sampah yang sudah bekerja selama lebih dari 20 tahun untuk PD Kebersihan Kota Bandung. (Fathia /ayobandung.com)

ANDIR, AYOBANDUNG.COM--Sore itu, Mpud (55) duduk di bawah tenda-tenda yang memagari pasar sembari melihat truk melintas membawa sampah di TPS Pasar Andir. Sambil mengistirahatkan badan, dia menunggu momen itu berakhir hingga tiba waktu untuknya pulang. Aktivitas itu ia saksikan setiap hari usai mengangkut sampah. 

Mpud bekerja sebagai petugas kebersihan di bawah PD Kebersihan Kota Bandung. Lebih dari 20 tahun Mpud mengangkut sampah dengan menarik gerobak dari Kebonjati hingga Pasar Andir. 

"Saya ambil (sampah) dari Kebonjati, terus sampah-sampah rumah tangga, dan saya buang di TPS Pasar Andir," katanya, Rabu (30/1/2019). 

Suasana pengangkatan sampah sudah jadi makanan sehari-hari. Para petugas beradu dengan sampah yang belum dipisahkan, mengangkat sampah sayuran ke tempat penampungan besar, kemudian menutup wadah sampah truk dengan kain dan tali. 

"Kelihatan, kan, Neng, itu mobil depannya sampai keangkat. Itu teh terlalu banyak sampahnya," ujarnya.

AYO BACA : Anjing Ini Diadopsi Beserta Surat Manis yang Mengharukan dari Seorang Bocah Cilik

Hari ini truk sampah datang tengah hari. Sudah dua minggu truk tak lagi mengambil sampah pukul 08.00 pagi. Truk operasional selama dua minggu ini, kata Mpud, adalah truk pengganti. Truk yang biasa sedang mogok. 

Seperti kebanyaka TPS lainnya, sampah di TPS Pasar Andir membuat kotor jalanan. Bahkan, sepanjang jalan menuju pasar, dari Jalan Kebonjati, bau tak sedap terus beriringan dengan truk itu.

Tumpukan sampah di TPS begitu banyak. Tak diketahui jumlah pastinya, namun Mpud yakin sampah di sana berton-ton massanya. 

"Harusnya truk bisa angkut dua kali, baru TPS bisa bersih. Kalau cuma sekali mah ya enggak bakal bersih," ucap Mpud. 

Dia tidak tahu alasan truk hanya mengambil sampah satu kali saja. Katanya, dari "atasnya" sudah begitu. Mereka hanya mengambil sampah seukuran badan truk. Sisa sampah lainnya, tunggu esok hari. 

AYO BACA : Kian Melempemnya Usaha Penarik Kuda Jalan Ganesa

Pria asal perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang ini berkisah, semakin tahun, sampah di TPS Pasar Andir semakin banyak; semakin bau dan bergelimang.

Pemisahan sampah basah dan sampah kering pun tidak dilakukan. Paling tidak hanya botol dan kaleng serta plastik yang dipisahkan untuk dijual kembali oleh pengepul. 

Sebentar lagi Mpud pensiun. Dia akan merindukan masa ketika setiap pagi dirinya harus berangkat menaiki elf BP alias Bandung-Panjalu. Sore harinya, dia akan menaiki kereta lokal Bandung-Cicalengka untuk bertemu keluarga. Mpud harus mengeluarkan Rp50.000 setiap hari demi mengangkut sampah, yang semakin tahun semakin bertambah seperti usianya.

"Gaji saya Rp2,3 juta, ya habis sih sama ongkos. Tapi 'kan di jalan suka ada yang ngasih-ngasih aja," ujar pria kelahiran 1964 itu. 

Setelah pensiun, Mpud akan beristirahat di rumahnya, di kawasan Curug Cinulang, Cicalengka perbatasan Sumedang.

Dia tak akan lagi kenakan baju kebesarannya yang berwarna kuning berlengan pendek, dipadu dengan kaus panjang supaya tangannya tidak terkena terik matahari. 

"Iya sok, boleh teh foto (untuk saya kenang)," katanya sembari tersenyum. 

AYO BACA : Ini Alasan Ketika Bahagia Bisa Langsung Sedih

Editor: Andri Ridwan Fauzi
dewanpers