web analytics
  

Sejarah Pasar Andir, Begini Ceritanya

Selasa, 29 Januari 2019 01:00 WIB Anya Dellanita
Bandung Baheula - Baheula, Sejarah Pasar Andir, Begini Ceritanya, Sejarah Pasar Andir, Bandung Baheula, Pasar Andir, Buku Bandung Citra Sebuah Kota,

Pasar Andir. (Anya Dellanita/Ayobandung.com)

ANDIR, AYOBANDUNG.COM--Melihat kondisi Pasar Andir sekarang, sulit dibayangkan kalau dulunya tempat ini adalah sebuah kamp tawanan perang. Iya, pasar Andir yang selalu ramai itu dulunya dipakai jadi tempat untuk menahan para orang kulit putih.

Pasar Andir adalah salah satu dari sekian banyak bangunan tua yang menjadi saksi sejarah. Walaupun bangunan utama sudah banyak direnovasi dan mengikuti perkembangan zaman, beberapa bagian masih mempertahankan bentuk art deco jadulnya.

AYO BACA : Bandoeng Baheula: 8 Banjir Besar yang Pernah Terjadi di Cikapundung

Setelah Kota Bandung jatuh di tangan Jepang pada tahun 1942, kekuasaan langsung diambil alih. Kemenangan Jepang ini menyebabkan penangkapan orang-orang kulit putih, yang kemudian ditahan di kamp konsentrasi.

Ada 17 tempat di kota Bandung yang dipakai untuk menahan orang kulit putih dan keluarganya. Di antara tempat-tempat tersebut, ada dua titik di Jalan Waringin, yakni Pasar Andir dan Biara Stella Maris.

AYO BACA : Bandoeng Baheula: Sumur Bandung, Sumur yang Dikeramatkan

Melansir buku Bandung Citra Sebuah Kota, Senin, (28/1/2019), R.P.G.A  Voskuil menyebutkan bahwa ada sekitar 550 orang tawanan disekap dan dikonsentrasi dalam Pasar Andir. Beberapa hari setelahnya, 500 orang di antara 550 tahanan tersebut dipindahkan ke kamp lain, yakni Biara Stella Maris. Namun beberapa waktu kemudian, para tahanan tersebut dikembalikan ke kamp Pasar Andir. 

Pada akhir tahun 1942, kamp Pasar Andir ditutup dan semua tahanannya dipindahkan ke kamp yang letaknya dekat dengan Stasiun Bandung, Palace Hotel.

Setelah itu, beberapa tahanan dipindahkan ke Biara Stella Maris. Selain tahanan daerah, jumlah tahanan bertambah dengan adanya tahanan dari daerah Garut, Tasikmalaya dan Jawa Tengah, sehingga tahanan di Biara mencapai 1000 orang. Pada peralihan tahun 1943-1944, sebagian tahanan dibebaskan dari Stella Maris, semantara sebagian besar tahanan dikembalikan ke Pasar Andir, ada juga yang dipindahkan ke komplek Batalion 15 Bandung dan Baros 5 Cimahi. Setelah kamp bersih dari kegiatan internir, kamp ditutup pada 1944.

Tua juga ya umurnya Pasar Andir ini.

AYO BACA : Mengenal Sejarah Balai Kota Bandung yang Dulunya Gudang Kopi

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers