web analytics
  

Merawat Gigi Secara Teratur Bisa Mengindari Penyakit Lupa

Senin, 28 Januari 2019 02:00 WIB Mildan Abdalloh
Gaya Hidup - Sehat, Merawat Gigi Secara Teratur Bisa Mengindari Penyakit Lupa, Kesehatan, Gigi, Merawat Gigi, Pikun, Penyakit Lupa,

(Pixabay.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Rawatlah gigi secara teratur, baik menyikatnya, maupun berkonsultasi dengan doket secara teratur.

Banyak manfaat yang bisa didapat ketika merawat kesehatan gigi, bukan hanya akan menambah senyum terlihat cerah. Merawat kebersihan gigi, ternyata dapat meningkatkan daya ingat atau mencegah penyakit lupa.

Dilansitr dari health.com, sebuah studi baru yang diterbitkan di Science Advances merinci penemuan baru dalam penelitian demensia, terkait sebuah bakteri yang disebut Porphyromonas gingivalis, atau P. gingivalis, yang berhubungan dengan periodontitis telah ditemukan pada otak pasien dengan penyakit Alzheimer. Periodontitis adalah bentuk lanjut dari penyakit gusi, atau infeksi jaringan yang mendukung gigi, kata American Dental Association (ADA).

Penyakit Alzheimer adalah kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku pada penderita akibat gangguan di dalam otak yang sifatnya progresif atau perlahan-lahan.

Pada fase awal, seseorang yang terkena penyakit Alzheimer biasanya akan terlihat mudah lupa, seperti lupa nama benda atau tempat, lupa tentang kejadian-kejadian yang belum lama dilalui, dan lupa mengenai isi percakapan yang belum lama dibicarakan bersama orang lain.

AYO BACA : Kelebihan dan Kekurangan Veneer Gigi

Penelitian ini dilakukan oleh Cortexyme, Inc., sebuah perusahaan farmasi tahap klinis swasta, yang mengatakan bahwa penemuan ini adalah langkah menuju obat yang secara efektif dapat memblokir patogen.

Terlebih lagi, dalam percobaan pada tikus, penulis penelitian mencatat, infeksi P. gingivalis oral juga memacu produksi beta amiloid, protein yang berkumpul bersama dan merupakan ciri khas penyakit Alzheimer.

Terakhir, mereka menemukan bahwa racun yang dikeluarkan oleh P. gingivalis (disebut gingipain) ada dalam sel-sel otak penderita Alzheimer. Pada dasarnya, Alzheimer mungkin, sebagian, merupakan jenis infeksi otak.

Perusahaan telah mengembangkan obat investigasi yang disebut COR388. Mereka mengatakan bahwa uji praklinis telah menunjukkan bahwa pengobatan CORE388 adalah pelindung otak dan mengurangi bakteri P. gingivalis ini, produksi beta amiloid, dan peradangan.

"Sekarang, untuk pertama kalinya, kami memiliki bukti kuat yang menghubungkan patogenesis intraseluler, Gram-negatif, P. gingivalis, dan patogenesis Alzheimer sementara juga menunjukkan potensi untuk kelas terapi molekul kecil untuk mengubah lintasan penyakit," tutur Stephen Dominy , MD, salah satu pendiri Cortexyme seperti dilansir health.com.

AYO BACA : Cara Ampuh Mengobati Gusi Berdarah

Penelitian hubungan antara penyakit gusi dan demensia bukan yang pertama dilakukan. Sebuah ulasan pada tahun 2017 dalam jurnal Frontiers in Aging Neuroscience, misalnya, menunjukkan hipotesis kerja lain bahwa peradangan kronis dari penyakit periodontal yang mendorong perkembangan Alzheimer.

Fakta bahwa para ilmuwan memiliki obat yang menjanjikan yang menargetkan proses ini menarik, tetapi juga menunjukkan sesuatu yang sangat sederhana yang dapat lakukan di rumah, yakni merawat Gusi. 

Penelitian lain menunjukkan bahwa orang lanjut usia yang menderita kehilangan gigi lebih mungkin untuk mengalami gangguan memori ringan. Dalam sebuah makalah di Alzheimer dan Dementia, para peneliti New York University menunjukkan bahwa mencegah penyakit periodontal adalah salah satu faktor gaya hidup yang dapat menurunkan risiko penurunan kognitif pada tahun-tahun berikutnya.

Hampir setengah dari orang dewasa di atas 30 di AS menderita periodontitis kronis.Jadi, merawat kesehatan mulut sangatlah penting untuk dilakkukan.

Gingivitis adalah prekursor periodontitis, dan kondisi ini disertai dengan tanda-tanda peringatan yang dapat  ditemukan dengan mudah. Tanda-tanda awal termasuk gusi yang merah, bengkak, dan berdarah saat Anda menyikat. Pada titik ini, anda masih bisa membalikkan keadaan dengan kebersihan mulut yang tepat dan kunjungan ke dokter gigi, itulah sebabnya mengapa sangat penting untuk menjaga janji temu yang teratur. Tetapi begitu berkembang, banyak hal bisa menjadi sangat buruk sehingga Anda kehilangan gigi. Ingin gigi palsu semakin tua? Kami tidak berpikir begitu.

Sikat dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride, benang (atau gunakan jenis pembersih lain untuk sampai ke ruang di sela-sela gigi), makan makanan yang sehat, dan lihat dokter gigi secara teratur.

AYO BACA : Kesadaran Masyarakat Indonesia soal Gigi Rendah, RSGM Unpad Beri Layanan Gratis

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers