web analytics
  

Chat ke Kusmana Bisa Tahu Tarif Transportasi Berdasarkan Cuaca

Jumat, 25 Januari 2019 03:52 WIB Fathia Uqimul Haq
Bandung Raya - Bandung, Chat ke Kusmana Bisa Tahu Tarif Transportasi Berdasarkan Cuaca, Kusmana,lalu lintas bandung,antonius yonanda,cuaca,aplikasi cuaca

Antonius Yonanda memperlihatkan aplikasi yang telah dibuatnya dalam ajang Hackathon 2019, Kamis (24/1/2019).(Fathia)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM--Tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil membuat empat layanan terkait cuaca dalam memanfaatkan perangkat IP Weather yang disediakan Pemkot Bandung. Mereka adalah Aditya Laksana, Antonius Yonanda, dan Faturahman Yudanto.

Tim mereka berhasil menyabet juara ketiga ajang Hackathon 2019 setelah menyisihkan 38 pengembang se-Indonesia. 

Mereka membuat empat layanan yang terdiri atas chat bot Kusmana di aplikasi Line, dashboard website untuk pemerintah, widget di ponsel, dan digital sign ads. 

Chat bot yang mereka kembangkan melalui aplikasi Line @ bernama Kusmana. Kelebihannya, chat bot ini mampu menyediakan survey terkait curah hujan berdasarkan informasi masyarakat.

"Ketika habis hujan ada survei bagaimana hujan hari ini? Deras, sedang, atau gerimis," kata Antonius Yonanda, Kamis (24/1/2019). 

Hal itu dilakukan supaya informasi intensitas hujan bisa lebih akurat sehingga masyarakat lebih nyaman menggunakan chat bot ini. 

Di sisi lain, Kusmana hadir sebagai penyedia informasi ketika lalu lintas tengah macet disebabkan hujan. Akibatnya, tarif angkutan daring bisa merangkak lantaran cuaca yang tak bersahabat atau permintaan sedang naik. 

"Ada situasi ketika hujan biasanya macet, tarif angkutan naik, kita bisa kasih  informasi harganya lagi naik," ujarnya.

Kusmana akan memberikan opsi transportasi yang digunakan mulai dari tarif angkutan daring hingga angkutan umum.
Pilihan tersebut mendorong masyarakat supaya memilih angkutan umum dengan harga lebih terjangkau meski lalu lintas dan cuaca tengah buruk. 

"(Layanan kami) jadi traffic agency control yang berfungsi  mengatur lalu lintas," ucapnya. 

Layanan kedua yang mereka kembangkan adalah digital sign ads yang berisi kondisi cuaca dengan peta digital yang berisi soal kondisi lalu lintas. Informasi ini dapat dipampang di baligo elektronik supaya motor atau mobil yang berada di tengah macet dapat mengetahui arah mana yang bisa mereka lalui. 

"(Informasi) dipasang di jalan supaya orang pas mengemudi, misalnya pas lurus macet tapi ke kiri lancar, sehingga mereka dengan mudah bisa belok kiri," jelasnya. 

Layanan ketiga berupa widget informasi cuaca dan kemacetan buat di ponsel. Dengan demikian pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi cuaca dan peta digital untuk melihat lalu lintas. 

"Orang enggak perlu unduh aplikasi, log in, buka aplikasi buat buka cuaca jadi tinggal lihat widget di ponsel udah bisa lihat suhu, info kemacetan, dan cuaca," ujar mahasiswa jurusan Teknologi Informasi 2016 itu. 

Terakhir, ketiga mahasiswa ini membuat dashboard website untuk pemerintah supaya mempermudah kerja aparat saat terjadi kebencanaan. Mereka akan mengetahui kondisi kemacetan dan cuaca real time guna mencegah hal yang tidak diinginkna. 

"Berdasarkan data yang sudah didapat, pemerintah bisa tahu kondisi real lalu lintas, jadi nanti mereka bisa tahu kapan dan di mana harus mengerahkan aparat keamanan seperti polisi atau dishub," paparnya. 

Semua layanan ini masih perlu pengembangan lebih lanjut. Pasalnya mereka baru saja merealisasikan usulan menjadi sebuah prototipe dalam waktu 10 jam saja. Namun, pengguna sudah bisa menambahkan Kusmana di aplikasi Line untuk mengetahui informasi terkini soal cuaca, lalu lintas, dan tarif angkutan umum. 

Antonius menjelaskan ide ini muncul ketika Pemkot Bandung mengungkapkan keluhan warga yang paling banyak adalah soal kemacetan, banjir, dan bencana. Tim ini pun langsung terpikir untuk menyelesaikan masalah itu lewat aplikasi pengatur lalu lintas. 

Karena aplikasi ini bermodel business to government, mereka berharap supaya karya tersebut dapat dikembangkan untuk pemerintah, baik secara afiliasi atau diambil sepenuhnya. Supaya hasil ini dapat dinikmati oleh pemerintah demi kelancaran lalu lintas. 

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Waktu Imsak dan Salat Bandung 15 April 2021

Bandung Kamis, 15 April 2021 | 03:31 WIB

Waktu Imsak dan Salat Bandung 15 April 2021 atau 3 Ramadan 1442 H: Imsak: 04:25 WIB; Subuh: 04:35 WIB; Duha: 06:15 WIB;...

Bandung Raya - Bandung, Waktu Imsak dan Salat Bandung 15 April 2021, Waktu imsak Bandung,Waktu Imsak,Waktu imsak hari ini,Jadwal Salat Bandung,Waktu salat Bandung,jadwal Salat Bandung hari ini,Salat Bandung,Waktu salat Bandung dan sekitarnya hari ini

Batasi Konsumen Pilih Jasa Ekspedisi, Shopee Terancam Sanksi Rp1 Milia...

Bandung Rabu, 14 April 2021 | 22:09 WIB

Mengacu kepada Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, Shop...

Bandung Raya - Bandung, Batasi Konsumen Pilih Jasa Ekspedisi, Shopee Terancam Sanksi Rp1 Miliar, Shopee,Shopee Terancam Sanksi,Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU),Shopee Batasi Konsumen Pilih Jasa Ekspedisi

Konsumen Shoppe Dibatasi Pilih Jasa Ekspedisi, KPPU: Konsumen Harus Be...

Bandung Rabu, 14 April 2021 | 21:56 WIB

Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil III Kota Bandung Aru Armando menegaskan, para konsumen yang membel...

Bandung Raya - Bandung, Konsumen Shoppe Dibatasi Pilih Jasa Ekspedisi, KPPU: Konsumen Harus Bebas Memilih, Shoppe,Konsumen Shoppe Dibatasi Pilih Jasa Ekspedisi,Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)

Selain Terima Suap, Ajay M Priatna Juga Nepotisme

Bandung Rabu, 14 April 2021 | 20:19 WIB

Tidak hanya meminta uang suap sejumlah Rp3,2 miliar, Wali Kota Cimahi Nonaktif Ajay Muhammad Priatna juga melakukan tind...

Bandung Raya - Bandung, Selain Terima Suap, Ajay M Priatna Juga Nepotisme, Wali Kota Cimahi Nonaktif Ajay Muhammad Priatna,Suap Ajay M Priatna,KPK Ajay M Priatna,Suap Proyek Kasih Bunda Cimahi

Dana Insentif Nakes Kota Bandung Belum Cair 4 Bulan

Bandung Rabu, 14 April 2021 | 17:45 WIB

Penyebabnya, usai pengesahan, dana tersebut sudah tersebar dan terdistribusikan di berbagai dinas di lingkungan pemerint...

Bandung Raya - Bandung, Dana Insentif Nakes Kota Bandung Belum Cair 4 Bulan, Insentif Covid-19,Insentif tenaga medis Covid-19,Insentif tenaga kesehatan Covid-19,insentif tenaga medis Bandung,insentif Covid-19 Bandung

Jambret Paling Dicari di Bandung Akhirnya Tertangkap

Bandung Rabu, 14 April 2021 | 17:12 WIB

Satu di antaranya terpaksa dihadiahi timah panas oleh petugas karena mencoba melawan dan melarikan diri.

Bandung Raya - Bandung, Jambret Paling Dicari di Bandung Akhirnya Tertangkap, jambret Bandung,Begal Bandung,kriminal Bandung ditangkap,Kriminal Bandung,Polrestabes Bandung

Lelang Pengelolaan GBLA Dipercepat Pemkot Bandung

Bandung Rabu, 14 April 2021 | 16:53 WIB

Pengelolaan Stadion GBLA oleh pihak ketiga menjadi jalan tengah untuk bisa mengoptimalkan fungsi stadion. 

Bandung Raya - Bandung, Lelang Pengelolaan GBLA Dipercepat Pemkot Bandung, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA),Lelang Pengelolaan GBLA,Pemkot Bandung,Wali Kota Bandung Oded M. Danial,Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),Kota Bandung,Kepala Dispora Eddy Marwoto

Keppres Cuti Bersama Sudah Terbit, Begini Respons Sekda Kota Bandung

Bandung Rabu, 14 April 2021 | 16:40 WIB

Melalui Keppres tersebut, cuti bersama ASN selama tahun 2021 hanya dua hari.

Bandung Raya - Bandung, Keppres Cuti Bersama Sudah Terbit, Begini Respons Sekda Kota Bandung, Keppres Cuti Bersama,Sekda Kota Bandung,Ema Sumarna

artikel terkait

dewanpers