web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Anis, Perajin Wayang Golek yang Konsisten Lestarikan Kearifan Lokal Jabar

Kamis, 24 Januari 2019 20:46 WIB Dede Nurhasanudin

Anies sedang membuat aksesoris wayang golek.

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Usia senja tak menyurutkan semangat untuk melestarikan kearifan lokal Indonesia, khususnya Jawa Barat.

Adalah Anis Warga Kampung Citapen Rt08/ 03 Desa Sukajaya Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta tetap menekuni kerajinan wayang golek.

Melalui keahlian tangannya wayang golek berbahan dasar kayu lame itu disulap menjadi berbagai macam asesories yang mampu menarik perhatian pembeli. 

Bahan dasar putihan aksesories wayang golek pulpen, gantungan kunci dan maskot dia peroleh dari pengrajin desa tetangga. Wayang putihan itu kemudian diwarnai menggunakan chat kayu dan diseragami untuk aksesoris wayang golek maskot.

Perempuan berusia 50 tahun itu menekuni bermacam-macam aksesoris wayang golek tersebut sejak tahun 1995.

Dia mengaku tetap konsisten melestarikan kebudayaan Sunda ini selain menjadi mata pencaharian juga ingin mempertahankan kearifan lokal khas Jabar.

"Aksesoris wayang golek ini saya kirim ke Jakarta, Jogja, dan sejumlah daerah di Jabar, di antaranya Bandung dan Sumedang," kata ibu enam anak itu, Kamis (24/1/2019).

Anis kirim aksesoris wayang golek ke luar kota satu atau dua bulan sekali. Untuk jumlahnya itu sendiri tidak menentu bagaimana pesanan. Namun kata Anis setiap kali pengiriman tidak kurang dari 5.000.

Ia mengatakan, harga aksesoris wayang golek ini berparian. Rp8.000-10.000 untuk satu buah wayang maskot, wayang pulpen dan gantungan kunci Rp6.000.

"Jika dandanannya lebih sempura, untuk wayang maskot mencapai Rp35.000-Rp50.000 perbuah," pungkasnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers