web analytics
  

Mengupas Sejarah Pasar Baru Bandung

Kamis, 24 Januari 2019 16:06 WIB Anya Dellanita
Bandung Baheula - Baheula, Mengupas Sejarah Pasar Baru Bandung, Pasar Baru, Pasar Baroeweg, Bandung Baheula,

Pasar Baru. (Anya Dellanita/Ayobandung.com)

ANDIR, AYOBANDUNG.COM--Siapa tak kenal Pasar Baru Bandung? Pasar yang dulu bernama Pasar Baroeweg ini dikenal dengan harga barangnya yang murah. Namun, mungkin tidak banyak yang tahu sejarah Pasar Baru sampai bisa seperti sekarang. Nah, mari kita simak rangkuman dari berbagai sumber berikut.

Pasar Baru bisa dibilang merupakan pasar tertua di kota Bandung. Pasar ini merupakan pengganti pasar lama di daerah Ciguriang (sekarang sekitar jalan Kepatihan) yang terbakar akibat kerusuhan Munada pada tahun 1842. Selain karena kerusuhan tersebut, menurut sejarawan Prof. A. Sobana Hardjasaputra, alasan dibuatnya Pasar Baru adalah karena posisinya dekat dengan sumber ekonomi warga, stasiun Bandung.

AYO BACA : Bandoeng Baheula: Soekarno Mengendorse Pengusaha Tionghoa Pasar Baru

Munada adalah seorang Cina Muslim dari Kudus yang bekerja pada Nagel, seorang asisten residen saat itu. Tetapi Munada bersifat buruk, ia mengkhianati kepercayaan Nagel dengan menyelewengkan dana sehingga dipenjarakan. Merasa terhina, Munada mengajak Raden Naranata yang juga dendam pada atasannya itu untuk membunuh Nagel. Mereka memutuskan untuk membakar Pasar Ciguriang lalu membunuh Nagel dengan menusuknya.

Dampak dari peristiwa itu adalah tercerai-berainya para pedagang. Untuk menampung para pedagang, maka pada tahun 1844 dibuatlah lokasi penampungan di sisi barat kawasan Pecinan. Kawasan inilah yang kemudian dikenal sebagai kawasan Pasar Baru.

AYO BACA : Pemkot Bandung Akusisi Pengelolaan Pasar Baru Trade Center

Mengutip dari tulisan direktur Komunitas Aleut Ridwan Hutagalung, Cerita dari Pasar Tertua di Bandung (bagian pertama), disebutkan bahwa sebenarnya pada masa ini sudah ada usaha perdagangan di sekitar Pasar Baru. Sekarang, nama pengusaha saat itu dijadikan nama jalan di sekitaran Pasar Baru.

Pada tahun 1970, didirikan bangunan baru yang semi permanen. Pada bangunan ini, jajaran pertokoan ditempatkan di depan, dan di belakangnya diisi oleh los-los pedagang.

Pada tahun 1926, diadakan pengembangan dengan dibangunnya kompleks pertokoan yang lebih luas dan teratur. Selain itu, dibuat 2 pos yang mengapit jalan masuk menuju kompleks Pasar Baru. Pos-pos ini memiliki atap yang unik, dibuat dengan bahan karet mirip ebonit yang dipasang secara diagonal. Sayangnya, ciri khas ini sudah tidak bisa ditemukan lagi karena adanya peremajaan pasar pada tahun 1970-an.

Pasar Baru Bandung sempat meraih predikat sebagai pasar terbersih se-Hindia Belanda pada tahun 1935. Sayangnya, perombakan pada tahun 1970 membuat bentuk bangunan lamanya hilang, yang bertahan hanya konsep pasar tradisionalnya saja. Perombakan berikutnya terjadi pada tahun 2001 hingga bentuknya menjadi seperti yang kita kenal sekarang.

Bangunan Pasar Baru yang sekarang kita kenal mulai dibangun pada tahun 2001 dan selesai serta diresmikan oleh Wali Kota Bandung pada tahun 2003. Pembangunan dilakukan untuk memperbaiki dan mempermodern Pasar Baru Bandung serta merubah konsepnya dari pasar tradisional menjadi Trade Center.

AYO BACA : Ambil Alih, PD Pasar Bermartabat Rancang Inovasi untuk Pasar Baru

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers