web analytics
  

Menilik Sejarah Bangunan Polrestabes Bandung

Kamis, 24 Januari 2019 07:53 WIB Anya Dellanita
Bandung Baheula - Baheula, Menilik Sejarah Bangunan Polrestabes Bandung, Bangunan polrestabes bandung,polrestabes bandung

Mapolrestabes Bandung di Jalan Jawa.

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Melihat dari sejarah pembangunannya yang baru dimulai sejak dipindahkannya pusat pemerintahan ke Cikapundung, tidak aneh jika beberapa bangunan di Bandung masih kental dengan aura kolonial Belanda.

Salah satu di antara bangunan tersebut adalah gedung Polrestabes Bandung yang terletak di Jalan Merdeka Nomor 18-21 Bandung. Mungkin jika melihat bentuknya sekarang, tidak ada yang menyangka kalau gedung ini dulunya adalah sebuah sekolah.

Gedung ini dibangun dengan gaya arsitektur neoklasik pada tahun 1866 atas inisiatif seorang Belanda bernama K.F. Hole. Gaya bangunan neoklasik ini sangat digemari oleh para tuan tanah kaya di era 1800-an, karena dianggap memperlihatkan kekuasaan.

Ratusan tahun lalu, gedung ini digunakan sebagai sekolah untuk mendidik orang pribumi menjadi guru dan diberi nama Hollandsche Indische Kweekschool (HIK). Sekolah ini didirikan oleh Raden Haji Mohammad Musa dan K.F. Hole, seorang administratur Perkebunan Teh Waspada di daerah Cikuray, Garut.

Menurut anggota komunitas aleut M. Rzyki Wiryawan dalam tulisannya yang berjudul Sekolah Kolonial Belanda: Osvia dan Kweekschool,” pendirian sekolah tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan Raja Belanda pada 30 September 1848 tentang pembukaan sekolah dasar negeri.

Syarat masuk sekolah ini hanya satu, yakni pendaftar harus berusia 14 tahun. Sekolah ini telah mencetak beberapa tokoh nasional seperti Abdul Haris Nasution dan Otto Iskandardinata.

Menurut sejarawan Prof. A. Sobana Hardjasaputra, dulu HIK mendapat julukan unik dari warga sekitar, yakni “sekolah raja”.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers