web analytics
  

Psikolog: Ini Penyebab Aksi Pencabulan

Rabu, 23 Januari 2019 17:23 WIB Fathia Uqimul Haq
Bandung Raya - Bandung, Psikolog: Ini Penyebab Aksi Pencabulan, Pencabulan, Guru Les Privat, Psikolog,

(unsplash.com)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM--Lagi-lagi pencabulan terjadi di Kota Bandung. Pelaku yang merupakan guru les privat tega mencabuli 34 anak didiknya selama ia mengajar. Tindakan asusila tersebut dilakukan saat siswanya berkumpul di rumah pelaku dengan sengaja memutar video tak senonoh di laptopnya. Kemudian mencabuli para korban dan merekam aksinya.

Seluruh korban adalah laki-laki yang diiming-imingi duit Rp20.000. Berdasarkan pemeriksaan polisi, dia telah berulang kali melakukan hal itu selama menjadi guru les. Kasus ini terungkap saat salah satu orang tua korban melapor ke kepolisian. Pasalnya, sang orang tua melihat sejumlah video tak senonoh di ponsel anaknya. Dalam rekaman video, anaknya diperlakukan tak senonoh oleh sang guru.

Psikolog Anak dan Remaja, Pamela Anggia Dewi mengatakan penyebab pelaku beraksi meupakan masalah yang sangat kompleks. Bisa penyebab lingkungan yang mendukung perbuatan hina itu, penyimpangan seksual, pedofilia, hypersexual, atau punya trauma atau luka batin baik berkaitan atau tidak secara spesifik.

"Bisa juga karena memang pelaku terpapar sama pornografi, kalau terus menerus dilihat pengaruh ke pikiran perasaan hasrat seksual jadi berlebih dan gabisa kendalikan diri," ujar Pamela, kepada ayobandung.com, Rabu (23/1/2019).

Diketahui, pelaku DRP (48) pernah menjadi korban pencabulan saat dirinya masih duduk di SMP. Hal tersebut menjadi pemicu pelaku untuk mencabuli siswanya yang semuanya berjenis kelamin laki-laki. Bahkan, pelaku diketahui tidak tertarik dengan lawan jenis. Perasaan ingin mencabuli dan bertindak seperti itu sudah ia lakukan sejak dua tahun terakhir.

AYO BACA : Polisi Kembangkan Kasus Dugaan Pencabulan 34 Anak di Bandung

Namun, tidak semua korban mampu melaporkan. Apalagi kasus ini baru saja ditemukan oleh orang tua saat melihat ponsel anaknya. Artinya, selama dua tahun, 34 anak tersebut tidak ada yang berbicara pada orang tuanya.

Menurut Pamela, ada kemungkinan anak-anak tidak mau melaporkan sebab tidak mengetahui aksi tersebut adalah hal yang tidak wajar. Apalagi jika korban memiliki kecerdasan di bawah rata-rata, sehingga ia benar-benar tidak tahu dengan apa yang dilakukan.

"Ada juga yang takut diancam, enggak bilang karena di bawah tekanan, parahnya korban enggak ikut melapor karena mereka takut merasa bersalah.

Mereka pikir mereka berbuat sesuatu keliru, mereka dosa juga, memalukan, jijik sehingga mereka enggak mau lapor," jelasnya.

Akhirnya, kasus ini perlu dicegah supaya tidak ada lagi korban-korban selanjutnya. Caranya, kata Pamela, dengan mengajarkan pendidikan seksual sejak dini supaya anak-anak dibekali bagaimana cara menjaga dirinya. Anak-anak mesti tahu anggota tubuh yang mesti ditutupi, dilindungi, dan aturan yang terkait dengan tubuhnya sendiri.

AYO BACA : Polisi Imbau Orangtua Hati-hati dalam Memilih Guru Privat

Misalnya, orang tua harus berani menyebut alat kelamin dengan nama penis dan vagina, mengenalkan setiap anggota badan yang pribadi dan hanya boleh disentuh oleh diri sendiri, serta mana saja anggota badan yang tidak boleh tersentuh selain oleh mama dan papanya.

"Karena beberapa orang tua menganggap seksual itu tabu, nyebut penis adalah alat kelamin cowok, dan vagina  itu alat kelamin perempuan saja tidak," ucap Pamela.

Jika buah hati telah diajarkan untuk menghormati tubuh diri sendiri, maka ia pun menghormati tubuh orang lain. Tidak hanya secara fisik, tubuh yang tidak boleh terlihat dari layar kaca dan internet pun akan dia hormati sehingga dia tidak akan menontonnya. Pasalnya, hal-hal berbau pornografi menjadi salah satu faktor dari tindakan ini akibat informasi yang kian terbuka.

Internet menjadi salah satu penyedia konten pornografi meski pengguna tidak membukka situs porno. Iklan pop up yang tampil di sisi kanan kiri situs seringkali membuat gerah orang tua. Karena anak-anak zaman sekarang tidak terlepas dari internet mengingat usia remaja sekolah harus eksplorasi materi selain dari buku.

"Maksud mencari aja klik, keluar yang bergerak. Kebayang enggak anak-anak usia remaja sekolah kalau enggak tahu sumber yang baik betul soal konten pornografi enggak sengaja ngeklik dan jadi pengaruh. Sekali liat masih biasa, kalau terpapar terus malah ke perasaan, kebayang, dan nagih lagi," jelasnya.

Sistem di tubuh manusia terutama otak kalau terpapar pornografi akan menimbulkan ketagihan dari salah satu hormon. Makanya beberapa ahli menyebut pornografi lebih jahat dari narkoba. Karena dengan hanya konten visual, semua hasrat terbangkitkan sampai seolah-olah bisa merasakan secara fisik padahal tidak melakukan. Kemudian hormon tersebut membuat ketagihan untuk meminta lagi dan lagi.

"Bahayanya kalau nagih bisa lebih, buat dia ngeliat gini udah hal biasa, flat. (Dia) akan cari lagi," ungkapnya.

Pamela mengimbau supaya orang tua tidak lagi tabu mengajarkan anak soal pendidikan seksual. Terlebih informasi yang kian tidak tersaring dari internet membuat anak-anak bisa terpapar hal yang tidak baik. Karena orang tua tidak selalu bisa mengawasi anak selama 24 jam, maka sumber pertama pendidikan seksual harus dari orang tua supaya anak-anak tidak menanyakan hal ini kepada orang lain.

AYO BACA : Samahita, Komunitas Perangi Kejahatan Seksual

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Prakiraan Cuaca 21 April 2021, Bandung Diguyur Hujan

Bandung Rabu, 21 April 2021 | 05:00 WIB

Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan akan mengguyur wilayah Bandung Raya, Selasa, 20 April 2021. Badan Meteorolog...

Bandung Raya - Bandung, Prakiraan Cuaca 21 April 2021, Bandung Diguyur Hujan, Cuaca Bandung Hari Ini,Cuaca Bandung,cuaca Bandung BMKG,Prakiraan Cuaca Bandung

Lokasi SIM Keliling Kota Bandung 21 April 2021

Bandung Rabu, 21 April 2021 | 04:15 WIB

Mobil SIM keliling pertama ada di BTM Cicadas, Jalan Ibrahim Adjie. Sedangkan mobil SIM keliling kedua berada di Outlet...

Bandung Raya - Bandung, Lokasi SIM Keliling Kota Bandung 21 April 2021, SIM Bandung,perpanjangan sim bandung,Syarat permohonan SIM Bandung,Cara Buat SIM Bandung,SIM Keliling Bandung,Jadwal SIM Keliling Bandung,SIM Online Polrestabes Bandung,SIM Online Keliling Bandung

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung 21 April 2021

Bandung Rabu, 21 April 2021 | 03:00 WIB

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung 21 April 2021

Bandung Raya - Bandung, Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung 21 April 2021, Waktu imsak Bandung,jadwal imsak Bandung dan sekitarnya,jadwal imsak bandung hari ini,Jadwal imsak bandung,jadwal buka puasa Bandung,Jadwal Salat Bandung,Waktu salat Bandung,jadwal Salat Bandung hari ini,Waktu salat Bandung dan sekitarnya hari ini

Dugaan Pencabulan, Pimpinan Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang Diselid...

Bandung Selasa, 20 April 2021 | 23:16 WIB

Ditreskrimum Polda Jabar menerima laporan tindak pencabulan yang dilakukan Panji Gumilang yang dikenal sebagai pimpinan...

Bandung Raya - Bandung, Dugaan Pencabulan, Pimpinan Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang Diselidiki Polda Jabar, Dugaan Pencabulan Panji Gumilang,Pesantren Al-Zaytun Indramayu,Polda Jabar,panju gumilang

Aliansi Mahasiswa STIE Inaba Siap Bawa Kasus Skorsing Sepihak ke Kemen...

Bandung Selasa, 20 April 2021 | 22:30 WIB

Aliansi Mahasiswa STIE Inaba siap mendesak pihak kampus untuk mencabut skors dengan mengajukan mediasi kepada pihak Keme...

Bandung Raya - Bandung, Aliansi Mahasiswa STIE Inaba Siap Bawa Kasus Skorsing Sepihak ke Kemendikbud, Aliansi Mahasiswa STIE INABA,Kasus Skorsing Sepihak,Skorsing Sepihak STIE INABA,STIE INABA,Kemendikbud

Musim Pancaroba, BMKG Kota Bandung Imbau Hindari Sejumlah Tempat Ini

Bandung Selasa, 20 April 2021 | 20:56 WIB

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung memperkirakan Kota Bandung akan men...

Bandung Raya - Bandung, Musim Pancaroba, BMKG Kota Bandung Imbau Hindari Sejumlah Tempat Ini, musim pancaroba,BMKG Kota Bandung,Pancaroba Bandung,Fenomena Pancaroba,angin kencang Bandung,Puting Beliung Bandung,hujan es Bandung

Jadi Duta Baca Jabar, Ulfah Budayakan Membaca di Kalangan Milenial

Bandung Selasa, 20 April 2021 | 19:05 WIB

Ulfah Mawaddah, pemudi Kota Bandung menjadi peringkat kelima Duta Baca Jawa Barat 2021.

Bandung Raya - Bandung, Jadi Duta Baca Jabar, Ulfah Budayakan Membaca di Kalangan Milenial, Duta Baca Jabar,Ulfah Mawaddah,Pemkot Bandung,Dispusipda Jawa Barat

Usai Tikam Sopir Taksi Online, Pelaku Bingung dan Panik ke Hotel

Bandung Selasa, 20 April 2021 | 17:50 WIB

Aksi bengis Adam Akbar Mulyadi (23) terhadap Wendy Jaya Saputra terkuak motifnya oleh tim Polrestabes Bandung.

Bandung Raya - Bandung, Usai Tikam Sopir Taksi Online, Pelaku Bingung dan Panik ke Hotel, Penusukan,Begal Mobil,Begal taksi online,Sopir Taksi Online,Lengkong,Bandung

artikel terkait

dewanpers