web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Soal Dugaan Pungli di Bandung Creative Hub, Ini Tanggapan Ridwan Kamil

Kamis, 17 Januari 2019 21:12 WIB Nur Khansa Ranawati

Gedung Bandung Creative Hub (BCH). (Istimewa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Dugaan mismanajemen gedung Bandung Creative Hub (BCH) belakangan mencuat ke permukaan. Isu adanya pungli dalam ruang kreatif warga Kota Bandung tersebut diduga menjadi salah satu penyebab sepinya kegiatan di gedung tersebut akhir-akhir ini.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan bahwa kemungkinan adanya pungli dapat menjadi indikasi adanya permasalahan dalam pengelolaan manajemen gedung tersebut. Hal itu disampaikan di Gedung Sate, Kamis (17/1/2019).

"Kalau ada masalah itu berarti ada masalah di manajemen pengelolaan. Dari awal jadi Walikota Bandung saya sudah sampaikan agar pengelolaannya diserahkan ke pihak ketiga," ungkap Emil, sapaan akrabnya.

AYO BACA : Menyusuri Bandung Creative Hub

Pentingnya penyerahan manajemen ke pihak ketiga, Emil mengatakan, adalah untuk mempermudah kerja birokrasi pemerintahan. Pasalnya, kerja PNS, ujar Emil, bukanlah kerja operator.

"Ini terjadi sampai detik-detik terakhir sibuk urusan harus ada PNS yang mengurus itu (BCH). Saya sudah bilang, birokrat pemerintah itu bukan operator. Bayangkan kalau saya buat stadion lima buah, masa harus ada PNS yang mengurus itu," ungkapnya.

Emil pun berasumsi bahwa sepi-nya BCH salah satunya dapat diakibatkan oleh sistem pengelolaan yang masih birokrasi-sentris. Padahal, menurutnya, kelompok seniman bukanlah kelompok yang dapat nyaman berhadapan dengan sistem demikian.

"Karena masih ada kecenderungan pemerintahnya masih mau ikutan. Pelaku-pelaku kreatif pada keluar, ya kan karena enggak nyaman manajemennya terlalu birokratif. Padahal kan orang kreatif mah kasih ruangnya saja, lalu diatur-atur," pungkasnya.

AYO BACA : Ayo Berkreasi di Bandung Creative Hub

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers