web analytics
  

Mentan Serahkan 1 Juta Bibit Kopi kepada Petani Kertasari

Kamis, 10 Januari 2019 18:51 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Bandung, Mentan Serahkan 1 Juta Bibit Kopi kepada Petani Kertasari, Menteri Pertanian, 1 juta bibit kopi, Pertani Kertasari, Sungai Citarum

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. (Mildan Abdalloh/ayobandung).

KERTASARI, AYOBANDUNG.COM--Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memberikan bantuan bibit kopi kepada masyarakat Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung.

Amran mengatakan, pemberian bibit kopi tersebut merupakan upaya pemerintah dalam mensejahterakan petani di hulu sungai Citarum.

"Kami ingin masyarakat Citarum bisa sejahtera," tutur Amran, saat pemberian bibit kopi, Kamis (10/1/2019).

Menurutnya, ada 1 juta pohon yang diberikan secara cuma-cuma tahun ini. Ditargetkan, dalam tiga tahun bantuan bibit kopi akan mencapai 3 juta pohon.

"Setiap tahun satu juta pohon. Minimal dalam tiga tahun bibit yang diberikan ada tiga juta," ujarnya.

Bibit kopi yang diberikan, berjenis arabica hasil penelitian para ahli Kementerian Pertanian.

"Ini kopi unggul, produksinya bisa mencapai 3,5-4 ton/tahun/hektar. Sama dengan kopi Vietnam," ujarnya.

Dengan pemberian bibit kopi, diharapkan ada peralihan komoditas pertanian di Kertasari, sehingga kedepan Kecamatan tersebut tidak lagi mengandalkan sayuran sebagai penghasilan utamanya.

Wakil Gubernu Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, bibit kopi yang diberikan oleh Kementan diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat.

"Mudah-mudahan bermanfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Kopi merupakan produk unggulan yang lebih menguntungkan jika sudah mulai berbuah. Uu mengingatkan kepada masyarakat di sekitar hulu Citarum untuk berterima kasih kepada pemerintah.

"Harus bersyukur. Salah satu bentuk syukurnya adalah melaksanakan perintah dari yang memberi," ucapnya.

Dijelaskan Uu, pemerintah berkeinginan ada alih komoditas pertanian masyarakat hulu citarum, dari sayuran ke tanaman keras, sehingga sendimentasi di wilayah hulu bisa terselesaikan.

Editor: Andri Ridwan Fauzi

artikel terkait

dewanpers