web analytics
  

Ini Kiat Pemkot Bandung Cegah Stunting

Selasa, 8 Januari 2019 19:50 WIB Fathia Uqimul Haq
Bandung Raya - Bandung, Ini Kiat Pemkot Bandung Cegah Stunting, anak stunting, Dinkes Kota Bandung

Ilustrasi. (pixabay.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Stunting adalah sebuah kondisi ketika seorang anak memiliki tinggi badan jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.

Oleh karena itu, Pemkot Bandung memiliki sejumlah program untuk mencegah stunting khususnya bagi anak-anak warga Kota Bandung. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita mengatakan ada beberapa program untuk mencegah stunting yang telah berjalan di Kota Bandung.

Salah satunya yaitu Ojek Makanan Balita (Omaba). Omaba merupakan ojek khusus untuk membagikan makanan sehat secara gratis bagi balita keluarga kurang mampu. Omaba merupakan salah satu strategi unggulan Kota Bandung dalam pengentasan masalah gizi buruk.

"Program ini dibuat sedemikian rupa agar balita dapat mengonsumsi makanan yang bergizi dan dibuat oleh tangan kader sendiri juga hasil berkebun di wilayah itu," katanya, Selasa (8/1/2019).

Selain Omaba, Kota Bandung memiliki Forum Ahli Gizi Indonesia. Forum ini mengawal serta mengedukasi masyarakat mengenai gizi balita tersebut. Forum bertugas mensosialisasikan terkait gizi kepada sejumlah komunitas supaya memahami dan memenuhi gizi baik pada anak. 

"Kita sosialisasikan juga kepada berbagai komunitas untuk memahami tentang gizi," ujarnya. 

Menurutnya,  pencegahan stunting harus dimulai sejak ibu tengah hamil. Dinkes berupaya dengan menginformasikan makanan yang baik untuk ibu hamil melalui seksi Kesehatan Gizi dan Keluarga. 

"Seksi Kesehatan Gizi dan Keluarga ini menginformasikan makanan apa yang baik untuk ibu hamil supaya tidak kekurangan gizi," tutur Rita. 

Sementara itu, Nutrition Program Manager Hellen Keller Internasional, Dian N. Hadihardjo menyampaikan terdapat strategi nasional untuk mencegah stunting denghan memperbaiki pola makan, pola asuh, dan sanitasi. 

Dengan demikian, Hellen Keller Internasional melakukan asesmen di Kota Bandung untuk mencegah terjadinya stunting. 

Asesmen yang dilakukan dengan menyurvei 595 ibu batita (0-35 bulan) penduduk Kota Bandung. Selain itu, asesmen juga dilakukan di 43 gerai di Kota Bandung.

"Rekomendasi menyusui dari WHO yang optimal itu inisiasi menyusu dalam satu jam pertama. ASI eksklusif selama 6 bulan pertama dan melanjutkan menyusui hingga usia 2 tahun atau lebih," jelasnya. 

Praktik menyusui yang optimal, kata Dian, dengan menjalin pertumbuhan dan perkembangan anak pada periode emas. Hal tersebut menjadi salah satu pencegahan stunting. 

"Selain itu, mengonsumsi sayuran dan buahan pun menjadi hal yang baik untuk jauh dari stunting," kata dia. 

Editor: Andri Ridwan Fauzi
dewanpers