web analytics
  

Ombak Besar, Ratusan Wisatawan Tertahan di Karimunjawa

Kamis, 3 Januari 2019 18:58 WIB Arie Widiarto
Gaya Hidup - Wisata, Ombak Besar, Ratusan Wisatawan Tertahan di Karimunjawa, karimunjawa,ratusan wisatawan terjebak di karimunjawa

Wisatawan menikmati pemandangan di Pulau Karimunjawa, beberapa waktu lalu. (istimewa)

KARIMUNJAWA, AYOBANDUNG.COM--Sebanyak 244 wisatawan tertahan di Pulau Karimunjawa Besar Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara. 

Faktor cuaca membuat otoritas pelayaran tidak memberi izin kapal penyeberangan melaut ke Karimunjawa.

"Cuaca hujan dan gelombang tinggi membuat kapal tidak diperbolehkan berlayar," ungkap Camat Karimunjawa Saptwagus Karnan Ejeng saat dihubungi melalui telepon, Kamis (3/1/2019).

Saptwagus menjelaskan, para wisatawan yang masih tertahan tersebut bagian dari 500 lebih wisatawan yang datang ke Karimunjawa sejak Sabtu 29 Desember 2018.  

Sejumlah wisatawan kemudian balik pada Minggu 30 Desember 2018 dengan menumpang kapal cepat. Sebagian besar lainnya masih menginap di Karimunjawa, di antaranya untuk menghabiskan waktu di malam pergantian tahun.

"Kami kemudian mendapat informasi kapal dari Jepara tidak bisa berlayar karena cuaca, mulai Senin, Selasa, Rabu hingga Kamis ini," jelas dia

Bagi wisatawan yang pulang dengan transportasi udara tidak ada kendala berarti, karena tiap hari ada jadwal sekali penerbangan dari Semarang-Karimunjawa pulang pergi. Hanya saja, seat yang tersedia terbatas, hanya untuk 60 orang. 

Apalagi sebagian jatah kursi sudah terisi oleh mereka yang sudah melakukan booking jauh hari.

Upaya meminta ekstra flight dari pengelola bandara di Karimunjawa sebenarnya sudah diajukan pascainformasi kapal tidak bisa melaut karena cuaca. 

Namun, hingga hari ini belum ada informasi lebih lanjut sehingga ratusan wisatawan masih belum bisa pulang.

"Sehingga ada 244 wisatawan yang sampai hari ini masih tertahan. Penerbangan reguler sudah full semua, tapi itu tidak termasuk yang tertahan. Akan ada kapal dari Jepara yang berangkat ke sini besok, Jumat (4/1/2018), semuanya bisa tertampung," ujarnya.

Saptwagus menjamin kebutuhan logistik dari para wisatawan terpenuhi meski kepulangan mereka molor tiga hari. "Logistik masih aman apalagi besok sudah ada kapal yang merapat," imbuhnya.

Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Ahmad Danar Suryantono menyatakan penerbangan reguler Semarang-Karimunjawa berjalan normal. 

"Tiap hari ada penerbangan Semarang-Karimunjawa dan Karimunjawa-Semarang," ujarnya.

Seperti penerbangan pada Rabu (2/1/2018). "Kalau kemarin ada flight pesawat Wings Air yang schedule, yaitu IW 1916 pukul 11.25 WIB dari Semarang dan IW 1915 dari Karimunjawa mendarat di Semarang pukul 13.00 WIB. Ada juga charter flight Wings Air pukul 12.41 WIB dari Semarang dan datang lagi pukul 14.24 WIB," terangnya.

Hal senada disampaikan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Dewadaru-Karimunjawa, Yoga Komala. Pada Kamis (3/1) ini ada penerbangan Wings Air  IW 1916 dari Semarang ke Karimunjawa pukul 11.40 WIB. Sedangkan dari Karimunjawa ke Semarang, IW 1915 take off pada 12.18 WIB.

"Semarang ke Karimunjawa mengangkut 56 orang dan dari Karimunjawa ke Semarang 63 orang. Jadi ada 119 penumpang," tuturnya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Terdampak Pandemi, Saung Angklung Udjo Terancam Tutup

Wisata Jumat, 22 Januari 2021 | 19:44 WIB

Saung Angklung Udjo di Kota Bandung menjadi salah satu objek wisata kebudayaan Sunda yang turut terdampak pandemi Covid-...

Gaya Hidup - Wisata, Terdampak Pandemi, Saung Angklung Udjo Terancam Tutup, Saung Angklung Udjo,Terdampak Pandemi Covid-19

Kampung Cai Rancaupas Bangun Penginapan Berkonsep Boks

Wisata Minggu, 3 Januari 2021 | 20:04 WIB

Kawasan wisata Ciwidey memiliki sejumlah tempat penginapan pelbagai konsep, mulai dari hotel seperti biasa, sampai hotel...

Gaya Hidup - Wisata, Kampung Cai Rancaupas Bangun Penginapan Berkonsep Boks, Wisata Rancaupas,Wisata Ciwidey,Kampung Cai Rancaupas

Musim Hujan, Kawah Ratu Tangkuban Parahu Makin Eksotis

Wisata Jumat, 1 Januari 2021 | 16:23 WIB

Musim Hujan, Kawah Ratu Tangkuban Parahu Makin Eksotis

Gaya Hidup - Wisata, Musim Hujan, Kawah Ratu Tangkuban Parahu Makin Eksotis, Kawah Ratu,Kawah Domas,Gunung Tangkuban Parahu,Lembang,wisata

Wisata Gunung Galunggung Ditutup, Ini Alasannya

Wisata Rabu, 30 Desember 2020 | 20:17 WIB

Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Tasikmalaya menutup sementara objek wisata Gunung Galunggung di Kabup...

Gaya Hidup - Wisata, Wisata Gunung Galunggung Ditutup, Ini Alasannya, Wisata Gunung Galunggung,Gunung Galunggung Ditutup,Polres Tasikmalaya Kota

10 Wisata Alam di Garut yang Menarik Dikunjungi

Wisata Senin, 28 Desember 2020 | 23:25 WIB

Ternyata, Garut tidak hanya terkenal dengan wisata air terjun atau curug, serta pantainya yang indah dan memesona saja....

Gaya Hidup - Wisata, 10 Wisata Alam di Garut yang Menarik Dikunjungi, wisata alam Jabar,Wisata Alam Garut,Gunung Papandayan

Pandemi Ubah Perilaku Masyarakat Pilih Tempat Nginap

Wisata Minggu, 27 Desember 2020 | 17:47 WIB

Tempat menginap yang ramai justru kurang diminati oleh masyarakat.

Gaya Hidup - Wisata, Pandemi Ubah Perilaku Masyarakat Pilih Tempat Nginap, liburan saat pandemi,Libur Natal dan Tahun Baru 2021,Wisata Bandung,Wisata Kabupaten Bandung

Malam Tahun Baru 2021, Ranca Upas Tutup, Glamping Lake Side Tetap Buka

Wisata Minggu, 27 Desember 2020 | 17:21 WIB

Dua objek wisata ikonik di Kabupaten Bandung, yakni Glamping Lake Side dan Ranca Upas memilih kebijakan berbeda saat mal...

Gaya Hidup - Wisata, Malam Tahun Baru 2021, Ranca Upas Tutup, Glamping Lake Side Tetap Buka, Glamping Lake Side,Ranca Upas,Wisata Kabupaten Bandung,objek wisata kabupaten bandung,Wisata Bandung

Kini Warga Bisa Menikmati Kandang Singa Terbuka di Bandung Zoo

Wisata Sabtu, 26 Desember 2020 | 13:20 WIB

Ada fasilitas baru yang ditawarkan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo di penghujung tahun ini. Sejak 20 Desember 20...

Gaya Hidup - Wisata, Kini Warga Bisa Menikmati Kandang Singa Terbuka di Bandung Zoo, Kebun Binatang Bandung,Bandung Zoo,Zona Afrika,adaptasi kebiasaan baru
dewanpers