web analytics
  

Pembangunan di Jabar Masih Abaikan Kelestarian Lingkungan Hidup

Jumat, 28 Desember 2018 18:55 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, Pembangunan di Jabar Masih Abaikan Kelestarian Lingkungan Hidup, Walhi Jabar, Catatan AKhir Walhi Jabar 2018, Dadan Ramdan

Diskusi Catatan Akhir Tahun Walhi, Jumat (27/12/2018). (Eneng Reni N Jamil/ayobandung).

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Laju kerusakan dan pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) di Jawa Barat semakin meningkat dan tidak menunjukkan adanya penurunan. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jabar mencatat, pencemaran air dan udara di wilayah kawasan industri dan perkotaan pun telah berada pada ambang yang tidak hanya membahayakan bagi kesehatan penduduk. Namun juga telah mengancam kemampuan pulih dan keberlanjutan layanan ekosistem Daerah Aliran Sungai.

Direktur Eksekutif WALHI Jabar, Dadan Ramdan menilai paradigma pembangunan malah lebih kuat dan cenderung mengedepankan kepentingan ekonomi politik dan investor untuk mengejar keuntungan ekonomi ketimbang ekologi. Kondisi ini, malah memperparah rantai kerusakan lingkungan hidup. Bukan hanya itu, kondisi tersebut kian berakumulasi memicu terjadinya bencana seperti banjir, longsor, kekeringan, pencemaran sungai dan udara.  Selain lingkungan, paradigma pembangunan seperti ini kata Dadan kian mengakibat banyaknya ruang hidup rakyat yang terampas dan pelanggaran HAM. 

Dalam catatan Walhi di 2018,  status lingkungan hidup di Jawa Barat tidak mengalami perbaikan yang signifikan. Berdasarkan Indek Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Jawa Barat masih bernilai 50 dari rentang nilai indeks 0-100. Alhasil status tersebut masih sangat kurang baik merujuk pada laporan KLHK RI. 

"Indeks kualitas lingkungan hidup Provinsi Jawa Barat belum meningkat. Jabar saat ini berada di peringkat 32 dari 34 Provinsi se-Indonesia. Indeks tutupan hutan masih dibawah 40, indeks kualitas air di bawah 30 dan indek kualitas udara di bawah 70," ungkap Dadan dalam diskusi Catatan Akhir Tahun Walhi, Jumat (27/12/2018).

Dadan juga menilai, Jawa Barat masih menujukkan kualitas layanan alam sangat buruk. Semisal, percepatan pemulihan kerusakan dan pencemaran DAS belum dijalankan secara maksimal. Baik oleh pemerintah serta perusahan-perusahaan yang ada di wilayah Jawa Barat.

Karena itu, Walhi Jawa Barat telah melakukan evaluasi terhadap RPJMD 2018-2023 yakni terkait target pencapaian sebagai Green Province tidak tercapai. Bukan hanya itu, pencapaian luasan kawasan lindung kata Dadan pun hanya 38 persen dari target 45 persen dari total wilayah Jawa Barat. 

Selain itu, kebijakan dan program Manajemen Kontrol Polusi/Pencemaran air, tanah, dan udara (limbah industri, domestik) masih belum berjalan efektif dan maksimal. 

"Termasik meningkatnya laju alih fungsi hutan dan lahan sawah produktif oleh berbagai aktivitas pembangunan infrastruktur skala besar, dan gagalnya mempertahan kawasan lindung provinsi dari praktik pertambangan," katanya.

Apalagi dalam catatan evaluasi 2018, warga dan wilayah Jawa Barat tidak pernah terbebas dari bencana lingkungan hidup seperti longsor, banjir, gerakan tanah, angina putting beliung, kebakaran hutan dan lahan. Di sisi lain, wilayah Jawa Barat menyimpan potensi bencana alam vulkanik dan tektonik. Berdasarkan catatan Walhi per 20 Desember 2018, korban meninggal akibat bencana alam dan lingkungan di Jawa Barat mencapai 32 orang. 

"Catatannya ini di luar bencana alam, catatan ini dari kerusakan lingkungan. Dari data tahun lalu hanya 25 orang meningkat menjadi 32 orang. Catatan terbesar ada di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tasik," lanjutnya.

Adapun jumlah kejadian bencana alam dan lingkungan hidup selama tahun 2018 sekitar 824 kejadian yang meliputi longsor (208), banjir (222), angin puting beliung (69), pergerakan tanah (25), kebarakan hutan dan lahan (3), kebakaran hunian (129). 

Banjir bandang selama 2018 sudah terjadi sebanyak delapan kali di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Kuningan, Kota Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Sukabumi.

"Sehingga selama satu tahun juga, Jabar masih gagal menjaga lingkungan hidup. Catatannya kami, Jabar masih belum terbebas dari bencana lingkungan," lanjutnya.

Terlebih selama 2018, selain melakukan penanganan kasus-kasus lingkungan hidup tahun sebelumnya, Walhi Jawa Barat mendapatkan pengaduan-pengaduan kasus-kasus pembangunan dan ancaman perusakan lingkungan hidup sebanyak 18 kasus.

Akhrnya dalam merespons kondisi di Jawa Barat dan ikhtiar dalam memperlambat perusakan dan pencemaran lingkungan hidup,  Walhi Jawa Barat akan menjalankan advokasi kebijakan lingkungan hidup berbasis DAS di Jawa Barat. 

Dalam lima tahun ke depan, sejalan dengan pelaksanaan dan monitoring kebijakan RPJMD Jawa Barat, Walhi Jawa Barat bakal fokus mengadvokasi kebijakan berbasis DAS baik di level provinsi dan kabupaten/kota hingga desa. Walhi Jawa Barat pun bakal melakukan edukasi-edukasi kepada masyarakat dan penguatan-penguatan model kelola rakyat berbasis DAS, SUB DAS dan Mikro DAS.

"Edukasi dan penguatan masyarakat ini diharapkan bisa mendorong pemerintah untuk melek dan memproduksi kebijakan-kebijakan pembangunan Pro DAS, mengarustamakan pengurangan risiko bencana dan pemenuhan hak asasi manusia (HAM)," tutur Dadan.

Walhi Jabar juga bakal mendorong isu lingkungan hidup kepada wakil rakyat dalam Pemilu 2019. Pasalnya tahun 2019, adalah tahun politik, di mana pemilu legislatif dan pilpres diselenggarakan. Dalam Konteks Pileg, Walhi Jawa Barat akan mendorong para kandidat Caleg dan DPD untuk membawa isu lingkungan menjadi isu politik. Walhi Jawa Barat akan memberikan mandat lingkungan kepada para kandidat Caleg di DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota. 

Secara khusus, pada Pemilu 2019, Walhi Jawa Barat pun akan terus mengkampanyekan lingkungan hidup dalam tagline #Bersihkan Indonesia, #BersihkanJawaBarat dari pembangunan energi kotor, dari polusi, dari korupsi dan pelanggaran HAM dan perampasan ruang hidup rakyat Jawa Barat. 

"Kami berencana pula akan berdiskusi dan berdialog dengan para kandidat soal DAS, lingkungan, bencana dan HAM kepada kandidat anggota parlemen Jawa Barat," pungkasnya.

Editor: Andri Ridwan Fauzi

terbaru

Jadwal Salat Kota Bandung dan Sekitarnya 14 Juni 2021

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 05:23 WIB

Ibadah salat lima waktu merupakan ibadah yang diwajibkan oleh Allah SWT kepada setiap muslim. Rukun Islam yang kedua in...

Bandung Raya - Bandung, Jadwal Salat Kota Bandung dan Sekitarnya 14 Juni 2021, jadwal Salat Bandung hari ini,Waktu salat Bandung dan sekitarnya hari ini,Jadwal Salat Bandung,Waktu salat Bandung,Salat Bandung,salat

Prakiraan Cuaca Kota Bandung 14 Juni 2021

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 05:19 WIB

Cuaca Bandung hari ini, Senin, 14 Juni 2021, diprediksi cerah berawan dan hujan ringan.

Bandung Raya - Bandung, Prakiraan Cuaca Kota Bandung 14 Juni 2021, Cuaca Bandung Hari Ini,Cuaca Bandung,cuaca Bandung BMKG,Prakiraan Cuaca Bandung,Cuaca Bandung Terkini

Informasi Layanan SIM Keliling Kota Bandung 14 Juni 2021

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 05:12 WIB

Lokasi SIM Keliling Online Kota Bandung, Senin, 14 Juni 2021 berada di 2 lokasi.

Bandung Raya - Bandung, Informasi Layanan SIM Keliling Kota Bandung 14 Juni 2021, SIM Keliling Bandung,SIM keliling Bandung Hari Ini,Jadwal SIM Keliling Bandung,Lokasi SIM keliling Bandung,SIM Online Keliling Bandung,SIM Keliling

Taman Sumarecon Bandung, Tempat Santai Nyaman di Gedebage

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 20:10 WIB

Taman Sumarecon Bandung yang cenderung sepi dan tenang bisa jadi pilihan tepat untuk bersantai saat pandemi ini.

Bandung Raya - Bandung, Taman Sumarecon Bandung, Tempat Santai Nyaman di Gedebage , Taman Sumarecon Bandung,Tempat Santai,Gedebage,Kota Bandung,Pandemi

Meninggal di Indekos, Jasad Mahasiswi UNPAD Dipulangkan ke Papua

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 19:00 WIB

Seorang mahasiswi Universitas Padjadjaran asal Merauke, Huldah Tresia, meninggal dunia di kamar kosnya karena sakit lamb...

Bandung Raya - Bandung, Meninggal di Indekos, Jasad Mahasiswi UNPAD Dipulangkan ke Papua, Meninggal,Jasad,Mahasiswi UNPAD,Papua,Jabar Quick Response,JQR

Penjual Kaset Pita di Jalan Cihapit, Sisa-Sisa Tren Jadul Kota Bandung

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 18:25 WIB

Rasanya sudah tak banyak yang menjual kaset pita, mungkin tak terlihat lagi di mana pun, terkecuali di Jalan Cihapit, Ko...

Bandung Raya - Bandung, Penjual Kaset Pita di Jalan Cihapit, Sisa-Sisa Tren Jadul Kota Bandung, Penjual,Kios,Jalan Cihapit,Kota Bandung,Kaset Pita

Pengobatan Paranormal Juga akan Kena Pajak, Masih Mau ke Dukun?

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 17:35 WIB

Pemerintah pun akan mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) kepada jasa pengobatan alternatif yang dilakukan paranormal...

Bandung Raya - Bandung, Pengobatan Paranormal Juga akan Kena Pajak, Masih Mau ke Dukun?, Pajak,Pengobatan Paranormal,Dukun,PPN,Pajak Pertambahan Nilai,jasa pelayanan kesehatan medis

RS Diminta Lebih Cermat Identifikasi Jenazah Covid-19, Demi Tujuan Ini

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 17:15 WIB

Distaru Kota Bandung memohon kerja sama RS agar lebih cermat mengidentifikasi jenazah yang terindikasi Covid-19.

Bandung Raya - Bandung, RS Diminta Lebih Cermat Identifikasi Jenazah Covid-19, Demi Tujuan Ini, Distaru,Jenazah,COVID-19,RS,Rumah Sakit,Kota Bandung,TPU Cikadut
dewanpers