web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Nilai Investasi di Kabupaten Bandung Terus Meroket

Rabu, 26 Desember 2018 18:41 WIB Mildan Abdalloh

(Pixabay.com)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM--Sampai September 2018, nilai investasi di Kabupaten Bandung mencapai angka Rp15 triliun. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ruli Hadiana, seusai menghadiri acara Diseminasi Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik melalui Sistem Online Single Submission (OSS) di Hotel Sutan Raja Soreang, Rabu (26/12/2018).

Dia menyebutkan, dalam kurun waktu delapan tahun terakhir investasi di Kabupaten Bandung terus naik, hal tersebut tidak lepas dari berbagai macam inovasi yang digulirkan DPMPTSP.

“Nilai investasi kita terus meningkat. Saya masih ingat tahun 2011 nilai investasi mencapai Rp3,2 triliun, 2012 naik jadi Rp6,3 triliun, 2013 di angka Rp8,2 triliun, dan di bulan September tahun ini investasi mencapai angka Rp15 triliun,” papar Ruli.

Untuk terus meningkatkan dan mempermudah investasi di Kabupaten Bandung, lanjut Ruli, pihaknya akan melaunching sistem OSS yang merupakan kebijakan pemerintah pusat.

AYO BACA : Yuk, Belajar Saham Lewat Games Investasi

“Kaitan dengan masalah perkembangan perizinan, insyaallah besok kita akan melaunching sekaligus mensosialisasikan sistem OSS kepada masyarakat. Nantinya masyarakat akan diberitahu mana perizinan yang dikelola DPMPTSP dan yang perizinan yang terintegrasi oleh OSS,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, sebelum ada sistem OSS, pihaknya sudah menciptakan berbagai macam inovasi berbasis online, seperti Sistem Layanan Online Cetak Sendiri (Siloncer) dan Sabilulungan Sistem Informasi Perizinan Terpadu (Samirindu).

“Sistem OSS tidak bisa berdiri sendiri, tetap harus ada pendukungnya. Para pengusaha yang akan mendirikan usaha di Kabupaten Bandung harus memiliki SITU (Surat Izin Tempat Usaha) dan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan). Untuk mempermudah peroses perizinan, pengusaha juga bisa memanfaatkan Siloncer dan Samirindu,” imbuh Ruli.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Sofian Nataprawira menjelaskan penanaman modal harus menjadi bagian dari penyelenggaraan perekonomian dan ditempatkan sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bandung.

AYO BACA : Perancis Tertarik Tanamkan Investasi di Bandung

“Selain itu, selaras dengan Undang-Undang nomor 25 tahun 2017 tentang penanaman modal, menyatakan bahwa penanaman modal harus menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pembangunan ekonomi berkelanjutan, meningkatkan kapasitas dan kemampuan teknologi, mendorong pembangunan ekonomikerakyatan serta mewujudkan kesejahteraan dalam suatu sistem perekonomian yang berdaya saing,” ungkapnya.

Senada dengan Ruli, Sekda berpendapat nilai investasi di Kabupaten Bandung semakin meningkat. Hal tersebut dapat dilihat dari capaian nilai investasi pada tahun 2017 sebesar 34,23% atau dari Rp8,175 triliun di tahun 2016 menjadi Rp10,973 triliun di tahun 2017.

“Dan nilai investasi sampai dengan triwulan tiga tahun 2018 telah mencapai sebesar Rp14,913 triliun, dan diperkirakan nilai tersebut akan terus meningkat pada akhir tahun 2018 nanti,” imbuh Sekda.

Dia menambahkan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 24 tahun 2018, pihaknya telah mengimplementasikan sistem OSS tentang pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik. Melalui sistem tersebut dirinya berharap dapat menarik investor dan nilai investasi di Kabupaten Bandung dapat terus meningkat.

“Dengan dilaksanakan kegiatan diseminasi ini, diharapkan para pelaku usaha semakin memahami kemudahan dari inovasi yang telah disediakan Pemkab Bandung. Bebagai perizinan yang dilaksanakan Pemkab Bandung juga semakin mudah dan sederhana,” pungkas Sekda.

AYO BACA : Iwa Karniwa Luncurkan "One Stop Service" DPMPTSP Jabar

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers