web analytics
  

Hasil Olah TKP, Penembakan TNI di Jatinegara Tidak Direncanakan

Rabu, 26 Desember 2018 13:24 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Nasional, Hasil Olah TKP, Penembakan TNI di Jatinegara Tidak Direncanakan, penembakan, Anggota TNI Ditembak, TNI AD, TNI AU

Ilustrasi. (pixabay.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Kasus penembakan perwira TNI AD, Letkol CPM Dono Kuspriyanto, pada Minggu (25/12/2018) malam di Jalan Raya Jatinengara, Jakarta Timur, oleh seorang pengendara motor yang merupakan anggota TNI AU dipastikan tidak direncanakan. Tim gabungan kepolisian tidak menemukan adanya indikasi pembunuhan berencana dari hasil olah TKP.

"Dari bukti hasil olah TKP, tidak ada satupun hal yang mengindikasikan penembakan tersebut adalah kejadian yang direncanakan," ungkap Kepala Sub Dinas Penerangan Umum TNI AU Letkol Sus M. Yuris, dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, sebagaimana yang dikutip dari Kompas TV, Rabu (26/12/2018).

AYO BACA : Korban Penembakan di Tol Pasteur Akhirnya Meninggal Dunia

Kepolisian telah melakukan pengecekan terhadap alat komunikasi pelaku dan korban. Hasilnya tidak ditemukan riwayat percakapan yang mengarah pada motif lain selain kejahatan murni. 

Letkol M. Yuris mengatakan, sang pelaku Serda JR kemungkinan besar berada dalam pengaruh alkohol ketika melakukan penembakan.

AYO BACA : FK3I Jabar Desak BKSDA Ungkap Penembak Macan Tutul di Soreang

"Pelaku sudah memiliki izin memegang senjata, yang salah satu syarat memilikinya adalah lewat tes psikologi. Pelaku sudah menjalankannya pada Mei 2018 dan dinyatakan layak. Kalau (penembakan) terjadi, maka kemungkinan dia berada dalam pengaruh alkohol," jelasnya.

Saat ini, Serda JR tengah ditahan di Satuan Polisi Militer Pangkalan TNI AU Lanud Halim Perdanakusuma untuk mendapatkan proses penyelidikan lebih lanjut oleh Polisi Militer (POM) AU. Bila terbukti bersalah setelah menjalani proses hukum di peradilan militer, pelaku akan terancam hukuman kurungan 15 tahun penjara sekaligus pemecatan.

Meski demikian, Letkol M. Yuris mendorong masyarakat untuk tetap menghargai asas praduga tak bersalah. Di samping itu, dia juga berharap masyarakat tidak berspekulasi atas penyebab penembakan.

"Meskipun sekarang bukti dan saksi sudah mengarah ke tersangka, dan tersangka sudah mengakui, namun kita harus tetap menuggu asas praduga tak bersalah. TNI AU akan transparan dalam menjalani proses hukum sampai selesai," ungkapnya.

AYO BACA : Kronologis Penembakan Anggota TNI di Jatinegara

Editor: Andri Ridwan Fauzi

terbaru

Penganiaya Perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang Ditangkap

Nasional Sabtu, 17 April 2021 | 00:09 WIB

Pelaku Penganiaya Perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang Ditangkap

Umum - Nasional, Penganiaya Perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang Ditangkap, RS Siloam Palembang,Penganiaya Perawat RS Siloam,Penganiaya Perawat RS Siloam Sriwijaya,Penganiaya Perawat RS Siloam Palembang,Perawat RS Siloam Dipukul,Perawat RS Siloam Ditendang

Sempat Ngaku-ngaku Anggota, Polisi Abal-abal Pukul Perawat

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 22:46 WIB

Pria pelaku penganiayaan perawat di RS Siloam Palembang, Kamis, 15 April 2021, dengan mengaku polisi ternyata bukan seor...

Umum - Nasional, Sempat Ngaku-ngaku Anggota, Polisi Abal-abal Pukul Perawat, Pemukulan Terhadap Perawat,Polisi Abal-abal,Polisi Palsu,Penganiayaan Perawat,RS Siloam Palembang

Ini Permintaan Maaf Jokowi Karena Larang Mudik Lebaran

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 20:47 WIB

Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriah/2021 masih dilalui umat muslim di tengah pandemi sehingga upaya pencegahan penyebaran...

Umum - Nasional, Ini Permintaan Maaf Jokowi Karena Larang Mudik Lebaran, Presiden Joko Widodo (Jokowi),jokowi,jokowi mudik,Larangan Mudik,Larangan Mudik 2021,Larangan Mudik Lebaran 2021,mudik,mudik,Mudik Lebaran,COVID-19

Covid-19 di Indonesia Bertambah 5.363 Kasus Baru

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 20:25 WIB

Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 1.594.722 kasus.

Umum - Nasional, Covid-19 di Indonesia Bertambah 5.363 Kasus Baru, kasus baru Covid-19,total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia,Pandemi Covid-19,Indonesia

Jumlah UMKM Naik Kelas Masih Sangat Kecil

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 17:02 WIB

Jumlah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang naik kelas masih sangat kecil. Sebab itu, pemerintah tengah berusaha...

Umum - Nasional, Jumlah UMKM Naik Kelas Masih Sangat Kecil, UMKM Naik Kelas,Menkop UKM Teten Masduki,UMKM,KUR

BPOM Tak Beri Izin Uji Klinis Lanjutan Vaksin Nusantara

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 16:48 WIB

BPOM Tak Beri Izin Uji Klinis Lanjutan Vaksin Nusantara

Umum - Nasional, BPOM Tak Beri Izin Uji Klinis Lanjutan Vaksin Nusantara, vaksin nusantara,vaksin nusantara terawan,vaksin nusantara dihentikan,penelitian vaksin nusantara,penelitian vaksin nusantara dihentikan,Kepala BPOM RI Penny K. Lukito,BPOM

Target Vaksin 70 Juta Jiwa Sampai Juli Dianggap Tidak Realistis

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 15:18 WIB

Pakar Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai target Presiden Joko Widodo (Jokowi) memva...

Umum - Nasional, Target Vaksin 70 Juta Jiwa Sampai Juli Dianggap Tidak Realistis, Target Vaksinasi Nasional,target vaksinasi,Target Vaksinasi Covid-19,Presiden Jokowi,Target vaksinasi jokowi,target vaksin,Vaksin Covid-19,vaksin corona,Vaksinasi Covid-19

Habib Rizieq Selesaikan Pendidikan Doktor dari Balik Penjara

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 13:22 WIB

Habib Rizieq Shihab (HRS) akhirnya menyelesaikan Program Doktoral di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dari balik j...

Umum - Nasional, Habib Rizieq Selesaikan Pendidikan Doktor dari Balik Penjara, Habib Rizieq Shihab,Habib Rizieq Shihab Pendidikan Doktoral,Pendidikan Doktor Habib Rizieq Shihab,Habib Rizieq

artikel terkait

dewanpers