web analytics
  

Musim Liburan, Yuk Nikmati Keindahan Curug Citambur di Cianjur

Minggu, 16 Desember 2018 01:37 WIB Netizen Netizen
Netizen, Musim Liburan, Yuk Nikmati Keindahan Curug Citambur di Cianjur, Curug citambur,cianjur

Curug Citambur (jabarprov.go.id)

Cianjur tidak hanya memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah, tapi juga memiliki keindahan alam yang tersembunyi. Kini Cianjur dijuluki dengan ‘Kota Seribu Curug’ karena memiki banyak sekali curug atau bisa disebut air terjun. Salah satunya Curug Citambur yang terdapat di wilayah Cianjur Selatan tepatnya di Desa Karang Jaya, Kecamatan Pagelaran.

Lokasi curug ini tersembunyi dan terbilang cukup jauh dari jalan raya, jika kita berkunjung dari arah Cianjur kota kita harus melewati daerah Cibeber lalu menuju daerah Kecamatan Pagelaran yang memakan waktu kurang lebih 2-3 jam, lalu melalui Desa Pusaka Jaya.

Di sepanjang jalan, kita akan disuguhi oleh pemandangan yang dapat memanjakan mata. Gerbang masuk Curug Citambur di sebelah kiri, tepatnya di sebrang jalan kantor Desa Karang Jaya, Pagelaran, Cianjur.

Sejarah

Namun, ada misteri dibalik indahnya Curug Citambur ini. Kenapa disebut Curug Citambur

Curug berasal dari bahasa sunda yang artinya air terjun. Sedangkan Citambur berasal dari dua kata, “Cai” yang berarti air dan “Tambur” atau alat musik tambur. Cerita ini terdapat suatu benang merah, bahwa Curug Citambur ini dinamai karena berhubungan dengan alat musik tambur yang mirip dengan kendang.

Ada beberapa pendapat tentang asal-usul Curug Citambur ini, ada yang menyebutkan air tejun ini diberi nama Citambur karena jika debit air sedang deras, air jatuh dari atas tebing mengeluarkan suara “berdegum” yang mirip dengan alat musik tambur yang dimainkan dengan cara dipukul.

Ada juga yang menyebutkan di daerah ini diceritakan terdapat kerajaan Tanjung Anginan. Raja yang bernama Prabu Tanjung Anginan ini sering melakukan ritual mandi dan bertapa di air terjun ini di barengi dengan alat musik tambur yang dibunyikan oleh para pengawal raja.

Tetapi, masyarakat sekitar berpendapat bahwa kerajaan tersebut hanyalah sebuah legenda dari orang tua zaman dahulu kepada anak-anaknya.

Daya Tarik

Daya tarik utama Curug Citambur adalah ketinggiannya. Airnya terjun bebas dari tebing yang berketinggian kurang lebih 100 meter (dihitung dengan Google Earth). Curug ini benar-benar akan memanjakan setiap wisatawan yang mengunjunginya, dengan kehijauan pepohonan di atas bukit serta dibawahnya terdapat persawahan.

Saat air terjun mengempas ke bawah dibarengi dengan percikan yang memantulkan kabut. Terkadang kabut itu terbawa angin dari lembah di bawahnya, hingga menciptakan sensasi tersendiri, layaknya berada di alam khas tatar Priangan.

Walaupun air terjun ini seakan memanggilmu untuk menyelaminya, tetapi kamu tidak bisa mandi ataupun bermain-main di dalam air. Sebab, dikelilingi tebing yang curam dan berbahaya jika memaksakan ingin menyelaminya.

Jika ingin berkunjung ke Curug Citambur ini, waktu yang baik untuk menikmati keindahan saat musim penghujan. Karena hijaunya pemandangan alam akan jelas terlihat indah. Namun, harus berhati-hati karna akses jalan yang masih ‘seadanya’ jalan becek dan menurun.

Seiring dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Curug Citambur. Kini Curug Citambur banyak sekali perubahan, pemerintah setempat mendirikan rumah terbalik, rumah kurcaci, dan spot foto yang unik untuk menarik minat pengunjung. Tidak hanya untuk spot foto saja, semacam fasilitas seperti musola, toilet dan warung juga sudah tersedia.

Untuk tiket masuk pengunjung di kenakan biaya Rp10.000 per orang dan untuk parkir kendaraan roda empat dikenakan biaya Rp5.000 dan roda dua Rp2.000.

Nopa Mirazzuliati
Mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers