web analytics
  

Social Entrepreneur: Berbinis Sambil Berbagi

Minggu, 16 Desember 2018 00:19 WIB Netizen Netizen
Netizen, Social Entrepreneur: Berbinis Sambil Berbagi, Social entrepreneur,satoe indonesia,wirausaha,sbm itb

Program yang rutin diadakan oleh Satoe Indonesia, sebagai bentuk aksi peduli terhadap perekonomian di berbagai desa di wilayah Bandung.(Satoe Indonesia)

Kelas inspirasi menjadi program sosial yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan yang lebih luas dan mendorong anak untuk memiliki cita-cita tinggi.

Program yang bertajuk Satoe Indonesia ini dibuat oleh mahasiswa Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung. Satoe Indonesia menjadi organisasi non-profit yang bergerak dalam bidang sosial dan ekonomi atau biasa disebut sebagai social entrepreneur.

Program Kelas Inspirasi diadakan sejak tahun 2017 lalu, program ini sudah berjalan selama satu tahun dan diadakan setiap dua minggu sekali. Daerah yang dipilih oleh Satoe Indonesia itu berlokasi di desa Cikawari, Cicaheum Bandung, Jawa Barat. Satoe Indonesia bekerja sama dengan berbagai pihak di Bandung, CSR (Corporate Social Responsibility) program salah satunya.

Program Kelas Inspirasi menjadi bagian dari bentuk tanggung jawab masyarakat akan pentingnya melakukan aksi sosial untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Indonesia.

Social entrepreneur hadir sebagai pihak yang akan membantu masyarakat dalam perekonomiannya. Para social entrepreneur menciptakan dan memimpin organisasi, untuk menghasilkan laba ataupun tidak, yang ditujukan sebagai katalisator perubahan sosial dalam tataran sistem melalui gagasan baru, produk, jasa, metodologi, dan perubahan sikap (Yayasan Schwab,2008).  

Social entrepreneur juga merupakan usaha yang berbeda dengan usaha lainnya, di mana usaha lain hanya mementingkan keuntungan bisnis nya itu sendiri, sedangkan social entrepreneur atau sociopreneur ini sangat mengutamakan pemberdayaan masyarakat dan dapat kita lihat dari bagaimana Satoe Indonesia membuat program Kelas Inspirasi ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2017 tercatat sebesar 5,07%. Adapun produk domestik bruto (PDB) berdasarkan angka berlaku mencapai Rp13.588,8 triliun dan PDB per kapita Rp51,89 juta.

Dengan demikian dapat disimpulkan social entrepreneur memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia dengan membuka lapangan pekerjaan serta menumbuhkan rasa sosial yang tinggi. 

Dilansir dari Kontan, meskipun social entrepreneur menjadi jawaban utama dari permasalahan sosial yang ada dan memiliki potensi yang cukup besar, namun belum mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat. Minimnya pengetahuan akan social entrepreneur maupun ekosistem dalam social entrepreneurship dapat dilihat dari sumber daya manusia di Indonesia.

Masyarakat Indonesia cenderung memiliki pendidikan yang rendah. Dari data yang dimuat BPS, seperti dilansir dari WartaEkonomi, pada Agustus 2014 terdapat sekitar 9,5% (688.660 orang) penduduk dengan tingkat pendidikan diploma tiga (D3) atau sarjana strata satu (S1) yang masih menganggur.

Dari total jumlah itu, 78,19% (495.143 orang) di antaranya bergelar sarjana. BPS juga menilai pengangguran di Indonesia pada tahun 2017 mencapai 7,01 juta. Selama Februari 2017 hingga Februari 2018, jumlah pengangguran mengalami penurunan sebanyak 140.000 orang.

SDM yang memiliki kualitas rendah akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, maka minimnya wawasan akan social entrepreneurship di Indonesia bisa dikatakan terjadi karena rendahnya kualitas SDM di Indonesia. Demikian social entrepreneur saat ini menjadi harapan besar agar terhindar dari rendahnya angka kemiskinan di Indonesia.

Social entrepreneur akan membuka lapangan luas bagi pengangguran di Indonesia. Selain membantu pengangguran, social entrepereneur juga akan membantu perekonomian masyarakat Indoenesia.

Dalam menghadapi kapitalisme global, peran social entrepreneur sangat dibutuhkan supaya negara tidak mudah terbawa arus industrialisasi ekonomi. Khususnya Indonesia yang selalu menjadi negara ketiga dalam proses industrialisasi ekonomi dari perusahaan-perusahaan transnasional yang selalu memonopoli negara ketiga.

Berdasarkan dimensi budaya Geert Hofstede, perbedaan karakteristik social entrepreneur di Indonesia dengan Amerika terlihat dari power distance dari kedua negara tersebut.

Indonesia cenderung tinggi, di mana kesenjangan dapat terjadi akibat pemimpin yang harus selalu dipatuhi dan diikuti. Beda dengan Amerika yang rendah, tidak ada istilah patuh akan pemimpin dan tidak menyebabkan kesenjangan sosial.

Selain power distance, individualisme di antara kedua negara tersebut berbeda. Indonesia memiliki tingkat individualisme yang rendah dan Amerika memiliki tingkat individualisme yang tinggi. Indonesia cenderung menanamkan pikiran untuk bekerja sama seperti lembaga koperasi atau selfhelp group (komunitas swadaya masyarakat) yang mengutamakan kebersamaan antar-anggota.

Jasmine Fahira

Mahasiswa Jurnalistik Fikom Unpad

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Peran Psikolog Forensik dalam Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Netizen Senin, 14 Juni 2021 | 22:15 WIB

Lalu apa saja peran yang dapat dilakukan oleh Psikolog Forensik saat melakukan pendampingan anak korban kekerasan seksua...

Netizen, Peran Psikolog Forensik dalam Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Psikolog Forensik,Kasus,kekerasan seksual,Anak,anak di bawah umur

Menolak Lupa, Paket Album Super Junior Mamacita yang Dicurigai Berisi...

Netizen Jumat, 11 Juni 2021 | 13:05 WIB

Pada Oktober 2014, sebuah laporan menyatakan ada penemuan paket diduga bom di Jatinegara, Jakarta Timur.

Netizen, Menolak Lupa, Paket Album Super Junior Mamacita yang Dicurigai Berisi Bom, Paket Album Super Junior,Mamacita,Bom,Super Junior,ELF

Menurunkan Angka Kematian Ibu

Netizen Kamis, 10 Juni 2021 | 17:15 WIB

Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini berkaitan dengan kaum ibu adalah masih tingginya angka kematian ibu...

Netizen, Menurunkan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Ibu,AKI,Ibu

Menyoal Penggantian Nama Jalan Tol Japek

Netizen Kamis, 10 Juni 2021 | 14:40 WIB

Penggantian nama jalan Tol Japek (Jakarta— Cikampek) jadi hal yang patut diperdebatkan.

Netizen, Menyoal Penggantian Nama Jalan Tol Japek, Penggantian Nama Jalan Tol Japek,Tol Japek,Tol Japek (Jakarta— Cikampek),Jalan Layang Syeikh Mohammed Bin Zayed,Jalan Tol Layang Japek

Menikahkan Anak

Netizen Rabu, 9 Juni 2021 | 13:55 WIB

Dua tahun setelah diangkat menjadi zelfstandig patih Sukabumi, Raden Kartawinata mulai menikahkan anak-anaknya.

Netizen, Menikahkan Anak, Raden Kartawinata,Raden Kartawinata mulai menikahkan anak-anaknya,Raden Soeria Karta Negara,Soeria Karta Legawa

Sinetron Televisi Indonesia: Antara Impian dan Kenyataan Masyarakat Ki...

Netizen Selasa, 8 Juni 2021 | 15:15 WIB

Sinetron adalah impian tertinggi masyarakat kita. Sinetron juga gambaran realitas yang ada di masyarakat.

Netizen, Sinetron Televisi Indonesia: Antara Impian dan Kenyataan Masyarakat Kita, Sinetron Televisi Indonesia,Sinetron,Badan Pusat Statistik (BPS),Garis Kemiskinan (GK),Hasil survei BPS,Impian,Kenyataan

Menlu Mochtar Kusumaatmadja dalam Kenangan

Netizen Senin, 7 Juni 2021 | 11:29 WIB

Menlu Mochtar Kusumaatmadja terbaring sakit. Segera terbayang wajah pejabat dengan latar belakang akademisi yang mumpun...

Netizen, Menlu Mochtar Kusumaatmadja dalam Kenangan, Mochtar Kusumaatmadja,Mochtar Kusumaatmadja wafat,dubes ri

Monyet Emas

Netizen Sabtu, 5 Juni 2021 | 17:42 WIB

Monyet Emas

Netizen, Monyet Emas, lutung,monyet emas,hewan,Hewan Langka

artikel terkait

dewanpers