web analytics
  

Angkot di Bandung Perlu Pencitraan Ulang

Senin, 10 Desember 2018 18:49 WIB Fathia Uqimul Haq
Bandung Raya - Bandung, Angkot di Bandung Perlu Pencitraan Ulang, Angkot, Pencitraan Ulang, Koperasi Angkutan Masyarakat (Kopamas),

Angkot di Kota Bandung. (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Minta masyarakat menggunakan angkutan umum (angkot) terus menurun. Karena itu, perlu adanya pencitraan ulang atau rebranding supaya penggunaan angkot kembali bangkit.

Plt Ketua Kopamas, Budhi Kurnia mengaku pihaknya sedang membuat standar citra angkot kembali naik. Diharapkan lewat rebranding, angkot dapat meraih pangsa pasar baru.

"Kita gerilya dengan booking angkot yang sudah biasa dilakukan. Sekarang juga para sopir ingin disebut driver supaya bisa menaikkan citra angkot," katanya, Senin (10/12/2018).

Menurutnya, cara mencitra ulang angkot yang dilakukan Kopamas adalah gerakan Angkot to School bekerjasama dengan SMPN 26. Para pelajar di sana memiliki angkot yang mengantarkan ke sekolah.

AYO BACA : Pakar Transportasi ITB: Hotel Mesti Paham Rute Angkot

Sewa angkot pun menjadi salah satu program Kopamas. Proses ini diraih dari pasar yang bergerak di pusat keramaian supaya pelaku dapat menggunakannya. Misalnya, wilayah Karang Setra yang menjadi titik keramaian sewa angkot.

Bekerja sama dengan PPTIK ITB, sewa angkot Kopamas dapat dilakukan melalui aplikasi Semut Angkot. Sebanyak 20 unit angkot telah terpasang GPS dan koneksi yang berkaitan satu sama lain.

Selain itu, Kopamas juga memiliki pelatihan bagi pengemudi. Diharapkan pengemudi menjadi sosok untuk mengenalkan kembali serta memperkuat citra angkot di mata pengguna karena sikap baiknya.

"Serta diharapkan bisa meraih kembali pasar yang hilang. Sebab adanya ojek online membuat hilangnya kesuksesan angkot," tuturnya.

AYO BACA : Delapan Fakta dan Cerita tentang Angkot di Bandung

Kopamas menjamin pengemudi angkotnya terseleksi dengan baik. Pasalnya para pengemudi dilatih untuk memiliki etika baik kepada penumpang. Seperti berkata santun dan tidak merokok. 100 pengemudi Kopamas pun telah terdaftar sehingga catatan dan biodata mereka dapat diketahui dengan baik.

"Kalau ada yang bilang naik angkot enggak aman, saya jamin 90% aman dengan Kopamas. 10%, kita kan enggak tahu ada di tangan Tuhan, apapun bisa terjadi," tegasnya. 

Hal itu disebabkan pengemudi Kopamas telah terlatih dengan baik dan memiliki SIM Umum yang terpantau langsung pengerjaannya.

Kopamas pun tengah melakukan perencanaan dan pengelolaan kekuatan kepada para pengemudinya. Seperti data yang dimiliki, 40% pengemudi angkot terjerat rentenir. Oleh sebab itu, Kopamas akan menggelar pelatihan salah satunya mengenai perencanaan keuangan.

"Berharap angkot bisa merubah perilaku dan mengedepankan pelayanan dimulai dari materi etika. Juga berharap ada aturan jelas bagi pengemudi online yang tengah dihadapi oleh angkot, sebab angkot ada regulasi dan rute yang harus dipatuhi, tidak bagi driver online," harapnya.

AYO BACA : Angkoters, Jasa Carter Angkot untuk Bantu Pemasukan Sopir

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers