web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Pemprov Jabar Luncurkan Program Saber Hoaks

Jumat, 7 Desember 2018 12:50 WIB Nur Khansa Ranawati

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, saat meluncurkan program pemberantasan hoaks bertitel Saber Hoaks (Sapu Bersih Hoaks) Jumat (7/12/2018). (Nur Khansa/ayobandung)

BANDUNG WETAN,AYOBANDUNG.COM--Pemerintah Provinsi Jawa Barat lewat Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat meluncurkan program pemberantasan hoaks bertitel Saber Hoaks (Sapu Bersih Hoaks). Program ini bertujuan untuk memantau, menerima aduan, mengklarifikasi, hingga melakukan edukasi pada masyarakat Jawa Barat terkait hoaks.

"Kami memulai program serius yang namanya Jabar Saber Hoaks, singkatan dari Jabar Sapu Bersih Hoaks yang isinya 90 persen anak-anak milenial ahli di bidang IT, tugasnya memverifikasi permohonan masyarakat juga merilis secara rutin berita-berira yang beredar di Jabar, yang diasumsikan hoaks," ungkap Gubernur Jabar Ridwan Kamil ketika ditemui di Aula Barat Gedung Sate, Jumat (7/11/2018).

AYO BACA : Ayomedia Network Deklarasikan Kickout Hoax

Tim Saber Hoaks Jabar mengerjakan dua objek konten. Pertama, berita hoaks berfokus di Jabar dengan korban warga, daerah, atau aset dalam atau luar Jabar. Kedua, berita hoaks di luar Jabar yang korbannya merupakan warga, daerah, atau aset Jabar. 

"Wilayah kerjanya di Jabar, hanya bekerja untuk berita-berita yang dilakukan atau beredar di Jabar, atau yang korban-korbannya juga masyarakat Jabar," jelas Emil.

AYO BACA : Uu: Hentikan Hoaks Terhadap Jokowi

Ada lima tugas inti yang nantinya akan dikerjakan tim ini, yakni memantau dan menerima aduan berita hoaks, melakukan klarifikasi dan pencarian fakta atas hoaks, menyebarkan data hasil klarifikasi hoaks, melakukan literasi hoaks pada masyarakat, dan melakukan diseminasi konten positif bagi masyarakat. 

"Klarifikasi itu counter berita hoaks tadi jadi kalau ditemukan ada berita hoaks, tim akan mencarikan informasi atau berita sebenarnya sehingga masyarakat tahu bedanya," ungkap Kepala Diskominfo Jabar Hening Widyatmoko.

Ia menambahkan, Pemprov Jabar maupun Diskominfo tidak akan secara langsung memberikan hukuman pada penyebar hoaks. Sanksi akan langsung diberikan pihak kepolisian pada kasus-kasus yang dinilai perlu dibawa ke ranah hukum.

"Nanti kita teruskan ke kepolisian, jadi ada Liaison Officer (LO/pendamping) yang membantu apabila proses hukum diperlukan, maka penegakkan hukumnya akan dilakukan oleh ranah kepolisian," ungkapnya.

Guna membantu kerja pemberantasan hoaks, masyarakat yang menemukan atau menjadi korban hoaks dapat mengajukan laporan pada nomor Jabar Saber Hoaks di 082118670700 atau melalui akun Instagram Jabarsaberhoax.

AYO BACA : Ratusan Santri, Ulama, dan Ormas Kabupaten Bandung Deklarasi Perangi Hoaks

Editor: Andres Fatubun

artikel lainnya

dewanpers