web analytics
  

Jokowi: Kejar Pembunuh di Papua

Rabu, 5 Desember 2018 20:54 WIB Dadi Haryadi
Umum - Nasional, Jokowi: Kejar Pembunuh di Papua, Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Pembunuhan, Jalan Trans Papua,

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menko Polhukam Wiranto (kiri) dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memberikan keterangan pers terkait penembakan pekerja Trans Papua di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12/2018). Presiden mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban serta memerintahkan prajurit TNI dan Polri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku dan menjamin pengerjaan jalan Trans Papua tetap berjalan dengan pengamanan petugas keamanan. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemerintah tidak takut dengan aksi pembunuhan yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap sejumlah warga yang sedang bekerja melakukan pembangunan di Kabupaten Nduga, Papua. Untuk itu, ia minta agar tugas berat membangun Papua terus dilanjutkan.

“Kita tidak akan pernah takut, dan ini malah membuat tekad kita membara untuk melanjutkan tugas besar kita membangun tanah Papua,” kata Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12/2018) siang.

Menurut Presiden, dirinya telah memerintahkan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar pembangunan jalan Wamena-Kenyam-Mamugu tetap diteruskan dan jalan Trans Papua sepanjang 4.600 kilometer harus segera diselesaikan. Dari Wamena ke Mamugu ini, lanjut Presiden, harus dibangun 35 jembatan.

“Ini tetap harus diselesaikan. Artinya, PU jalan terus untuk membangun tanah Papua serta untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden Jokowi.

AYO BACA : Uu: Hentikan Hoaks Terhadap Jokowi

Presiden menjelaskan, bahwa pembangunan di Papua itu memang sangat sulit, baik dari segi medan, letak geografis, dan cuaca, di mana ketinggian wilayahnya mencapai 3.000-4.000 meter di atas permukaan laut.

Ia menyebutkan, dari Wamena ke Mamugu sepanjang 278 kilometer itu ketinggiannya di atas 3.000 meter sehingga diperlukan helikopter untuk dapat membawa alat berat dan aspal ke lokasi pembangunan.

“Jadi pembangunan yang sangat sulit seperti itu yang harus diketahui masyarakat. Berbeda sekali, sangat berbeda sekali dengan pembangunan jalan, misalnya di Pulau Jawa. Alamnya sangat sulit di tanah Papua, kemudian juga ada sisi keamanan di titik-titik tertentu, ini yang menyebabkan kadang-kadang misalnya sebuah proyek itu harus berhenti dulu misalnya, karena alam yang sangat sulit dan kadang-kadang keamanan juga masih perlu perhatian,” terang Presiden.

Kejar Pelaku Pembunuhan

AYO BACA : Bertemu Jokowi, PPNI Usulkan Satu Desa 1 Perawat

Terkait aksi pembunuhan brutal yang diduga dilakukan oleh KKB terhadap para pekerja yang sedang melaksanakan pembangunan infrastruktur, Presiden Jokowi mengatakan, dirinya telah memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku tindakan biadab tersebut.

“Saya tegaskan bahwa tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal bersenjata seperti ini di tanah Papua maupun di seluruh pelosok tanah air,” ucap Presiden Jokowi tegas.

Sesuai laporan yang terbaru yang diterimanya, menurut Presiden Jokowi, saat ini Panglima TNI dan Wakapolri tengah berada di Papua untuk menangani penyerangan dengan penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata, yang telah mengakibatkan gugurnya para pekerja yang tengah bertugas membangun jalan Trans Papua.

“Saya atas nama rakyat, bangsa, dan negara, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan. Dan mari kita bersama-sama mendoakan agar arwah para Pahlawan Pembangunan Trans Papua ini diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ucap Presiden Jokowi.

Saat menyampaikan keterangan pers itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Polhukam Wiranto, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

AYO BACA : Jokowi: Guru Adalah Pemberi Inspirasi

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers