web analytics
  

Ayo Media Network Berikan Pelatihan Medsos untuk Pemuda Penggerak Pariwisata

Rabu, 28 November 2018 15:03 WIB Mildan Abdalloh

Pelatihan pemuda penggerak pariwisata era digital di Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang, Rabu (28/11/2018). (Mildan Abdalloh/ayobandung)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM--Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung menggelar pelatihan media sosial kepada puluhan pemuda penggerak pariwisata di Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang, Rabu (28/11/2018).

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Cecep Hendrawan mengatakan, pelatihan tersebut dilakukan untuk memberikan pengetahuan dalam melakukan promosi melalui sosial media.

"Di era digital seperti sekarang, media sosial menjadi salah satu sarana dalam promosi termasuk pariwisata," tutur Cecep.

Sebagai generasi milenial, pemuda penggerak pariwisata mempunyai peranan penting dalam melakukan promosi pariwisata. Namun, kata Cecep, dibutuhkan pengetahuan bagaimana mengelola media sosial agar lebih berdaya guna.

AYO BACA : Resmikan Kantor Baru, Ayo Media Network Deklarasikan Kickout Hoax

"Diharapkan, setelah mengikuti pelatihan ini, pemuda penggerak pariwisata bisa lebih aktif melakukan promosi di media sosial," ujarnya.

Dengan aktif promosi di media sosial, diharapkan kunjungan pariwisata ke Kabupaten Bandung bisa meningkat.

Menurut Cecep, jika kunjungan wisatawan meningkat, secara tidak langsung akan berkontribusi meningkatkan ekonomi masyarakat.

Manager Produksi Ayomedia Network Arfian Jamul yang menjadi pemateri dalam pelatihan tersebut mengatakan, media sosial adalah sarana promosi efektif di era digital.

AYO BACA : Rahim Asyik Jabat Direktur Pemberitaan Ayo Media Network

"Umbul manten di Klaten atau Tebing Keraton jadi contoh destinasi wisata yang populer berkat peran media sosial," tuturnya.

Berdasarkan hasil riset, ia menyebutkan 89 dari 100 wisatawan Indonesia menggunakan internet untuk merencanakan perjalanan wisata.

Media sosial yang merupakan bagian dari dunia maya adalah alat yang potensial untuk memengaruhi wisatawan.

"Sebanyak 40 persen wisatawan mengunjungi dan terpengaruh media sosial dalam memilih tujuan liburan berdasarkan rekomendasi warganet," ujarnya.

Arfian menambahkan, untuk bisa memopulerkan sebuah destinasi wisata di media sosial, dibutuhkan sejumlah pengetahuan antara lain bahasa, foto, dan video yang menarik.

"Berdasarkan data, setidaknya 33 persen wisatawan mengubah rencana awal liburan setelah melihat foto dan video di media sosial," pungkasnya.

AYO BACA : Kerja Sama bjb syariah dan Ayo Media Network Semakin Erat

Editor: Andres Fatubun

artikel lainnya

dewanpers