web analytics
  

Atasi Banjir Pagarsih, Mang Oded Bakal Datangi Kementrian PUPR

Selasa, 27 November 2018 16:37 WIB Fathia Uqimul Haq
Bandung Raya - Bandung, Atasi Banjir Pagarsih, Mang Oded Bakal Datangi Kementrian PUPR, banjir pagarsih,mang oded

Wali Kota Bandung Oded M Danial meninjau lokasi terdampak banjir di Pagarsih, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Selasa (27/11/2018).(Humas Pemkot Bandung)

ASTANA ANYAR, AYOBANDUNG.COM--Pemerintah Kota Bandung terus mencari formulasi yang tepat untuk menangani banjir, khususnya di Pagarsih. Koordinasi dengan berbagai pihak pun dilakukan agar penanganannya bisa komprehensif.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengemukakan, dalam waktu dekat akan menemui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Balai Besar Wilayah Sungai. Pasalnya, beberapa hal memang perlu berkoordinasi dengan pemerintah pusat. 

"Harus diperhatikan urusan sungai itu masalahnya tidak hanya parsial. Tidak hanya kota kabupaten terdampak, harus juga dengan pemerintah provinsi maupun pusat," ungkapnya setelah meninjau lokasi terdampak banjir di Pagarsih, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Selasa (27/11/2018).

Oded mengaku memperoleh banyak aspirasi dari masyarakat terdampak setelah melakukan peninjauan. Banyak yang mengeluhkan dampak keberadaan basemen air di bawah Jalan Pagarsih. 

AYO BACA : Atasi Banjir Pagarsih, Pjs Wali Kota Bandung Bakal Perpanjang Pembangunan Tol Air

"Masyarakat menyampaikan ketika basemen air dibangun yang dulunya kalau ada banjir air terbagi. Sekarang masuk basemen langsung tumpah ke sungai Citepus dan berdampak ke rumah mereka," tuturnya. 

Meski begitu, Oded tidak serta-merta menelan begitu saja aspirasi masyarakat. Dirinya berkomitmen untuk mencari solusi terbaik melalui berbagai cara dan kajian terlebih dahulu.

"Mang Oded punya itikad ke depan solusi banjir akan cari formulasi seperti apa pilihan yang tepat. Dulu basemen air itu bagian dari solusi. Kalaupun ada aspirasi harus dikaji dulu," bebernya. 

Oded pun mencontohkan, pihaknya saat ini tengah merampungkan kolam retensi Sirnaraga sebagai penahan air Sungai Citepus. Kalau tidak ada aral melintang, awal Desember mendatang sudah dapat digunakan. 

AYO BACA : Ini Solusi Pemkot Bandung untuk Banjir Pagarsih

"Kita kan punya danau retensi Sirnaraga. Kalau sudah efektif semoga jadi bagian dari solusi. Kepada masyarakat, saya imbau agar pola komunikasi koordinasi harus bagus," imbaunya. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung Arif Prasetya mengemukakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan banjir, di antaranya tingginya debit air, penyempitan dan pendangkalan sungai, dan kondisi di sumber air. 

"Ini yang perlu dibicarakan dengan daerah lain di Bandung Raya. Harus duduk bersama bagaimana penanganannya," ujar dia.

Menyinggung basemen air di Pagarsih, menurutnya, sudah efektif karena sesuai fungsinya dan berjalan normal. Banjir pada Senin (26/11/2018) lalu, kata Arief, akibat debit air berlebih lantaran hujan berlangsung dari pagi hingga sore. 

"Kami pun sedang memikirkan solusi untuk membagi aliran air Citepus. Selain ke kolam retensi Sirnaraga, kami usahakan dibagi ke arah sungai di Ciroyom," jelasnya. 

AYO BACA : Breaking News: Hujan Deras, Pagarsih Banjir Lagi

Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers