web analytics
  

Uu Minta PT BIJB Kerek PAD Jabar

Senin, 26 November 2018 11:08 WIB Adi Ginanjar Maulana

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat menghadiri acara syukuran keempat tahun BIJB di area terminal BIJB, Sabtu (24/11/2018).

MAJALENGKA, AYOBANDUNG.COM--Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum melontarkan harapannya kepada PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang saat ini menginjak usia empat tahun.

Setelah penerbangan pertama dilakukan pada Mei 2018, BIJB diharapkan gencar melakukan promosi agar lebih dikenal masyarakat luas dan mau menggunakan jasa BIJB untuk bepergian. Para pengurus PT BIJB juga harus melakukan kerja sama dengan berbagai pihak.

"Harapannya semakin eksis, promosi harus lebih gencar agar semakin populer dan dipercaya masyarakat," kata Uu saat menghadiri acara syukuran keempat tahun BIJB di area terminal BIJB, Sabtu (24/11/2018), melalui keterangan resmi yang diterima Ayobandung.com.

BIJB sebagai BUMD yang 99% sahamnya milik Pemprov Jabar ini diharapkan segera menambah rute penerbangan baru, baik domestik maupun internasional beserta maskapainya. Saat ini, BIJB baru memiliki 5 rute penerbangan yaitu Kertajati-Surabaya, Medan, Madinah, Lampung, dan Semarang.

Selain itu, sebagai bandara satu-satunya di Indonesia yang dimiliki BUMD, kehadiran BIJB diharapkan mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

"Semoga BIJB bisa cepat menghasilkan uang untuk pemasukan PAD," ujar Uu.

Sebelumnya, Pemprov Jabar telah mengusulkan pergantian nama bandara kepada pemerintah pusat. Uu berharap nama tersebut segera diputuskan dalam waktu dekat. 

AYO BACA : Penerbangan di BIJB Kertajati Bertambah

Nama Bandara yang diusulkan dan telah melalui proses pemilihan itu antara lain, KH Abdul Halim, Syarif Hidayatullah, dan Bagusrangin.

"Nama-namanya sudah bagus sekali dan memiliki nilai sejarah, semoga segera diputuskan," ucapnya.

Tak lupa dalam kesempatan itu, Uu juga berterima kasih kepada Gubernur Jabar periode sebelumnya Ahmad Heryawan. 
Menurutnya, Aher memiliki jasa yang besar dalam pendirian dan pembangunan bandara yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Jabar.

"Terima kasih kepada Kang Aher yang sudah merintis melahirkan BUMD BIJB ini atas perjuangan dan jasa-jasanya," tutur Uu.

Di usianya yang keempat, menurut Direktur Utama BIJB Virda Dimas Ekaputra, BIJB memiliki tantangan yang besar ke depannya. Agar Bandara ini ramai secara komersil pihaknya secara bertahap akan menambah rute penerbangan. Di akhir tahun ini ditargetkan memiliki 14 rute penerbangan.

"Dalam waktu dekat kita akan menambah rute baru yaitu Balikpapan dan Pontianak. Kami berupaya ada 14 rute sampai akhir tahun ini agar di tahun 2019 bisa jauh lebih banyak lagi," ungkap Virda.

Landasan pacu atau runway BIJB kini tengah diperpanjang hingga 3.000 meter. Bila sudah mencapai angka itu, akan bisa didaratkan oleh pesawat berbadan lebar.

AYO BACA : Dirut PT BIJB Semringah Mendapat Penyertaan Modal dari Pemprov Jabar

"Perpanjangan runway sedang berlangsung dan konstruksi selesai Desember ini dan kelengkapan peralatan serta navigasi mudah-mudahan Maret 2019 bisa dilaksanakan," katanya.

Pihaknya mencanangkan BIJB tidak hanya akan menjadi smart airport yang akan memiliki aerocity, tetapi kedepan akan menjadi educational airport, didukung dengan adanya pojok aerospace, perpustakaan, area eksibisi, dan taman burung merak.

"Kita punya taman yang ada burung meraknya sebagai impelentasi dari airport yang terbuka ke masyarakat," tutur Virda.

Peresmian Pabukon Prak Maca

Pada syukuran empat tahun BIJB, Uu Ruzhanul Ulum juga meresmikan taman baca yang diberi nama Pabukon Prak Maca yang berada di lantai 3 ruang tunggu keberangkatan penumpang. Dalam hal ini BIJB bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Jawa Barat.

Kepala Dispusipda Jabar Taufik Budi Santoso menuturkan, perpustakaan umum Pabukon Prak Maca di BIJB ini merupakan salah satu program realisasi 100 hari Gubernur Jabar periode 2018-2023. Pabukon Prak Maca berasal dari bahasa Sunda. Pabukon artinya lemari atau rak buku, Prak Maca mengandung arti seruan untuk mengajak baca.

"Luasnya 4 x 4,5 meter persegi dengan koleksi buku berjumlah 700 judul dan 1000 eksemplar. Ada juga majalah dan koran serta fasilitas e-book yang dapat diakses melalui tablet yang sudah kami sediakan," jelas Taufik.

Jam buka layanan sementara ini dibuka satu jam sebelum keberangkatan pertama sampai dengan satu jam setelah keberangkatan terakhir.

"Petugasnya berasal dari Dispusipda Kabupaten Majalengka," katanya.

Koleksi perpustakaan hanya bisa diakses dan dibaca di tempat, jadi tidak untuk dipinjam keluar. Sementara itu, sirkulasi pergantian buku dilaksanakan secara reguler.

AYO BACA : BIJB Segera Rampung, Aher Ungkap Sosok di Balik Pembangunannya

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel lainnya

dewanpers