web analytics
  

Kang Uu: Pesantren Zaman Now Harus Miliki Ekonomi Pondok Pesanten

Minggu, 25 November 2018 12:56 WIB Arditya Pramono
Umum - Regional, Kang Uu: Pesantren Zaman Now Harus Miliki Ekonomi Pondok Pesanten, Uu Ruzhanul Ulum, Maulid Nabi, Ekonomi Pondok Pesantren

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menghadiri acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta Halaqoh Ulama se-Jawa & Doa untuk Palestina di Pesantren Al-Muhajirin Kampus 1, Jalan Veteran, Kabupaten Purwakarta, Minggu (25/11/2018). (Arditya Pramono/ayobandung).

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum atau yang akrab disapa Kang Uu mengatakan, pesantren zaman now harus memiliki kemandirian di bidang ekonomi yang disebut ekonomi pondok pesantren

Hal tersebut, disampaikannya usai menghadiri acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta Halaqoh Ulama se-Jawa & Doa untuk Palestina di Pesantren Al-Muhajirin Kampus 1, Jalan Veteran, Kabupaten Purwakarta, Minggu (25/11/2018). 

Panglima Santri Jabar itu mengatakan dengan adanya kemandirian di bidang ekonomi maka sebuah pesantren akan bisa bertahan lebih lama. Dan bisa berkembang lebih pesat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa serta meningkatkan iman dan ketakwaan peserta didik. 

"Pesantren di Jabar sering punya masalah klasik. Kalau pendirinya wafat pesantrennya juga wafat. Kita lihat hal itu terjadi karena saat pendiri pesantrennya yang kharismatik masih hidup, sumbangan untuk operasional pesantren, infak, sedekah, jariah itu masih banyak. Kalau sudah wafat biasanya mulai susah. Makanya pesantren jangan hanya mengandalkan sumber ekonomi itu saja, tapi harus mandiri," jelasnya

Kang Uu membandingkan sejumlah pondok pesantren di Provinsi Jawa Timur justru punya daya survival yang kuat dalam mempertahankan dan mengembangkan jaringan pondok pesantren yang mereka miliki. Hal itu bisa terjadi  lantaran pesantren di Jawa Timur memiliki sumber ekonomi mandiri yang dikelola secara profesional.

"Di Jawa Timur pesantrennya punya supermarket, hotel, rumah makan dan lainnya. Itu bagus, jadi pesantren kuat secara ekonomi," jelaanya. 

Melihat fenomena tersebut, Pemprov Jabar sangat mendorong terciptanya ekonomi pondok pesantren. Ia mengatakan di Jabar tak banyak pesantren yang bisa mandiri secara ekonomi seperti Al-Muhajirin 

"Kunjungan saya hari ini ke Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta selain mengahadiri Maulid Nabi juga ingin belajar bagaimana Al-Muhajirin yang merupakan pondok pesantren bisa berkembang karena memiliki kemandirian di bidang ekonomi," jelasnya. 

Seperti diketahui Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta memiliki kemandirian ekonomi dengan memiliki Koperasi Syariah serta pembuatan tempe dan peternakan ayam yang akan segera dibangun.  

Editor: Andri Ridwan Fauzi

terbaru

Longsor Tutup Akses Jalan Penghubung Tasikmalaya-Pangandaran

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 14:21 WIB

Longsor Tutup Akses Jalan Penghubung Tasikmalaya-Pangandaran

Umum - Regional, Longsor Tutup Akses Jalan Penghubung Tasikmalaya-Pangandaran, Longsor Tasikmalaya,longsor Cineam,Jalur Tasikmalaya-Pangandaran,Tasikmalaya

Ratusan Warga Binaan Lapas Cirebon Dites Swab Usai 3 Pegawai Positif

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 13:26 WIB

Sebanyak 670 warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon menjalani tes swab.

Umum - Regional, Ratusan Warga Binaan Lapas Cirebon Dites Swab Usai 3 Pegawai Positif, Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon,Swab test di lapas Cirebon,Cirebon,narapidana positif Covid-19

Terjerat Razia Masker, Pemuda di Tasikmalaya Kedapatan Bawa Obat Keras

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 13:09 WIB

Obat ini bisa menyebabkan kantuk dan mabuk jika dikonsumsi berlebihan.

Umum - Regional, Terjerat Razia Masker, Pemuda di Tasikmalaya Kedapatan Bawa Obat Keras, Razia obat keras,Razia masker Tasikmalaya,Tasikmalaya,Operasi Yustisi Tasikmalaya

Kasus Dugaan Rekayasa Buku Nikah, IL Sayangkan Keputusan Hakim

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 12:23 WIB

IL juga menyayangkan keputusan hakim Pengadilan Agama Sumber yang mengabaikan seluruh bukti dan saksi, bahwa pernikahan...

Umum - Regional, Kasus Dugaan Rekayasa Buku Nikah, IL Sayangkan Keputusan Hakim, Rekayasa buku nikah,KPAID Kabupaten Cirebon,Ketua KPAID Kab Cirebon,Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon,Cirebon

Update Covid-19 Jabar: 1.484 Pasien Sembuh, Terbanyak di Depok

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 11:15 WIB

Update Covid-19 Jabar: 1.484 Pasien Sembuh, Terbanyak di Depok

Umum - Regional, Update Covid-19 Jabar: 1.484 Pasien Sembuh, Terbanyak di Depok, Covid-19 Jabar,Positif Covid-19 Jabar,Kasus Covid-19 Jabar,Covid-19 Jawa Barat,Kasus Covid-19 Jawa Barat,Tambahan Kasus Covid-19 Jawa Barat

PVMBG Analisis Penyebab Banjir Bandang Puncak

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 10:32 WIB

PVMBG Analisis Penyebab Banjir Bandang Puncak

Umum - Regional, PVMBG Analisis Penyebab Banjir Bandang Puncak, Banjir Puncak,Banjir Puncak Bogor,korban banjir Puncak,Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG),PVMBG

Warga Tasikmalaya Akhirnya Setuju RSUD Dewi Sartika Jadi RS Darurat Co...

Regional Rabu, 20 Januari 2021 | 21:36 WIB

Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya untuk menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah Tipe C Dewi Sartika di Kawalu menj...

Umum - Regional, Warga Tasikmalaya Akhirnya Setuju RSUD Dewi Sartika Jadi RS Darurat Covid-19, Pemkot Tasikmalaya,RSUD Dewi Sartika,RS Darurat Covid-19

Dewan Cianjur Geram, Ada Beras Tak Berlabel di BPNT Cibeber

Regional Rabu, 20 Januari 2021 | 21:14 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Cianjur geram saat menemukan beras dalam karung yang tidak berlabel program Bantuan Pangan Non Tu...

Umum - Regional, Dewan Cianjur Geram, Ada Beras Tak Berlabel di BPNT Cibeber, DPRD Kabupaten Cianjur

artikel terkait

dewanpers