web analytics
  

Mental dan Sanksi, Penyebab Performa Persib Anjlok di Akhir Musim

Jumat, 23 November 2018 13:28 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Persib - Maung Bandung, Mental dan Sanksi, Penyebab Performa Persib Anjlok di Akhir Musim, Mental, Sanksi, Performa Persib Akhir Musim

Ilustrasi pemain Persib merayakan gol. (Irfan Al-Faritsi/ayobandung)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Performa Persib Bandung menjelang akhir Liga 1 2018 mengalami penurunan drastis. Sejak menerima sanksi dari Komisi Disiplin PSSI awal Oktober lalu, dari delapan pertandingan, Persib hanya menang sekali.

Melihat perjalanan di paruh musim putaran pertama Liga 1 2018, Persib Bandung sempat meyakinkan setelah konsisten berada di papan atas klasemen. Padahal, saat itu Persib Bandung menjadi tim yang tak diunggulkan dengan komposisi pemain seadanya. 

Lambat laun performa impresif itu menurun ketika didera sederet sanksi dari Komdis PSSI. Penampilan Persib Bandung pun mulai tak karuan saat Liga 1 2018 memasuki pertengahan menuju akhir musim. 

Kondisi itu dirasa betul oleh Dirijen Viking Persib Club Yana Umar.

Ia menilai penurunan performa itu lantaran imbas dari sederet sanksi yang menghantam skuat Maung Bandung. Menurutnya, pemain seolah bermain dalam tekanan, alhasil mental pemain cukup terpecah.

"Merosotnya mental ini mah. Kalau kemarin gak ada sanksi bisa juara karena di saat lagi enjoy ada sanksi, otomatis down. Hal itu yang bikin down ke pemain, tidak bisa dipungkiri," kata Yana, Jumat (23/11/2018).

Semisal dari lima pertandingan terakhir, Yana menyebut, Persib Bandung kesulitan meraih kemenangan. Bahkan Persib harus menyerah dari tim papan bawah semisal Persebaya Surabaya, PSMS Medan, dan PSIS Semarang.

"Tim ini (Persib) belum lepas dari down itu, sampai sekarang. Kalau udah lepas mah enjoy, Insyaallah. Kemarin (formasi) lengkap tetap aja gak bisa, berarti ini masih ada masalah di mental," lanjutnya.

Kondisi itu akhirnya mengharuskan Persib Bandung berada di peringkat empat klasemen sementara Liga 1 2018.

Meski Persib Bandung tengah tak stabil, namun Yana meyakini, motivasi untuk menutup kompetisi dengan kemenangan tetap dilambungkan Pangeran Biru. Terlebih perburuan sembilan poin di tiga laga sisa kali ini pun tak lepas dari tekad Persib berlaga di kompetisi Asia musim depan. 

"Karakter di paruh musim memang hilang setelah kena sanksi, itu yang kami sangat kasihan ke tim. Tapi sekarang gimana, sudah susah (juara) atuh sisa tiga pertandingan. Tapi ya setidaknya berusaha merebut posisi kedua buat kejar tempat di AFC," kata Yana.

Maung Bandung masih memiliki tiga pertandingan. Terdekat, anak asuk Mario Gomez ini bakal menjamu Perseru Serui di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar Bali, Jumat (23/11/2018) pukul 18.30 WIB. Yana selaku bobotoh pun mengaku tetap optimistis Persib bisa memberikan hasil maksimal dari tiga sisa laga.

"Kalau sebagai bobotoh selalu optimis. Tapi yang menentukan tim dan Persib sendiri. Kayak melawan PSIS kita optimis menang, tapi hasilnya, tahu sendiri kan? Bobotoh mah sudah melakukan apa pun yang harus dilakukan sebagai suporter. Tapi kalau seperti ini harus ada kemauan dari tim untuk menang," tandasnya.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers