web analytics
  

Fahri Hamzah Bahas Perpolitikan Indonesia di Garbi Night Jabar

Jumat, 23 November 2018 10:32 WIB Andri Ridwan Fauzi
Umum - Nasional, Fahri Hamzah Bahas Perpolitikan Indonesia di Garbi Night Jabar, Fahri Hamzah, DPR RI, Jokowi-Ma'ruf, Prabowo Sandi, Pilpres 2019

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah (ayobandung.com/Andri Ridwan Fauzi)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM--Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, menilai isu-isu kampanye yang dilakukan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amien dan Prabowo-Sandiaga Uno belum menyentuh substansi atau akar permasalahan yang dihadapi masyarakat Indonesia. Kampanye yang terjadi saat ini justru gimik-gimik dan saling sindir yang tidak penting.

"Makanya saya mendorong kedua pasangan untuk berkampanye lebih baik lagi. Tidak mengedepankan gimik-gimik dan saling sindir yang sangat jauh dari substansi yang diinginkan masyarakat," ujar Fahri dalam acara Talkshow Garbi Night Jabar, di Teater Terbuka Dago Tea House, Kamis (22/11/2018) malam.

Menurut Fahri, kedua pasangan capres dan cawapres seharusnya memberikan pencerahan kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa memiliki pemahaman tentang perbedaan kedua kandidat tersebut.

"Bantu masyarakat untuk bisa membedakan kalian berdua. Paparkan ide-ide yang terasa manfaatnya dan penting bagi masyarakat. Bukan sebaliknya, memberikan tontonan yang tidak penting dan tidak bermutu bagi masyarakat," ungkapnya.

Karena substansi belum tersentuh, maka yang terjadi adalah saling lapor kepada pihak yang berwajib. Hal ini disebabkan perdebatan yang terjadi bukan pikiran tapi karakter sehingga mudah tersinggung dan akhirnya melapor ke pihak berwajib.

Dijelaskan Fahri, yang dibutuhkan saat ini adalah jawaban-jawaban mengenai masalah-masalah yang dihadapi masyarakat. Seperti masalah pendapatan, penyediaan lapangan kerja, penyelesaian konflik bangsa, korupsi, narkoba, pendidikan, dan BPJS Kesehatan yang diambang kebangkrutan.

AYO BACA : Kementerian PPN Finalisasi RPP Penyandang Disabilitas Indonesia

"Itu yang harus dijawab. Apakah mereka mampu memimpin dengan mempertahankan BPJS Kesehatan tetap ada? Bukannya ngomong sontoloyo atau genderuwo, apa manfaatnya bagi masyarakat?" terangnya.

Supaya lebih teratur dan terarah, Fahri mendesak KPU membuat regulasi teknis untuk menggelar diskusi dari Sabang sampai Merauke. Dengan diskusi tersebut, capres dan cawapres bisa menyampaikan ide dan gagasannya dalam membangun dan menyejahterakan bangsa dan negara.

"KPU masih banyak bolong-bolongnya. Mumpung masih ada waktu lima bulan lagi, bikin regulasi teknis untuk menggelar diskusi antara kandidat dengan masyarakat," tambahnya.

Fahri sangat mengapresiasi acara Garbi Night yang bisa menjadi ajang menyampaikan ide dan gagasan sekaligus mencari solusi permasalahan yang sedang dihadapi bangsa saat ini.

"Garbi Night ini adalah tradisi berpikir dan berdiskusi anak-anak muda yang sangat positif. Ini sebuah kebangkitan yang harus ditampung dan bagian dari perkembangan zaman," tandasnya.

Ditemui terpisah, Sekum DPW Garbi Jabar D. Musaddad R. menyatakan, lahirnya Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) dilandasi gagasan besar Bung Anis Matta. Bersama dengan beberapa orang yang memiliki visi dan misi sama, akhirnya Garbi dibentuk sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan.

AYO BACA : Oma Mulyana, Penyanyi 'Kumadinyawelah' yang Viral di Dunia Maya

"Gagasan besar itu salah satunya akan mewujudkan Indonesia masuk dalam kekuatan lima terbesar di dunia," ucapnya.

Untuk bisa memenuhi target tersebut, diperlukan kemandirian ekonomi, kekuatan militer, dan penguasaan teknologi.

"Kalau unsur-unsur tersebut bisa terwujud, Garbi yakin Indonesia akan menjelma menjadi negara kelima terkuat di dunia," tukasnya.

Saat ini Garbi masih fokus menjadi ormas, namun tidak menutup kemungkinan akan berubah menjadi partai politik.

"Masih fokus ke ormas. Kita fokus untuk menyosialisasikan ide-ide dan gagasan mengenai arah baru Indonesia ke depan. Namun, tidak menutup kemungkinan berubah menjadi parpol," katanya.

Dalam hal ini, terdapat tiga opsi Garbi bertransformasi menjadi parpol dengan tiga filosofi yakni sebagai anak kandung, saudara kandung, dan ibu kandung.

"Filosofi anak kandung itu, akan ada parpol dan Garbi tidak ada. Atau saudara kandung, Garbi dan parpol sama-sama besar. Atau ibu kandung, Garbi melahirkan parpol," ungkapnya.

Garbi sudah dibentuk di hampir seluruh provinsi. Khusus untuk Jawa Barat, Garbi sudah ada di 24 kabupaten/kota.

"Yang belum itu Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Pangandaran," tegasnya.

AYO BACA : Alami Perubahan Waktu, Kick-Off Persib vs Perserui Digelar Pukul 18.30 WIB

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers