web analytics
  

Korban Pelecehan Seksual Perlu Dilindungi, Bukan Dihakimi

Kamis, 15 November 2018 12:56 WIB Fathia Uqimul Haq
Bandung Raya - Bandung, Korban Pelecehan Seksual Perlu Dilindungi, Bukan Dihakimi, Korban Pelecehan Seksual, Perlu Dilindungi, Bukan Dihakimi

Ilustrasi pelecehan seksual. ( © picture-alliance/dpa/Frank May)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Kasus pelecehan seksual masih terjadi di lembaga pendidikan. Tidak hanya mahasiswa yang menjadi pelaku, tetapi dosen juga.

Beberapa bulan terakhir, kasus terkait seksual marak kembali. Misalnya, penyebaran video asusila di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, pelecehan dosen terhadap mahasiswa di Universitas Langlangbuana, dan kasus pelecehan seksual oleh mahasiswa terhadap sesama teman KKN-nya dari UGM pada 2015, yang baru terendus baunya beberapa pekan terakhir.  

Menurut mahasiswa Unla, Wandhy Saputra (24), pelecehan seksual yang dilakukan salah seorang dosen Unla kepada mahasiswanya tidak bisa lagi ditoleransi. Sebagai mahasiswa, baginya, bukan hanya korban yang dilecehkan tetapi seluruh mahasiswa itu sendiri. 

"Kita menuntut wakil rektor tersebut dipecat dan dihukum seberat-beratnya karena sudah mencoreng nama baik kampus," katanya, Kamis (15/11/2018). 

Sebagai bagian civitas academica, dosen dan mahasiswa harus menjaga norma dan etika.

AYO BACA : Samahita, Komunitas Perangi Kejahatan Seksual

"Dosen pun sebagai orang terdidik, harusnya memberikan contoh yang baik kepada mahasiswanya, membagikan ilmu yang dia punya, bukannya melecehkan," ujarnya.  

Hani Ratih--bukan nama sebenarnya--, alumnus salah satu kampus di Bandung, mengatakan beberapa kali pernah diperlakukan tidak etis oleh dosennya.  Dirinya pernah diminta ke ruangan tiba-tiba, diajak ngobrol hal-hal di luar pelajaran, bahkan dosennya tidak melepas langsung tangannya ketika bersalaman. 

"Kadang sendiri aja katanya datang ke ruangan, atau minta ada kelas tambahan di luar, memegang paha atau mengusap pipi," ujar dia. 

Setelah kejadian itu, dia agak menjauh dari dosen tersebut. Saat bercerita kepada teman-temannya, bukan hanya dia yang diperlakukan tidak baik, beberapa temannya yang lain pun bernasib sama. 

Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Bandung, Anggi Anggraeni, menyayangkan kasus pelecehan seksual yang terjadi di dunia pendidikan, baik di kampus maupun di sekolah. 

AYO BACA : Perempuan, Kamu Harus Bicara demi Selangkanganmu

Jika ditelisik dari kasus-kasus sebelumnya, kasus pelecehan seksual tidak hanya dilakukan mahasiswa dan siswa terhadap sesamanya, tapi dilakukan juga oleh guru terhadap siswa, atau dosen terhadap mahasiswa. 

"Biasanya kasus kekerasan ini dilakukan dari figur yang merasa lebih superior kepada figur yang dinilai inferior. Hal yang patut disayangkan dari kejadian ini, bila ada korban yang melapor, biasanya korban tersebut yang malah disalahkan, dalam hal ini perempuan," katanya.

Alasannya, perempuan sering dikatakan tidak bisa menjaga sikap, terlalu mengumbar hal-hal yang mengundang syahwat dari pelaku. 

"Nah, hal-hal inilah yang membuat para korban yang menerima pelecehan seksual lebih memilih diam dan tidak melaporkan perlakuan apa yang dia terima," ujarnya.

Ketika dia melaporkan kasus pelecehan seksual yang dialaminya, dia justru menerima sanksi sosial, dipermalukan, bahkan  disalahkan. Lebih parah, ada pelapor yang justru dikeluarkan dari sekolahnya. Hal-hal tersebut secara tidak langsung akan membuat ruang pelecehan seksual terhadap perempuan semakin melebar. 

"Sebab korban akan menerima stigma dari masyarakat ketika mencoba melaporkan apa yang dialaminya kepada pihak berwajib. Sehingga para pelaku akan lebih berani lagi," kata dia.

Perguruan tinggi dan sekolah, lanjutnya, harus responsif gender agar angka kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan menurun. 

"Bila ada pelaporan tindak kekerasan seksual, harusnya korban dilindungi, diakomodir, dan sanksi terhadap pelaku harus ditegakkan dengan seadil-adilnya," ucapnya.

AYO BACA : Perempuan Butuh Ruang yang

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Rumah di Astanaanyar Bandung Dilalap Api

Bandung Sabtu, 19 Juni 2021 | 21:14 WIB

Kebakaran melanda rumah di Jalan Astanaanyar, Gang Etit, Kelurahan Nyengseret, Kota Bandung, Sabtu 19 Juni 2021.

Bandung Raya - Bandung, Rumah di Astanaanyar Bandung Dilalap Api, Informasi Kebakaran Bandung,kebakaran astanaanyar,kebakaran Bandung,Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung

Covid-19 Kecamatan Antapani Tertinggi, Tembus 120 Kasus Aktif

Bandung Sabtu, 19 Juni 2021 | 20:33 WIB

Kecamatan Antapani hingga saat ini masih menjadi kecamatan dengan kasus aktif Covid-19 tertinggi di Kota Bandung.

Bandung Raya - Bandung, Covid-19 Kecamatan Antapani Tertinggi, Tembus 120 Kasus Aktif, Kasus Covid-19 Antapani,Kasus Covid-19 Kota Bandung,covid-19 kota bandung melonjak,Pusicov Kota Bandung,data covid-19 kota bandung terbaru

Melonjak, Kasus Aktif Covid-19 Kota Bandung Naik 190 Dalam Sehari

Bandung Sabtu, 19 Juni 2021 | 20:23 WIB

Kota Bandung termasuk salah satu dari sejumlah daerah di Indonesia yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 selepas libur...

Bandung Raya - Bandung, Melonjak, Kasus Aktif Covid-19 Kota Bandung Naik 190 Dalam Sehari, Kasus Covid-19 Bandung,kasus covid-19 bandung hari ini,covid-19 kota bandung melonjak,Pusicov Kota Bandung

Viral! Pengendara Mobil Halangi Ambulans Sambil Acungkan Jempol ke Baw...

Bandung Sabtu, 19 Juni 2021 | 20:08 WIB

Menurut keterangan, ambulans tersebut sedang melakukan penjemputan dan pengantaran pasien dari Depok menuju Rumah Sakit...

Bandung Raya - Bandung, Viral! Pengendara Mobil Halangi Ambulans Sambil Acungkan Jempol ke Bawah, video viral,video viral halangi ambulans,video halangi ambulans

Sejumlah Jalan Kota Bandung Ditutup, Polisi: Kafe Hanya Boleh Take Awa...

Bandung Sabtu, 19 Juni 2021 | 18:30 WIB

Hal ini dilakukan untuk menekan lonjakan kasus COVID-19 Kota Kembang.

Bandung Raya - Bandung, Sejumlah Jalan Kota Bandung Ditutup, Polisi: Kafe Hanya Boleh Take Away, penutupan jalan Bandung,Waktu penutupan jalan Bandung,dine in bandung,ppkm mikro kota bandung,aturan wisata kota bandung

Polisi Bubarkan Kerumunan Warga di Pusat Kota Bandung

Bandung Sabtu, 19 Juni 2021 | 17:48 WIB

Titik pembubaran kerumunan mayoritas berada di pusat kota.

Bandung Raya - Bandung, Polisi Bubarkan Kerumunan Warga di Pusat Kota Bandung, covid-19 kota bandung,Update Covid-19 Kota Bandung,kerumunan kota bandung,PPKM Mikro Bandung,Polrestabes Bandung

Selama Pandemi, Pedagang di Kecamatan Coblong Tak Pernah Dapat Bantuan

Bandung Sabtu, 19 Juni 2021 | 07:50 WIB

Bantuan terhadap UMKM, program Kartu Prakerja, ataupun dana bantuan lainnya nyatanya tak sampai kepada para pedagang, kh...

Bandung Raya - Bandung, Selama Pandemi, Pedagang di Kecamatan Coblong Tak Pernah Dapat Bantuan, Pedagang di Kecamatan Coblong,Bantuan masyarakat miskin,Bantuan Covid-19,pedagang kuliner di Coblong,Bantuan UMKM,Program Kartu Prakerja,pedagang kelas bawah,Cerita pedagang kelas bawah Coblong

Masjid Al-Imtizaj, Masjid Indah Bernuansa Tionghoa di Sudut Kota Bandu...

Bandung Sabtu, 19 Juni 2021 | 07:27 WIB

Masjid Al-Imtizaj ini sekilas tidak terlihat seperti Masjid pada umumnya, melainkan seperti sebuah Kelenteng.

Bandung Raya - Bandung, Masjid Al-Imtizaj, Masjid Indah Bernuansa Tionghoa di Sudut Kota Bandung, Masjid Al-Imtizaj,Sejarah Masjid Al-Imtizaj,Fakta Sejarah Masjid Al-Imtizaj,Cerita Masjid Al-Imtizaj,kaum muslim keturunan Tionghoa,komunitas muslim Tionghoa
dewanpers