web analytics
  

Masyarakat Didorong Periksa HIV/AIDS Sejak Dini

Kamis, 15 November 2018 06:21 WIB Rizma Riyandi
Gaya Hidup - Sehat, Masyarakat Didorong Periksa HIV/AIDS Sejak Dini, HIV/AIDS, pemeriksaaan HIV gratis, pemeriksaan HIV, bahaya HIV, HIV di Bandung

Pokja Pencegahan Penularan HIV/AIDS. (Humas Pemkot Bandung)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM--Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung mendorong warga Kota Bandung yang berpotensi terjangkit virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) memeriksakan kesehatannya. Tujuannya, untuk mendeteksi keberadaan virus tersebut dalam tubuh sejak dini.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menuturkan, pemeriksaan tersebut penting agar bisa segera diobati. Pemkot Bandung telah menyediakan fasilitas-fasilitas tes kesehatan dan penanggulangan HIV hingga tingkat Puskesmas. Warga bisa langsung datang ke Puskesmas memeriksa secara gratis.

“Sudah ada upaya tes HIV gratis. Kalau orang sungkan untuk tes di wilayahnya, bisa saja dia tes di wilayah yang agak jauh. Minimal kita dorong orang supaya (periksa). Karena HIV/AIDS ini kita tidak pernah tahu penyebab terinfeksinya,” tutur Yana usai melantik lima Kelompok Kerja (Pokja) KPA Kota Bandung di Auditorium Balai Kota Bandung, Rabu (14/11/2018).

Jika setelah menjalami tes ternyata seseorang terbukti terinveksi, Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) juga bisa mendapatkan pengobatan secara gratis di Puskesmas. Selain itu, ODHA bisa mendapatkan Antiretroviral (ARV) gratis serta mendapat pendampingan dari Puskesmas maupun KPA. 

AYO BACA : Musim Hujan, 160 Pasukan Diskar PB Disiagakan 24 Jam

Menurutnya, pendeteksian lebih awal juga bisa mencegah penyebaran virus tersebut kepada orang yang sehat. ODHA dapat melakukan serangkaian tindakan agar dapat menahan potensi penularan. 

“Bukan berarti kita men-judge, tapi mewaspadai saja agar dia tidak menginveksi orang lain. Ini supaya ODHA tidak bertambah. Karena kalau sudah mengobati dirinya, dia pasti tidak akan menularkan kepada orang lain. Sehingga kita akan semakin menurunkan risiko orang terkena HIV/AIDS,” katanya.

Hal senada diungkapkan Sekretaris KPA Kota Bandung dr. Bagus Rahmat Prabowo. Selain pemeriksaan sejak dini, KPA Kota Bandung juga berupaya menjangkau ke lokasi-lokasi potensial penyebaran virus HIV/AIDS. Sebagaimana diketahui, virus tersebut dapat menyebar melalui penggunaan narkoba suntik dan hubungan seks yang tidak sehat.

Bagus mengatakan, dewasa ini tantangan terbesar ada pada penyebaran aktivitas jual-beli seks secara online. KPA tidak memungkiri adanya fenomena tersebut. Ini menjadi tugas besar bagi KPA Kota Bandung. 

AYO BACA : Menikmati Minuman Tradisonal Unik di Bajigur dan Bandrek TwoAA

“Aktivitas seks ada di seluruh Kota Bandung berisiko, kita tidak mensasar di satu spot saja. Apalagi sekarang dunia internet, kalau jual seks tidak harus fisik, online juga banyak. Justru yang online ini yang sulit kita jangkau dan edukasi. Jadi sulit dideteksi,” jelasnya.

Oleh karena itu, Pokja KPA hadir untuk mengatasi fenomena HIV/AIDS melalui berbagai strategi. Ada lima Pokja yang dilantik hari ini, yakni Pokja Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA), Pokja Remaja, Pokja Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan, Pokja Pengurangan Dampak Buruk NAPZA, dan Pokja Pencegahan HIV melalui Transmisi Seksual.

“Pokja ini karena terdiri dari berbagai ragam kelompok, komunitas, profesional,” imbuh Bagus.

Untuk diketahui, penyebaran virus HIV/AIDS di Kota Bandung mendapat perhatian serius. Data Dinas Kesehatan Kota Bandung menunjukkan bahwa kasus HIV/AIDS di Kota Bandung terus meningkat setiap tahun. Hingga Desember 2017, tercatat ada 4.032 kasus, terdiri dari 2.171 kasus saat ditemukan HIV, dan 1.865 kasus AIDS.

Fakta ini cukup memprihatinkan mengingat Kota Bandung beresiko menjadi generalized epidemic. Penularan terjadi pada populasi masyarakat umum. Gejala tersebut terlihat dari tingginya peningkatan kasus HIV pada ibu rumah tangga, yakni rata-rata 40 kasus pertahun dengan mayoritas tertular dari pasangan. Hingga akhir tahun lalu, telah ditemukan 518 ibu rumah tangga dengan HIV positif.

Menanggapi fenomena tersebut, KPA Kota Bandung terus bergerak untuk menekan angka penularan virus tersebut. KPA menargetkan tujuan 3 Zero dapat tercapai di tahun 2030, yakni Zero New Infection, Zero AIDS Related Death, dan Zero Stigma.

AYO BACA : Khofifah Indar Parawansa Ajak Muslimat NU Pakai Gawai

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Tak Perlu Obat, Minyak Ini Usir Kolesterol dengan Cepat!

Sehat Senin, 14 Juni 2021 | 09:15 WIB

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak jagung dapat mengurangi kolesterol lebih baik daripada minyak sehat lain, m...

Gaya Hidup - Sehat, Tak Perlu Obat, Minyak Ini Usir Kolesterol dengan Cepat!, Minyak jagung,Manfaat Minyak jagung,Khasiat Minyak jagung,Kegunaan Minyak jagung,cara mengolah Minyak jagung,obat kolesterol alami,cara menurunkan kadar kolesterol,cara mengurangi kolesterol

Segera Cek! Ini 4 Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin

Sehat Senin, 14 Juni 2021 | 08:55 WIB

Dengan mengenalinya, dapat membantu Anda meningkatkan asupan makanan yang kaya akan vitamin dan mineral.

Gaya Hidup - Sehat, Segera Cek! Ini 4 Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin, Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin,Ciri-ciri Tubuh Kekurangan Vitamin,Gejala Tubuh Kekurangan Vitamin,Penyebab Tubuh Kekurangan Vitamin,Cara mengatasi Tubuh Kekurangan Vitamin,gejala kekurang vitamin

Sering Berkeringat Saat Malam Hari? Waspada Tanda Kanker

Sehat Senin, 14 Juni 2021 | 08:45 WIB

Bila Anda sering berkeringat di malam hari ketika tidur, hal ini bisa menjadi indikasi kanker ginjal yang tidak boleh di...

Gaya Hidup - Sehat, Sering Berkeringat Saat Malam Hari? Waspada Tanda Kanker, Berkeringat Saat Malam Hari,Gejala Berkeringat Saat Malam Hari,Sering Berkeringat Saat Malam Hari,Penyebab Berkeringat Saat Malam Hari,Tanda Penyakit Berkeringat Saat Malam,Gejala Kanker ginjal,Ciri-ciri Kanker ginjal

Ini Jenis Roti untuk Penderita Diabetes, Bisa untuk Sarapan

Sehat Senin, 14 Juni 2021 | 07:55 WIB

Ada roti yang cocok untuk dikonsumsi penderita diabetes. Makanan ini diyakini bisa menjadi alternatif asupan untuk menun...

Gaya Hidup - Sehat, Ini Jenis Roti untuk Penderita Diabetes, Bisa untuk Sarapan, roti untuk penderita diabetes,roti diabetes,Penderita Diabetes,makanan untuk penderita diabetes,Diabetes

Pria Berperut Buncit Berisiko Kanker Prostat, Kenali Gejalanya

Sehat Senin, 14 Juni 2021 | 06:41 WIB

Lemak berlebih di perut atau bbuncit berkaitan dengan beberapa penyakit seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular. P...

Gaya Hidup - Sehat, Pria Berperut Buncit Berisiko Kanker Prostat, Kenali Gejalanya, Perut Buncit,kanker prostat,gelaja kanker prostat,mengobati kanker prostat,kanker,pria perut buncit

Bagaimana Cara Mengunyah Makanan yang Benar?

Sehat Senin, 14 Juni 2021 | 06:24 WIB

Mengunyah makanan hanya menggunakan salah satu sisi dari mulut ternyata tidak bagus. Lalu bagaimana cara mengunyah yang...

Gaya Hidup - Sehat, Bagaimana Cara Mengunyah Makanan yang Benar?, cara mengunyah yang benar,cara mengunyah makanan,mengunyah makanan,kebersihan mulut,air liur,fungsi air liur

5 Jenis Ikan yang Sebaiknya Tak Dikonsumsi Berlebihan

Sehat Minggu, 13 Juni 2021 | 09:10 WIB

Ikan salah satu makanan yang bergizi, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Selain rasanya yang enak, ikan yang dIol...

Gaya Hidup - Sehat, 5 Jenis Ikan yang Sebaiknya Tak Dikonsumsi Berlebihan, makan ikan,Ikan Laut,Makarel,Tuna,Nila,Lele,Pangasius

5 Makanan/Minuman yang Lemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

Sehat Minggu, 13 Juni 2021 | 08:02 WIB

Sistem kekebalan tubuh yang kuat bertindak sebagai garda terdepan untuk melindungi tubuh dari infeksi virus, bakteri dan...

Gaya Hidup - Sehat, 5 Makanan/Minuman yang Lemahkan Sistem Kekebalan Tubuh, makanan melemahkan kekebalan tubuh,Sistem Kekebalan Tubuh,Kekebalan Tubuh,cara meningkatkan kekebalan tubuh
dewanpers