web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Sedang Kembangkan Mobil Van

Senin, 12 November 2018 09:32 WIB Adi Ginanjar Maulana

Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Sedang Kembangkan Mobil Van

PARIS, AYOBANDUNG.COM--Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishhi dilaporkan sedang mengembangkan mobil van beberapa waktu lalu. Lebih dari itu, Mitsubishi berencana membuat all-new van yang akan menggabungkan platform Renault Trafic.  

Rencana perkembangan mobil van itu sebagai bagian dari aliansi untuk memproduksi mobil berbasis van. Kendaraan itu akan diproduksi di pabrik Sandouvile, Prancis, tempat Trafic saat ini sedang diproduksi.  

AYO BACA : Renault Kwid Special Edition Mejeng di GIIAS

“Keahlian global van Groupe Renault mendorong sinergi di seluruh Aliansi guna menguntungkan semua pelanggan kami. Pabrik Maubeuge dan Sandouville menyediakan solusi yang paling menarik berkat daya saing dan kemampuan mereka untuk memanfaatkan platform," ujar ketua Aliansi dan CEO carlos Ghosn dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/11/2018). 

Dia menyebut, tahun ini, Groupe Renault telah mengumumkan total investasi di Perancis sebesar 1,4 miliar Euro untuk mendukung dua pilar pertumbuhan: kendaraan komersial listrik.  

AYO BACA : Diserang WannaCry, Renault Hentikan Produksi

Selain pabrik Sandouville, Aliansi juga akan berinvestasi di pabrik Maubeuge milik Renault yang berfungsi sebagai 'small van center of excellence' perusahaan. Pada pertengahan 2019, fasilitas ini akan mulai memproduksi mobil Nissan berbasis platform Renault Kangoo, NV250.  

Nantinya, van tersebut akan di pasarkan ke Australia dan New Zealand. Jika sudah jadi, van Mitsubishi ini disebut akan menjadi kompetitor Hyundai Grand Starex dan Peugeot Traveler.  
Bersama dengan NV250, pabrik Maubeuge akan segera berfungsi sebagai pusat manufaktur keluarga Renault Kangoo generasi berikutnya juga, termasuk versi van listrik.   

Untuk membantu meningkatkan produksi, Group Renault akan menginvestasikan EUR 450 juta ke pabrik selama lima tahun dan mempekerjakan 200 pekerja tambahan.

AYO BACA : Lima Mobil Termurah di Dunia, Kurang dari 65 Juta

Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers