web analytics
  

Berita Pilihan: Jokowi Dapat Penghargaan hingga Kegeraman Umuh Muchtar

Senin, 12 November 2018 00:08 WIB Adi Ginanjar Maulana
Bandung Raya - Bandung, Berita Pilihan: Jokowi Dapat Penghargaan hingga Kegeraman Umuh Muchtar, Berita Pilihan, Presiden Jokowi, Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar,

(Ilustrasi Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengaku senang dengan keadaan warga Kota Bandung yang ramah dan murah senyum. Dia mengaku kedatangannya ke kota kembang sudah lebih dari 30 kali.

"Kalau ke Jawa Barat bisa lebih dari 1.500 kali karena saya tinggal di Bogor. Setiap hari pagi-pagi ke Jakarta, pulang ke Bogor," katanya berkelakar dalam sambutan di Paguyuban Pasundan, Minggu (11/11/2018).

Bandung, katanya, seperti rumah sendiri. Apresiasi penghargaan yang tinggi dari  warga Pasundan mencirikan masyarakat yang ramah dan terbuka.

AYO BACA : Jokowi Raih Gelar Pinisepuh dari Paguyuban Pasundan

Calon presiden nomor urut satu itu menjelaskan penduduk Jawa Barat memiliki jumlah warga terbanyak. Provinsi terbesar itu memerlukan perhatian khusus dari pusat.

"Pembangunan yang sedang dalam proses seperti jalan tol Bocimi, minggu depan separuhnya diresmikan. Karena saya pernah merasakan lamanya ke Sukabumi dari Jakarta bisa 7 jam. Jadi tol ini sangat diperlukan. Tol Cisundawu dalam proses pembangunan. Ada juga Airport Kertajati," jelasnya.

AYO BACA : Jokowi : Bandung Seperti Rumah Sendiri

Jokowi juga menyebut Jawa Barat sebagai contoh terimplementasinya konsep kebhinekaan. Ragam orang dengan suku, agama, ras, bahasa daerah yang bercampur baur dapat dikatakan adem ayem. Kontribusi masyarakat Pasundan juga telah terbukti turut mengisi kemerdekaan Indonesia.

AYO BACA : Jokowi Bertegur Sapa dengan Warga Kota Bandung di CFD Dago

"Jangan sampai pemilihan bupati, wali kota, presiden bikin kita terpecah. Kita ada pesta demokrasi setiap lima tahun sekali jadi kalau  kelihatan terpecah belah tidak menunjukkan  sebagai saudara," pesannya.

Kedatangannya ke organisasi budaya Paguyuban Pasundan dalam rangka penyerahan Pinisepuh Pasundan. Sebuah gelar kehormatan untuk orang yang telah berkontribusi dan mengabdikan dirinya untuk negara dan bangsa.

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mempertanyakan kepemimpinan wasit dalam laga Persib Bandung kontra PSMS Medan. Pertandingan yang dipimpin oleh Suhardianto berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan PSMS di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Jumat (9/11/2018) petang.

"Semua lihat, semua pun menonton. Jutaan orang menonton, saya banyak yang menghubungi saya, nanya kenapa dibiarkan (wasit)? Bukan dibiarkan mereka justru mancing kita supaya masuk ke lapang," kata Umuh, Minggu (11/11/2018)

AYO BACA : Jokowi Raih Gelar Pinisepuh dari Paguyuban Pasundan

AYO BACA : Umuh Muchtar: Ada yang Ingin Menghancurkan Persib

Umuh juga mempertanyakan bagaimana kinerja wasit di lapangan selama jalannya pertandingan. "Dengan segala cara masuk gol ke kami, di mana-mana berhentikan dulu, tidak bisa langsung jalan, saya tidak mengerti," ujar Umuh heran.

Umuh bahkan menyebut kekalahan ini bukan lantaran permainan skuat Persib Bandung yang buruk. Dia mencontohkan saat Persib kalah telak dari Persebaya karena memang permainan Persib yang buruk. Namun tidak dengan kali ini, beragam pelanggaran di setiap waktu lah yang mempengaruhi cara berkembang permainan dari Maung Bandung.

AYO BACA : Umuh Geram Persib Kembali Disanksi Komdis PSSI

"Bukan masalah main jelek atau tidak jeleknya main, tapi saat kita kalah sama Surabaya 4-1, kita terima karena wasitnya tidak neko-neko, pemain waktu itu kurang, tidak masalah tak protes. Tapi sekarang orang lagi lengah, tek langsung," jelas dia.

Umuh menilai jika kondisi seperti ini dibiarkan maka persepakbolaan Indonesia akan tetap jalan di tempat. Pasalnya aturan kotor tersebut sudah menjadi lingkaran yang tidak dapat diputus akar permasalahannya. 

"Kalau mau protes juga kemana banding aja tidak jelas. Saya sedih persepakbolaan indonesia seperti ini. Saya juga sebetulnya tadi bilang protes untuk wasit tapi pasti tidak akan digubris. Ini sama saat lawan Madura, sangat kecewa, sangat menyedihkan, sangat sakit buat saya," tandasnya.

AYO BACA : Umuh Muchtar Pertanyakan Kepemimpinan Wasit Saat Persib vs PSMS

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers