web analytics
  

Hari Pahlawan: Mereka yang Mengabdi Tanpa Henti

Sabtu, 10 November 2018 08:39 WIB Rizma Riyandi
Bandung Raya - Bandung, Hari Pahlawan: Mereka yang Mengabdi Tanpa Henti, Hari pahlawan 10 november,ayo pahlawan,pahlawan,xommand center,deswita misnar

Hari Pahlawan 10 November.(BNPT)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM--Selamat Hari Pahlawan 10 November 2018. Bangsa ini tidak akan pernah berdiri tanpa jasa-jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya.

Eits, jangan salah. Pahlawan itu bukan hanya mereka yang berjuang merenggut kemerdekaan. Tapi siapapun yang berjuang mengisi kemerdekaan di saat ini juga bisa disebut sebagai pahlawan loh.

Sebagai bentuk peringatan, Ayobandung.com telah menyajikan tulisan bertajuk 'Ayo Pahlawan'. Berikut rangkuman dari artikel 'Ayo Pahlawan', semoga menginspirasi:

Ayo Pahlawan: Command Center Diskar PB, Garda Terdepan Masyarakat

Setelah menyelami dunia keselamatan dan pelayanan masyarakat, Abdul Wahab (30) merasa profesi ini benar-benar panggilan dirinya. Bekerja demi menolong masyarakat membuka mata hati dan pikirannya.

Wahab, begitu ia disapa, adalah pelayan masyarakat di Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung. Selama tiga tahun, dia bertugas di bawah divisi Command Center. Tugas seorang Command Center adalah menjadi orang yang pertama kali mendapat laporan kebencanaan hampir dari seluruh wilayah di Indonesia.

Nomor panggilan Command Center yang mengacu kepada Diskar PB adalah 113. Warga boleh menghubungi nomor tersebut ketika ada musibah kebakaran, penyelamatan binatang, pohon tumbang, hingga gangguan dari lebah.

"Command Center terdiri atas 5 orang, 24 jam kerjanya. Satu hari kerja, dua hari off," kata Wahab, Kamis (8/11/2018).

Selain melalui layanan telepon, warga juga dapat melaporkan bencana melalui aplikasi yang dapat diunduh melalui gawai.

Dalam sehari, panggilan aktual yang masuk bisa sebanyak 50 telepon. Artinya yang benar-benar berniat memberi informasi terkait kebencanaan.

Selengkapnya klik di sini

Ayo Pahlawan: Kayamata, Pejuang Visual Pembuka Cakrawala

Mata adalah organ yang vital untuk kehidupan manusia. Mata merupakan media untuk melihat dunia, membuka kehidupan, dan kemandirian. Tanpanya, manusia sulit beraktivitas. Perlu adaptasi khusus ketika manusia sudah dicabut nikmat penglihatannya, seperti ketidaknormalan penglihatan hingga kebutaan.

Kesulitan finansial terkadang mengharuskan seseorang dengan gangguan mata memaksakan penglihatannya. Tanpa disadari, pengidap rabun jauh atau silindris, jika tidak menggunakan kacamata, akan membebani mata mereka sendiri.

Kayamata merupakan produk kacamata kayu yang terbuat dari limbah meubeul. Kayamata diproduksi dengan desain yang menarik dan menonjolkan budaya Indonesia. Namun semangat utama adanya Kayamata adalah dedikasi sosial, budaya, dan lingkungan.

Ali, Rofi, dan Eka, ketiga siswa SD Sukabirus Dayeuh Kolot ini terpilih untuk diajak Kayamata pergi ke optik. Pemilik Kayamata, sebuah merek kacamata kayu, bergerak untuk memberikan mereka sebuah kacamata supaya mereka mampu melihat dengan jelas.

Setiap pembelian satu kayamata, maka pembeli telah menyumbangkan satu kacamata gratis untuk pelajar yang membutuhkan. Sesuai akumulasi penjualan, setiap tiga bulan sekali, di akhir bulan, Kayamata telah memiliki daftar penerima kacamata. Mereka akan berdiskusi dengan pihak sekolah untuk merekomendasikan nama siswa.  

"Jadi kita survei ke SD, pendekatan sama guru, incar SD yang lingkungan pinggiran menengah ke bawah, ngobrol sama gurunya karena pihak sekolah yang tahu kondisi anak-anak jadi mereka ngarahin. Dari situ kita coba bantu periksain mata, misal minus atau silindris. Indikatornya adalah siswa yang membutuhkan dari  keluarga yang kurang mampu kita bantu," kata Vierdiananda, pencetus Kayamata, Rabu (7/11/2018), seperti diungkap laporan khusus Hari Pahlawan.

Selengkapnya klik di sini

Ayo Pahlawan: Deswita Misnar, Guru yang Menginspirasi Lewat Media Sosial

Berkecimpung di dunia pendidikan adalah jalannya mengarungi hidup. Mengajar adalah proses dan cara supaya Deswita Misnar (48) bisa mendapatkan bekal yang tak putus-putus setelah ia tiada. Proses kegiatan belajar mengajar selama 20 tahun itu menuai hasil yang tak disangka-sangka.

Alumni IKIP Padang ini berhasil masuk menjadi nomine Anugerah Guru Inspiratif Jawa Barat Een Sukaesih Award (ESA) 2018. Dia berhasil menginspirasi banyak orang. Dia memanfaatkan media sosial sebagai alat menyeru manusia.

Di ajang ESA, Deswita tak mendaftarkan diri. Orang lainlah yang mendaftarkannya.

"Saya sebenarnya enggak terlalu (sering) ke ajang-ajang gitu. Ternyata pas tahu kepala sekolah yang mendaftarkan. Alhamdulillah ternyata saya bisa menginspirasi orang-orang. Banyak yang suka inbox di Facebook, katanya postingan saya menginspirasi," kata Deswita, kepada Ayobandung.com, Jumat (9/11/2018).

Deswita masuk ke dalam penerima penghargaan kategori SMA. Guru SMAN 2 Majalaya ini menjadi satu dari tujuh nomine lainnya yang akan diumumkan pada 22 November 2018 di Gedung Sate. Setelah melakukan proses dan tahapan untuk lolos di ajang ESA Award, Deswita merasa sudah menjadi pemenang. Selamat Hari Pahlawan.

Selengkapnya klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers