web analytics
  

3 Berita Populer Rabu 7 November

Rabu, 7 November 2018 02:29 WIB Rizma Riyandi
Umum - Nasional, 3 Berita Populer Rabu 7 November, berita populer, preman tobat, pilpres, nasi gratis di bandung

Ilustrasi Berita Populer (ayobandung.com/Attia Dwi Pinasti)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Berbagai peristiwa terus terjadi sepanjang hari. Berikut 3 berita populer yang dirangkum oleh Ayobandung.com pada Rabu 7 November:

1. Ini Alasan Yusril Tidak Bela Prabowo di Pilpres 2019

Pakar tata hukum negara Yusril Ihza Mahendra memutuskan untuk menjadi pengacara pasangan calon nomor urut satu Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pemilihan Presiden 2019.     

Alasan Yusril tidak mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno karena pasangan calon nomor urut dua itu telah memiliki pengacara. Yusril mengaku mendengar hal itu dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.    

"Saya mendengar dari pihak Pak Prabowo dan Pak Anies sudah menunjuk Pak Hotman Paris sebagai lawyer-nya. Mudah-mudahan informasi yang saya terima tidak salah," kata Yusril saat dihubungi, Senin (5/11/2018).

Selengkapnya klik di sini.

2. Preman Tobat: Pertemuan dengan Imam Samudera Membuat Kemod Berbalik Arah

Bayu Ruben alias Kemod pernah merajai jalanan Kota Bandung di tahun 1997-an. Eks pentolan Brigez ini sudah kenyang makan asam garam merasakan dinginnnya sel tahanan.

Pada tahun 2006, saat meringkuk di penjara dengan pengamanan paling maksimum di Indonsia yaitu Nusakambangan, ia bertemu dengan salah satu pelaku Bom Bali I Imam Samudera. Pertemuannya itu kelak menjadi titik balik hidupnya.

"Imam berpesan pada saya, jihadlah untuk keluargamu, kalau sudah tercukupi, buat saudaramu, lalu buat agamamu. Orang-orang enggak banyak yang tahu arti jihad sebenarnya. Malah banyak yang meninggalkan anak istrinya kelaparan," katanya saat ditemui di kediaman orang tuanya, Senin (5/11/2018).

Selengkapnya klik di sini.

3. Viral di Sosmed! Ini Penampakan Tempat Nasi Gratis Bandung

Bila dilihat sekilas, lemari kaca yang terletak di bilangan Jalan Burangrang persis di depan kantor salah satu radio swasta tampak seperti lapak warung nasi pada umumnya.

Namun, bila diamati lebih dekat, ada hal berbeda yang tertera pada spanduk di sisi depan lemari.

"Tempat Nasi Gratis. Siapapun Boleh Mengambil, Siapapun Boleh Mengisi," demikian tulisan pada spanduk tersebut.

Selengkapnya klik di sini.

Editor: Rizma Riyandi
dewanpers