web analytics
  

Eva Minta Yusril Mundur Jadi Pengacara HTI

Rabu, 7 November 2018 06:04 WIB Adi Ginanjar Maulana

Grafis Pilpres 2019

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari meminta Yusril Ihza Mahenda mundur sebagai pengacara Hizbut Tahrir Indonesia. Sebab, saat ini Yusril sudah resmi menjadi kuasa hukum Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin.      

Eva mendukung Yusril menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf. Menurut Eva, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin tentu memiliki pertimbangan mengajak Yusril.

Dia menjelaskan, kapasitas personal dan jam terbang Yusril yang pernah di Istana era Presiden RI Abdurrahman Wahid, menjadi kredit poin bagi yang bersangkutan untuk ditawari sebagai pengacara Jokowi-Ma'ruf.     

"Tentu Pak Erick Thohir (Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf) mempertimbangkan berbagai advantage apabila Pak Yusril itu mau masuk menjadi pengacara (Jokowi-Ma'ruf)," kata Eva di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/11/2018). 

AYO BACA : Ini Alasan Yusril Tidak Bela Prabowo di Pilpres 2019

Namun, Eva mengatakan, profesionalitas dan kapasitas harus dibarengi dengan moralitas sehingga integritas menjadi utuh. Karena itu, Eva menegaskan, Yusril harus menunjukkan kombinasi antara moralitas dan profesionalitas.   

"Dalam konteks ini saya memohon kepada Pak Yusril mundur dari pengacara HTI karena menurut saya kontradiktif," kata Eva. Sebab, lanjut Eva, di satu sisi Yusril membela pasangan Jokowi-Ma'ruf yang sangat pro dan menjadikan Pancasila sebagai orientasi dalam kebijakannya dan arah yang harus ditegakkan. 

Sementara, lanjut dia, Yusril juga menjadi pengacara HTI yang kontradiktif dengan itu. "Jadi biar pas saja. Saya mendukung dan akan lebih sempurna beliau tidak dalam posisi yang kontradiktif," ungkapnya.     

Eva menunggu kebijaksanaan Yusril untuk bisa pada posisi yang tidak kontraproduktif. "Menurut saya, ketika menerima menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf, tentu menjadi pertombangan juga bagi beliau. Kita tunggu saja," ungkap Eva. 

AYO BACA : Yusril: UU Ormas Banyak Masalahnya

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel lainnya

dewanpers