web analytics
  

Lion Air PK-LQP Sempat Kirim Sinyal Pan-pan saat Terbang dari Bali

Jumat, 2 November 2018 12:52 WIB Adi Ginanjar Maulana
Umum - Nasional, Lion Air PK-LQP Sempat Kirim Sinyal Pan-pan saat Terbang dari Bali, lion air jatuh,lion air karawang,pesawat jatuh,daftar korban lion air,pesawat pk-lpq,lion air pk-lpq,sinyal pan pan lion air,sinyal panpan,garuda indonesia,garuda bermasalah

Grafis pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT610.(Attia)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Pilot yang menerbangkan Pesawat Lion Air PK-LQP dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali ke Jakarta, Minggu (28/10/2018), sempat memberi sinyal pan-pan.

Sinyal pan-pan merupakan pemberitahuan dari pilot bila terjadi masalah pada pesawat.

Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali-Nusa Tenggara Herson mengatakan, saat itu pilot sempat mengirimkan sinyal radio ke petugas menara kontrol untuk kembali mendarat. Namun, beberapa saat kemudian pesawat terbang normal ke Jakarta.

“Sang kapten sendiri cukup percaya diri untuk terbang ke Jakarta dari Denpasar,” kata Herson, seperti dikutip laporan ekslusif Reuters, Kamis (1/11/2018).

Sinyal pan-pan itu didengar oleh pilot pesawat lain yang akan mendarat di Bali. Pesawat diminta petugas bandara berputar-putar mengelilingi bandara.  

"Karena panggilan pan-pan, kami diberi tahu untuk menunda, mengitari bandara di udara. Pesawat Lion diminta untuk kembali ke Bali lima menit setelah lepas landas, tetapi kemudian pilot mengatakan masalah telah diselesaikan dan melanjutkan penerbangan ke Jakarta," kata pilot, yang menolak disebutkan namanya.

Penerbangan Lion Air PK-LQP Denpasar-Jakarta mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pukul 10.55 WIB.

Jet Boeing 737 MAX 8 yang sama berangkat pukul 6.20 WIB, Senin (19/10/2018), menuju Pangkal Pinang. Namun, setelah 13 menit terbang pesawat jatuh ke perairan Tanjung Karawang. Tepat sebelum kecelakaan itu, pilot telah membuat permintaan untuk kembali ke pangkalan.

Seorang juru bicara Lion Air menolak berkomentar ketika ditanya tentang peringatan pada penerbangan sebelumnya, mengutip investigasi kecelakaan yang sedang berlangsung.

CEO Lion Air, Edward Sirait, mengatakan masalah teknis telah terjadi pada penerbangan Denpasar-Jakarta, tetapi diselesaikan sesuai prosedur.

Di tengah spekulasi media atas kelaikan pesawat terbang, Menteri Perhubungan Budi Karya menangguhkan Direktur Teknis Lion Air dan tiga petugas lainnya, Rabu (31/1/0/2018), untuk kepentingan investigasi kecelakaan.

Kejanggalan Pesawat Sepekan Terakhir 

Dalam tujuh hari terakhir sebelum kecelakaan terjadi, pesawat ini tercatat mengalami penundaan penerbangan di sebagian besar jadwal dengan durasi yang bervariasi.

Hal tersebut didasarkan pada hasil pencarian rekam jejak penerbangan PK-LQP melalui situs pelacak penerbangan Flightradar24.

Ayobandung.com menelusuri catatan scheduled time departure (STD), yakni waktu keberangkatan yang dijadwalkan dengan actual time departure (ATD) yakni waktu keberangkatan sebenarnya. Dari sinilah penundaan keberangkatan pesawat dapat terlihat.

Hal tersebut juga memengaruhi Scheduled Time Arrival (STA) dan jam pendaratan pesawat di lapangan yang sebenarnya.

AYO BACA : Sudah Mengudara, Pesawat Garuda Indonesia Kembali ke Bandara

Berikut catatan perjalanan sepekan sebelum kecelakaan:

23 Oktober

Pada 23 Oktober 2018 pesawat memiliki enam jadwal penerbangan. Pada penerbangan Jakarta-Bandar Lampung-Jakarta, pesawat ini masing-masing mengalami penundaan selama 23 dan 28 menit.

Pada rute selanjutnya, yakni Jakarta-Balikpapan-Jakarta, pesawat mengalami penundaan namun total tidak sampai 1 jam.

Berikutnya, pada penerbangan Jakarta-Denpasar terjadi penundaan selama 18 menit. Hal tersebut berulang pada rute Denpasar-Chongqing, dengan penundaan penerbangan 29 menit.

24 Oktober

Rute penerbangan pesawat pada 24 Oktober hanya dua sesi.

Pada rute pertama, Chongqing-Denpasar, terjadi delay selama 31 menit. 

Dari Denpasar kemudian berangkat menuju Tianjin pada pukul 16.36, hanya meleset 1 menit dari STD. 

25 Oktober

Dari Tianjin ke Denpasar hanya delay 3 menit, STD pukul 01.05 dan berangkat pukul 01.08. Pesawat tiba di Denpasar pukul 8.04.

Pada rute berikutnya, Denpasar-Surabaya, terjadi delay selama 27 menit. 

Kemudian, dilanjut rute Surabaya-Denpasar dengan delay 40 menit. Dijadwalkan berangkat pada 11.05, pesawat baru berangkat pada 11.45, dan tiba di Denpasar pukul 13.24. 

Rute terakhir hari itu yaitu dari Denpasar menuju Shanghai dengan jeda waktu cukup lama dari penerbangan sebelumnya. keberangkatan pesawat dijadwalkan pada 19.20, pesawat baru berangkat 17 menit kemudian,dan tiba di Shanghai pada 01.39.

26 Oktober

Rute pertama pada 26 Oktober 2018 yaitu Shanghari-Denpasar dengan STD pukul 02.55 waktu Tiongkok, dan berangkat 7 menit kemudian. 

AYO BACA : Lion Air Jatuh: Perjalanan Terakhir JT610

Delay yang cukup lama, sekitar 2,5 jam, terjadi di rute selanjutnya, yaitu Denpasar-Manado. Dijadwalkan berangkat pada 09.55, namun pesawat baru lepas landas pukul 13.38. 

Penerbangan dilanjut rute Manado-Tianjin pada 16.55, namun pesawat baru berangkat 17.34 dan mendarat pukul 23.13.

27 Oktober

Pada 27 Oktober 2018, penerbangan mencapai lima rute. 

Rute pertama yaitu dari Tianjin menuju Manado pada pukul 00.15, dan baru berangkat pada 00.54. 

Kemudian dilanjut Manado-Denpasar pada pukul 06.40. Pesawat mengalami delay mencapai 73 menit sehingga baru berangkat pada 07.53. Pesawatr mendarat pukul 10.11 WITA.

Dari Denpasar, seharusnya pesawat sudah terbang ke Manado kembali pada 09.55, namun karena sebelumnya delay, keberangkatan ditunda hingga pukul 14.34. 

Delay yang lama tersebut melayani melakukan rute PP Denpasar-Lombok-Denpasar. Rute ini pun tak luput dari keterlambatan. Keberangkatan dari Denpasar menuju Lombok seharusnya sudah berangkat pada 10.30. Namun kenyataannya, catatan waktu ATD menunjukkan pesawat berangkat pada 11.48.

Rute terakhir penerbangan ini dijadwalkan berangkat dari Lombok menuju Denpasar pada 11.40, namun baru berangkat pada 12.56. 

28 Oktober

Pada 28 Oktober 2018, pesawat memiliki jadwal terbang Manado-Denpasar, STD pukul 06.40, namun pesawat baru berangkat pukul 07:51.

Pesawat kemudian tiba di Denpasar pukul 10.00, meleset 50 menit dari STA yang menjadwalkan pesawat ini untuk mendarat pukul 09.10.

Dari sana ada jeda waktu keberangkatan yang terbilang lama sebelum penerbangan selanjutnya, yakni Denpasar-Jakarta. 

Pesawat baru dijadwalkan untuk terbang menuju Jakarta pada 19.30, atau 9.5 jam dari kedatangannya di Denpasar.

Kenyataannya, pesawat kembali delay dan baru lepas landas pada pukul 22:21.

29 Oktober

Pada tanggal 29 Oktober 2018 menjadi akhir perjalanan Lion Air PK-LQP.

Pesawat ini dijadwalkan berangkat pukul 06:10 dari Jakarta dan tiba pada 07.20 di Pangkal Pinang. 

Namun, seusai lepas landas pada 06.20, pesawat Boeing 737 MAX 8 ini berakhir jatuh di periaran Tanjung Karawang dan menelan 189 korban yang hingga saat ini masih dalam masa pencarian. 

AYO BACA : Lion Air Jatuh: Pernyataan Boeing soal Jatuhnya Lion Air JT610

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers